Berdayakan Difabel, MPM PP Muhammadiyah Dirikan Pusdiklat Pertanian

  • Bagikan
Sumber foto: muhammadiyah.or.id

Mediatani – Memajukan sektor pertanian tidak hanya berbicara tentang memperbarui teknik budidaya atau pembaruan alat dan mesin pertaniannya saja, tetapi juga menyangkut tentang kesejahteraan sumber daya manusianya tak terkecuali bagi mereka yang berkebutuhan khusus.

Karena itu, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah mencoba untuk mengenalkan pertanian kepada mereka yang berkebutuhan khusus. MPM PP Muhammadiyah menyebut kelompok berkebutuhan khusus ini dengan terma difabel, bukannya disable.

Hal ini dikarenakan arti dari difabel secara istilah yaitu lebih kepada perbedaan pada kemampuan, sementara itu arti dari disable adalah ketidakmampuan untuk melakukan sesuatu seperti yang dilakukan oleh orang lain.

Menindaklanjuti hal ini, MPM berencana akan memberdayakan para kelompok difabel dengan menggunakan metode atau cara yaitu dengan menempatkan mereka (kelompok difabel) ini sebagai subjek perubahan, bukan objek perubahan.

Artinya, terjadinya perubahan untuk menuju ke arah yang lebih baik bukan hanya karena adanya dibantu oleh orang lain, tetapi perubahan positif yang terjadi itu bisa dilakukan oleh dirinya sendiri.

Berawal dari mindset itulah dilakukan upaya untuk memberdayakan kelompok difabel tidak dengan menempatkan mereka sebagai kelompok ‘penderita/penyakitan’. Sehingga, cita-cita dalam upaya menyetarakan status terhadap kelompok difabel di lingkungan sosialnya yaitu dengan memberikan ‘pancing’ bukan ikan.

Terkait hal ini, Muhammad Nurul Yamien selaku Ketua MPM PP Muhammadiyah meninjau lahan milik Persyarikatan Muhammadiyah di tiga titik di Kabupaten Bantul.

Rencananya, di lokasi tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk mendirikan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (PUSDIKLAT) Pertanian terpadu dalam pemberdayaan kelompok difabel dan juga masyarakat umum.

Diketahui lokasi pertama yaitu di Dusun Klangon, Desa Argosari, Kecamatan Sedayu, Bantul memiliki luas lahan yaitu sekitar 1.700 meter persegi. Kondisi lahan di lokasi yang pertama saat ini masih dalam bentuk kebun pekarangan yang letaknya berada tepat di samping Mushola Amanah.

“Di lokasi (lokasi pertama) akan dibangun Rumah Joglo sebagai titik pusat kegiatan Pelatihan Pertanian Terpadu,” ungkap Ketua MPM PP Muhammadiyah pada hari Minggu (29/8).

Sementara itu, untuk lokasi kedua diketahui berada di dua titik bersebelahan yang berada di Dusun Kalijoho, Argosari, Bantul. Di lokasi kedua ini rencananya akan dijadikan sebagai tempat untuk kegiatan pembibitan jahe merah. Dan lokasi yang terakhir terletak di tempat yang cukup dekat dengan lokasi yang kedua tadi.

Dalam Program pembangunan PUSDIKLAT Pertanian Terpadu Sedayu yang dirintis ini, pihak MPM PP Muhammadiyah menjalin kerja sama dengan beberapa pihak, diantaranya ada Lazismu, Civitas Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan juga Pemerintah Desa setempat.

Diharapkan dengan hadirnya program ini, ke depannya akan banyak pihak yang berinisiatif dan ikut berpartisipasi dalam merangkul saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus agar kesetaraan sosial bisa terwujud.

  • Bagikan