Home / Berita / Nasional

Senin, 4 Desember 2017 - 21:43 WIB

BPS : NTP Petani Naik 0,28 Persen Di November 2017

Wanita tua di lahan sawah miliknya [Foto: tpamungkas.blogspot.co.id]

Wanita tua di lahan sawah miliknya [Foto: tpamungkas.blogspot.co.id]

Mediatani.co — Badan Pusat Statistik ( BPS) melaporkan Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada November 2017 sebesar 103,07 atau naik 0,28 persen dibanding NTP bulan sebelumnya yang sebesar 102.78.

Kenaikan NTP dikarenakan indeks harga yang diterima petani (lt) naik dari sebesar 131,59 persen menjadi 132,34 di november atau naik sebesar 0,57 persen.

“Naik month to month 0,28 persen. Jadi selama beberapa bulan terakhir menunjukkan kenaikan. Meskipun tidak tinggi sekali tapi merambat naik,” ungkap Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin (3/12).

NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani. NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani.

Baca Juga :   Garam Mahal, Ikan Asin Tidak Lagi Asing

Suhariyanto menjelaskan, indek harga tersebut lebih besar dari besaran kenaikan Indeks Harga yang Dibayarkan Petani (Ib) yang sebesar 0,29 persen. Diketahui Indeks Harga yang Dibayarkan Petani pada November 2017 sebesar 128,41, lebih tinggi dari Oktober 2017 sebesar 128,03.

Baca Juga :   NTP dan NTUP Petani Naik Signifikan Pada Periode Juni 2020

“Kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani sebesar 0,59 persen lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayarkan Petani yang 0,29 persen,” jelas dia.

Adapun untuk mengetahui NTP pada November 2017, BPS melakukan pemantauan harga-harga perdesaan di 33 provinsi di Indonesia. Dari pantauan itu, NTP Provinsi Riau mengalami kenaikan paling tinggi sebesar 1,95 persen dibandingkan kenaikan NTP Provinsi lain. Sedangkan NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan terbesar yaitu 1,73 persen dibandingkan penurunan NTP di provinsi lainnya.

 

Share :

Baca Juga

Berita

Inilah 10 Alasan Kenapa Pertanian Indonesia Tertinggal dari Thailand

Berita

Delusi Swasembada Pangan?

Featured

Peternakan Kecoak Atasi Lonjakan Limbah Sisa Makanan di Cina
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Bupati Blitar Rijanto

Nasional

Didampingi Bupati, Menteri Pertanian SYL Tanam Jagung di Blitar

Berita

Cak Imin : Kalau Tidak Bantu Petani, Bubarkan Saja Bulog

Berita

Sandiaga Uno Berharap Generasi Milenial All Out Di Sektor Pertanian – Agrinex 12th

Nasional

Meski Mengalami Deflasi, Petani Menilai Harga Bawang Merah Masih Stabil

Nasional

Raker Bareng Kementan, Komisi IV DPR Sindir Kebun Kelapa Sawit Ilegal di Kalteng