5 Panduan Cara Menanam Jengkol Mudah di Lahan Terbatas

Jengkol seringkali diolah menjadi berbagai menu masakan dengan cita rasa yang sangat gurih. Minat terhadap jengkol semakin hari kian meningkat. Hal ini menjadi bukti bahwa budidaya jengkol memiliki prospek usaha yang sangat menjanjikan. Cara menanam jengkol ini pun terbilang mudah. Para petani inspiratif telah sukses bertanam jengkol, salah satunya dengan menggunakan bijinya yang sudah tua. Perlu untuk anda ketahui, biasanya banyak biji jengkol yang jatuh di sekitar pohonnya yang nantinya akan tumbuh tunas.

Jengkol menjadi salah satu jenis tanaman yang memiliki harga tinggi. Hal ini menjadi inspirasi petani pemula untuk mencoba membudidayakannya dan berharap mendapatkan keuntungan besar. Cara menanam jengkol bisa anda lakukan secara maksimal dengan memperhatikan kadar penyinarannya. Jengkol memerlukan kadar penyinaran yang tinggi sepanjang hari. Maka dari itu, pastikan lahan tanam jengkol anda tak tertutup dari sinar matahari. Pohon jengkol ini juga membutuhkan pasokan air yang tinggi.

Cara Menanam Jengkol

Pohon jengkol atau jering bisa tumbuh dimana saja serta tidak memerlukan lahan khusus. Meski begitu, perlu diperhatikan waktu mulai penanaman jengkol tersebut. Berdasarkan pengamatan, pohon jengkol bisa lebih mudah berkembang jika ditanam di awal musim hujan. Berikut kami bagikan cara menanam jengkol mudah yang bisa anda praktekkan sendiri.

Persiapan Bibit Jengkol

Siapkan batang bawah dari hasil semaian biji, atau bisa juga dari biji jengkol yang tumbuh liar. Kemudian masukkan bibit semaian biji jengkol ke polybag berukuran besar. Setelah itu, carilah tunas dari salah satu pohon jengkol yang telah berbuah. Sayatlah kulit batang pohon jengkol hasil semaian tersebut dengan ukuran tertentu. Sayat juga kulit tunas dari pohon jengkol yang sudah berbuah dengan ukuran sama. Tempelkan sayatan tunas dari pohon jengkol yang sudah berbuah ke pohon jengkol hasil semaian yang dipilih sebagai pohon bawah. Kemudian ikatlah dengan tali supaya kedua sayatan bisa menyatu.

Persiapan Lahan Tanam

Ketika bibit telah disiapkan, kini anda lanjut ke pengolahan lahan tanamnya. Adapun caranya yaitu dengan membuat lubang tanam berukuran 40 cm x 40 cm x 40 cm di lahan tanam. Setelah itu, buat juga jarak antar lubang tanam kurang lebih sekitar 5-6 meter. Lalu anda isi lubang tanam dengan pupuk kandang sampai 2/3 bagian lubang tanam. Biarkan lubang tanam kurang lebih selama 1 bulan supaya pupuk kandang tersebut benar-benar meresap dan menambah unsur hara dalam tanah.

Penanaman Bibit Jengkol

Apabila bibit jengkol sudah menghasilkan tunas, maka langkah selanjutnya ialah memindahkan bibit ke lahan tanam permanen yang disiapkan. Anda buka polybag semaian dengan merobek secara perlahan. Lalu masukkan bibit jengkol ke lubang tanam yang sudah disiapkan. Setelah itu, tutup kembali lubang dengan cara menggunakan sisa tanah dan padatkan. Lakukan hal yang sama hingga semua lubang tertanami. Ada baiknya, anda lakukan penyiraman sesaat setelah penanaman tanaman jengkol tersebut selesai dilakukan.

Perawatan Tanaman Jengkol

Sebenarnya tanaman jengkol tak membutuhkan perawatan secara khusus. Meski begitu, lebih baik lakukan penyiangan atau pembersihan. Bersihkan gulma yang terdapat di sekitar pohon jengkol. Tak hanya itu saja, anda juga perlu lakukan pemupukan pada tanaman jengkol yang telah berumur 6 bulan setelah penanaman.

Pemanenan Jengkol

Buah jengkol bisa dipanen setelah berumur 4-5 tahun. Apabila jengkol berasal dari penanaman menggunakan okulasi. Waktu pemanenannya akan lebih singkat jika dibandingkan dengan penanaman menggunakan generatif atau penanaman dari biji.