Home / Inspiratif

Sabtu, 2 Mei 2015 - 17:16 WIB

Belajar dari Petani

MediaTani –Belajar Dari Petani
Oleh: AL AZ ARI Ketua Umum Himagro Faperta UNHAS Periode 2014/2015

AL AZ ARI (@ari sandria)

Negara yang yang kekayaan alamnya sangat melimpah, maka sewajarnya Indonesia mendapatkan predikat dari negara lain sebagai negara agraris, negara yang seharusnya dapat berpengaruh besar terhadap bangsa lain karena produksi pertaniannya, sebuah negara yang diharapkan mampu mengekspor hasil produk pertanian, belakangan ini malah menjadi pengimpor besar pada beberapa produk pertanian yang notabenenya pertanian kita dapat dibudidayakan sendiri dan dapat disalurkan secara menyeluruh di seluruh nusantara.

Kondisi saat ini sangat ironis dan patut di pertanyakan ada apa dengan negara agraris ? Segala kebijakan telah dibuat dan diterapkan kepada masyarakat diantaranya perbaikan irigasi, pengembangan infrastruktur, meningkatkan kualitas sumber daya  dan penyediaan teknologi yang sesuai. Namun, terkadang kita melupakan petani sebagai pemeran penting dalam skenario besar ini, sosok petani sebagai pelaku utama proses produksi pangan hanya terlihat samar, posisi petani hanya ditempatkan sebagai pihak yang perlu diperhatikan dan difasilitasi tetapi tidak berpeluang untuk ikut mewarnai arah kebijakan pertanian.

Baca Juga :   Pemberdayaan Masyarakat Petani Kabupaten Buru, Kurangi Kemiskinan

Mengacu kepada fakta bahwa petani kebanyakan tidak tamat SD sehingga banyak yang buta huruf, bahkan sering di anggap bahwa petani tidak perlu dilibatkan untuk membuat kebijakan-kebijakan di sektor pertanian. Sesungguhnya, jenjang pendidikan formal bukanlah alat ukur yang pas untuk menilai pengetahuan dan keterampilan dalam proses produksi pangan. Petani yang telah berpengalaman dalam budidaya tidak mungkin kalah kinerjanya dibandingkan dengan individu dengan pendidikan formal yang lebih tinggi (mahasiswa) yang belum pernah menginjakkan kakinya dilumpur sawah.

Pengawalan ini terus di lakukan dalam upaya peningkatan SDM, misalnya pendampingan petani oleh ribuan mahasiswa, salah satu pertanyaan besar ‘ mampukah mahasiswa mendampingi petani ‘ apakah kualitas dari mahasiswa itu mampu menjawab tantangan dari pemerintah?. Ini adalah tanggung jawab dari mahasiswa, untuk menjalankan peran dan banyak belajar dari petani sebagai kunci keberhasilan ketahanan pangan agar tidak menjadi anak tiri di negeri agraris ini.  Semoga keberpihakan pemerintah kepada petani sepenuh hati.

Baca Juga :   Presiden BEM Faperta Unhas: Petani Butuh Pengetahuan Manajemen

Petani wajib mendapatkan dukungan, bantuan, dan perlindungan yang berarti. Selama ini pemerintah sudah merasa yakin dengan menjalankan kebijakan-kebijakannya tanpa mau belajar dari petani. Sudah waktunya bagi para pihak terkait menyiapkan diri untuk belajar dari petani agraris kita.

Sebaiknya kita banyak  mendengarkan dan belajar dari petani, sehingga segala  kebijakan yang digariskan telah pro kepada petani, indikator keberhasilannya adalah kebijakan yang dihasilkan sangat sesuai untuk menjadi solusi atas masalah aktual yang dihadapi petani, suara petani adalah suara kita, kesejahteraan Indonesia ada di dalam genggaman petani.

Baca Juga : hari pangan sedunia

Share :

Baca Juga

Inspiratif

Distabunak Babel Perpendek Rantai Penjualan Karet

Inspiratif

Juru Parkir Ini Raup Untung Rp 4 Juta Sebulan Hasil Olah Limbah Sabut Kelapa Jadi Media Tanam

Inspiratif

Luas Lahan Pertanian dan Perkebunan Akan Bertambah

Inspiratif

PTPN XI Berupaya Stabilkan HET Gula

Inspiratif

Lada Putih Kaltim Resmi Jadi Varietas Nasional

Inspiratif

Upaya Pemerintah Agar Peternak Ayam Tidak Merugi

Inspiratif

Petani Korban Sinabung Segera Terima Bantuan Kementan

Inspiratif

Tebak-tebakan Mentan Berhadiah 1 Unit Hand Tractor