Buah Kering Ternyata Punya Banyak Kelebihan Loh, Ini Hasil Risetnya

  • Bagikan
Buah-buah kering
ilustrasi: Buah-buah kering

Mediatani – Bagi Anda yang suka mengonsumsi cemilan sehat, kini tidak harus lagi bergantung pada buah segar. Karena buah-buahan kering seperti kismis, kurma, plum atau buah ara ternyata tidak kalah menyehatkannya.

Melansir dari Science Daily, hasil riset yang dilakukan oleh seorang peneliti postdoctoral  bernama Valerie Sullivan di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, mengungkap bahwa buah kering dapat memberi dampak positif bagi kesehatan tubuh.

“Buah kering bisa menjadi pilihan yang bagus untuk camilan bergizi, tetapi konsumen setidaknya harus memastikan makanan (buah kering) ini tanpa pemanis atau tambahan gula,” kata Sullivan, Selasa, (1/12/2020).

Meskipun demikian, ia menyarankan agar memerhatikan porsi dari buah kering yang dikonsumsi. Pasalnya, ukuran porsi buah kering bisa rumit, karena satu porsi buah kering lebih kecil daripada satu porsi buah segar yang memiliki kandungan air.

Di sisi lain keringnya buah itu juga menjadi hal positif karena dapat memudahkan orang-orang untuk membawanya, bisa disimpan di rak dan dan harganya juga bisa lebih murah.

Sebelumnya, telah banyak hasil penelitian yang mengatakan, buah segar memiliki banyak kandungan nutrisi, termasuk serat, kalium dan beberapa bioaktif yang membuat jantung lebih sehat. Namun, mereka juga harus menerima fakta bahwa buah segar ketersediaannya terbatas, mahal dan cepat rusak.

Buah kering bisa mengatasi masalah para pengonsumsi buah itu, karena buah kering tersedia sepanjang tahun, kualitasnya lebih konsisten dan memiliki daya tahan simpan yang lebih lama daripada buah segar.

“Bentuk buah kering diproses secara minimal, termasuk dibekukan, kalengan, dan dikeringkan, memiliki beberapa keunggulan dibandingkan buah segar,” ungkap Kristina Petersen, seorang asisten profesor ilmu gizi di Texas Tech University.

Dalam studi yang dilakukan, tim menggunakan data Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional yang melibatkan 25.590 peserta. Selain menanyakan makanan yang mereka konsumsi selama 24 jam terakhir, peneliti juga meminta informasi indeks massa tubuh, lingkar pinggang dan tekanan darah peserta.

Dia dan tim menemukan, responden yang mengonsumsi buah kering memiliki pola makan yang lebih sehat daripada mereka yang tidak. Mereka juga cenderung memiliki indeks massa tubuh yang lebih rendah,

Setelah menganalisa data yang terkumpul, peneliti mengetahui bahwa rata-rata orang yang mengonsumsi buah kering memiliki pola makan yang lebih sehat daripada mereka yang tidak. Indeks massa tubuh mereka juga cenderung lebih rendah, begitu juga lingkar pinggang, dan tekanan darah sistoliknya.

“Yang juga menarik bagi saya dari penelitian ini adalah bahwa orang cenderung makan lebih banyak buah pada hari mereka makan buah kering. Saat buah kering tidak dimakan, asupan buah segar ternyata tidak lebih tinggi,” ungkap Sullivan.

Sehingga, menurutnya, orang yang tidak makan buah dalam jumlah yang disarankan dapat meningkatkan asupan buahnya secara keseluruhan.

Para peneliti juga menemukan, hari-hari dimana responden memakan buah kering, asupan karbohidrat total, lalu serat, kalium, lemak tak jenuh ganda, dan kalori total secara keseluruhan lebih tinggi.

“Dalam penelitian kami, orang yang mengonsumsi buah kering memiliki asupan kalori yang lebih tinggi tetapi BMI dan lingkar pinggang lebih rendah yang menunjukkan mereka lebih aktif secara fisik,” kata Penny Kris-Etherton, Profesor Ilmu Gizi Universitas Evan Pugh.

Oleh karena itu, untuk mendapat manfaat optimal dari buah-buah kering itu, sebaiknya perhatikan kalorinya dan pastikan makanan yang diganti adalah makanan bergizi rendah.

  • Bagikan