Mediatani – Produk hortikultura khususnya sayuran, ternyata berpotensi mendatangkan devisa negara. Pasalnya, masyarakat dari berbagai mancanegara sangat meminati jenis sayuran di tanah air. Seperti varietas kubis manis dari Tulungagung ini, tak disangka mampu menembus pasar Taiwan.

Celah ekspor tersebut ditemukan oleh Andrea Subhan, warga asli dari Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Seorang petani sekaligus pengusaha itu mampu meraup omzet hingga Rp2 miliar setiap minggunya berkat tanaman kubis manis.

Keberhasilan Andre menjadi pemasok sayuran ini berawal ketika dirinya meneruskan usaha sang ibu yang mengelola lahan kubis manis di Tulungagung sejak tahun 2017. 

Dia kemudian mendirikan perusahaan CV. Karunia Alam untuk menjadi distributor sayuran. Hingga kini, ia memiliki beberapa gudang yakni di Poncokusumo, Kabupaten Malang serta di Kabupaten Jember bagian selatan. 

Adapun varietas kubis manis yang dibudidayakan oleh Andrea adalah jenis summer autumn. Kubis manis hasil budidaya Andrea itu memang sangat diminati di Taiwan. Maka wajar saja jika sayuran yang dikirim adalah sayuran dengan kualitas terbaik yang diseleksi secara ketat. 

Berat kubis yang mencapai 1,8 kilogram ke atas yang tergolong memenuhi syarat. Dalam sehari, Andrea mampu memanen sekitar 30 ton kubis manis dengan jumlah 22 ton untuk ukuran satu kontainer.

“Kubis manis, summer autumn. (Keunggulannya) Dari segi berat lebih berat kubis tawar terus varietas ini yang paling diminati di Taiwan. Saya ekspor sejak tahun 2017,” ungkap Andre dilansir dari Jatimtimes, Kamis (3/9/2020). 

Untuk membudidayakan kubis manis ini, kontur dan kesuburan tanah cukup berpengaruh terhadap hasil panen. Di Tulungagung, varietas tersebut dapat tumbuh baik karena memiliki struktur tanah lebih rendah dan datar serta cuaca yang panas. 

Sebelumnya, Andre pun pernah melakukan percobaan untuk menanam kubis manis di tanah Poncokusumo, Kabupaten Malang. Akan tetapi hasil yang didapat tidak sesuai dengan harapan.

“Beda hasilnya, sudah pernah (ditanam disini). Ya pokoknya bedanya pertumbuhannya tidak bisa seperti di Tulungagung lah,” ujarnya.

Omzet hingga Rp2 miliar per minggu

Hasil budidaya kubis manis Andre di Tulungangung kemudian dijual seharga seharga Rp3.800 per kilogramnya di pasar Taiwan. Dalam sehari, ia mampu mengekspor ke Taiwan sebanyak 7 kontainer sehingga total ada 154 ton.

“Seminggu omzet saya sekitar Rp2 miliar. Karena saya kan kirimnya 3 varietas diantaranya kubis manis, sawi putih, dan selada,” ujar Andrea yang dikutip dari Kumparan (04/10/2020).

Selain Tulungagung, Andrea juga menanam kubis manis di tempat yang berbeda-beda, yakni kubis tawar di Jember, dan sawi di Batu. Semuanya kemudian dikumpulkan di gudang sayuran yang terletak di Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. 

Kesuksesannya menembus pasar Taiwan membuat Andrea menyita perhatian banyak orang hingga menjadi salah satu tempat kunjungan oleh Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo.

Terkait peluang ekspor kubis manis, Andrea mengatakan hanya dirinya putra daerah di Jawa Timur yang berhasil masuk ke pasar Taiwan hingga saat ini. Ini artinya, potensi masih terbuka lebar.

Untuk yang lain lebih didominasi oleh pengusaha-pengusaha di luar Jawa Timur. Bahkan menurut pernyataan Andre, terdapat pengusaha dari Taiwan juga yang melakukan usaha ekspor sayuran ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here