berkebun di rumah
ilustrasi: berkebun di halaman rumah

Mediatani – Pertanian di rumah dapat didefiniskan sebagai luas tanah tertentu yang ditanami tanaman tertentu secara sengaja. Biasanya, orang-orang melakukan hal ini karena terdapat kesenangan tersendiri dalam melakukannya.

Berbagai jenis tanaman pun bisa menjadi pilihan bagi Anda untuk dirawat secara rutin setiap harinya. Mulai dari sayuran yang bisa dimakan hingga tanaman hias yang cantik tentu bisa menghiasi perkarangan rumah Anda.

Membuat kebun sederhana untuk pertanian di sekitar rumah tidak hanya dapat dilakukan di pedesaan. Tetapi bagi Anda yang tinggal di kota, hal ini pun sangat mudah dilakukan.

Tak perlu repot, Anda hanya perlu menyiapkan tempat secukupnya dan bahan-bahan yang diperlukan dalam bertani seperti tanah, biji tanaman, pupuk, atau langsung membeli tanaman yang sudah tumbuh cukup besar.

Banyak manfaat yang dapat dirasakan apa bila mempunyai kebun kecil di depan rumah. Anda bisa melihat pemandangan yang lebih segar yang mana dapat menghilangkan stress dan tentu perkarangan rumah menjadi lebih adem dan enak dilihat.

Pandemi Covid-19 ini memang membuat banyak orang harus tinggal di rumah dan tidak boleh terlalu banyak beraktivitas di luar. Oleh karena itu, muncul lah budaya baru ini yaitu bertani dari rumah sendiri. Bertani di depan rumah atau yang kerap disebut dengan berkebun memang relative mudah.

Apa lagi dengan kecanggihan teknologi, Anda bisa belajar berbagai cara untuk berkebun yang sederhana tetapi menyenangkan. Saat ini pun sudah sangat banyak orang mulai menggalakkan kembali menanam tanaman ini untuk berbagai keperluan.

Salah satu tujuan orang menjadikan lahan sekitar rumah sebagai tempat tanaman adalah untuk dijadikan bahan makanan. Sayuran yang ditanam ternyata memang dapat dimanfaatkan untuk dijadikan makanan sehari-hari dan dapat diolah menjadi berbagai jenis konsumsi.

Baca Juga  Intip Keseharian Narji Cagur Bertani di Lahan Luas Sekitar Rumahnya

Mendapatkan sayuran dari kebun sendiri memang relatif lebih aman karena kita sendiri tidak menggunakan berbagai macam bahan kimia atau pestisida yang seringkali digunakan para petani untuk mengusir hama. Selain itu, biaya yang mudah dan mudah dilakukan pun menjadikannya semakin banyak digemari.

Dalam berkebun sayuran organik, Anda harus memperhatikan berbagai hal seperti media tanam dan nutrisi yang cukup untuk tanaman yang dirawat. Media tanam dapat berupa tanah di polybag atau pun di pot. Pemberian pupuk yang cukup pun akan menentukan subur tidaknya tanaman yang dimiliki.

Salah satu tanaman yang paling sering dirawat banyak orang adalah sayuran organik. Beberapa sayuran seperti sawi, bayam merah, tomat, kacang panjang, kangkung, dan kalian memang menjadi favorit karena selain nikmat untuk dimakan, kebutuhan masyarakat akan bahan sayur mayur tersebut pun sangat tinggi. Jadi, selain digunakan untuk konsumsi pribadi yang sehat, Anda bisa menjual sayur mayur tersebut kepada tetangga, kenalan, atau pun langsung dijual di pasar.

Beberapa tanaman pun memiliki jangka waktu tumbuh yang relatif pendek dan bisa dijadikan pilihan. Jadi, Anda bisa terus mendapatkan bahan makanan baru setiap harinya. Asalkan dirawat dengan baik, kualitas tanaman tersebut pasti akan baik pula.

Tanaman seperti bayam merah, selain mudah ditanam dan dirawat, juga memiliki masa panen yang lebih singkat yaitu hanya 3 minggu. Sementara untuk tanaman kangkung bangkok dan kacang panjang butuh waktu lebih lama, yaitu 4 minggu. Terlebih dari itu semua, berkebun memang menjadi sebuah kegiatan yang sangat menyenangkan dan menguntungkan.

Baca Juga: 7 Jenis Tanaman yang Cepat Panen dan Mudah Dibudidayakan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here