Home / Berita / Nasional

Kamis, 7 Desember 2017 - 21:35 WIB

Bisnis Keong sawah, Peluang Yang Menjanjikan ?

Mediatani.co — Hewan Keong sawah atau juga dikenal tutut belakang menjadi viral di media sosial (medsos). Bermula dari pernyataan kontroversial Menteri Pertanian Amran Sulaiman bahwa masyarakat agar segera beralih dari daging yang harganya terus naik ke komoditi lain yang proteinnya sama dengan daging.

Namun demikian, Hewan bercangkang yang berkembang biak di lahan sawah ini ternyata juga bisa menjadi salah satu peluang bisnis.

Sada Firdaus, seorang pengusaha keong sawah di Bogor, mengatakan bisa meraup antara Rp 15 juta-Rp 20 juta per bulan dari bisnis keong sawah. Sehari-hari, Sada adalah distributor keong sawah.

Baca Juga :   Jusuf Kalla : Produktivitas Pangan Harus Naik 3 Persen

Lantas, berapa modalnya jika ingin memulai bisnis keong sawah? Menurut Sada, modal yang perlu disiapkan paling tidak Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

Dana sebanyak itu digunakan untuk membeli alat-alat menangkap tutut.

“Kalau tutut itu enggak besar, paling Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Itu untuk kembangkan lagi beli serokan, dan perlengkapan seperti bak penampung,”  ujarnya, Rabu (6/12/2017).

Baca Juga :   Kabupaten Touna Sukses Ekspor Jagung dan Coconut Water Consentrat

Selain itu, modal tersebut juga bisa dipakai membiayai orang mencari tutut di sawah. Tujuannya, agar tutut bisa lebih banyak didapat.

“Karena kita hanya butuh pencari di situ dan keberanian untuk turun ke sawah,” kata Sada.

Bukan itu saja, modal tersebut juga bisa dipakai untuk berdagang tutut dalam bentuk menu masakan. Bumbunya adalah rempah-rempah sederhana dan tak sulit untuk diracik.

“Bumbunya pakai temu kunci, itu khas untuk tutut. Jahe sama kunyit, itu bumbu utamanya,” terang Sada.

 

Share :

Baca Juga

Nasional

Kesejahteraan Petani Grobogan Meningkat Berkat Pengembangan Korporasi Kedelai

Nasional

Pedagang Beras Cipinang Keluhkan Harga Eceran Tertinggi

Agribisnis

PB HMI : Stop Kampanye Hitam Produk Unggulan Pertanian Indonesia
Pemaparan Rektor IPB (dok. kementan)

Berita

Rektor IPB: Konsep Agromaritim 4.0 Ringankan Mentan Lawan Mafia

Berita

‘Anak Kandang Farm’, Wisata Edukasi hingga Belajar Beternak di Sidoarjo

Nasional

Demo Bergejolak, Presiden Jokowi Tinjau Kawasan Food Estate di Kalteng

Berita

Kembali lepas eksport benih pertanian, Mentan: Peluang di tengah perang dagang dunia

Nasional

Panen Raya Padi di Lombok Tengah, Mentan Dukung NTB Jadi Lumbung Pangan