Home / Berita / Nasional / Peternakan

Minggu, 17 Januari 2021 - 18:30 WIB

Daripada Ternak Mati, Warga Kalasey Minahasa Pilih Lepas Ternak Saat Banjir

ternak babi dilepaskan warga saat banjir/ist

ternak babi dilepaskan warga saat banjir/ist

Mediatani – Ketika benacana banjir melanda Kalasey, Kabupaten Minahasa, rata-rata warga yang beternak di sana memilih untuk melepaskan ternak babi mereka.

Hal itu dilakukan lantaran tidak ingin ternak-ternak mereka terbawa arus dan hanyut ditelan banjir.

Christo Londok seorang warga yang tinggal di situ mengaku, perlakuan melepas ternak memang sudah sering dan sudah lama dilakukan peternak apalagi saat banjir.

“Warga di sini memilih untuk melepas ternaknya karena takut akan mati saat banjir,” aku dia, Sabtu, (16/1/2021) dikutip dari Tribunmanado.co.id, Minggu, (17/1/2021).

Dia menuturkan jika air sudah mulai surut baru kemudian warga mulai kembali menangkap ternak-ternak mereka.

“Memang harus dikejar, karena banyak ternak yang sampai ke jalan raya,” tuturnya.

Meski begitu, dirinya sendiri berharap agar cuaca semakin membaik agar tidak terjadi banjir lagi.

“Semoga hujan segera berhenti, agar tak ada lagi banjir,” tegasnya.

Usai banjir, Warga Kalasey, Kabupaten Minahasa pun harus bekerja keras lagi untuk mengejar ternak-ternak babi milik mereka yang kadang lari hingga ke jalan raya.

Banjir sebelumnya yang melanda Kota Manado itu membuat banjir di beberapa titik tak terkecuali di Kalasey.  Maka dari itu, peternak yang tak mau ternaknya mati sia-sia dalam kandang, memilih melepaskannya.

Baca Juga :   Aplikasi Agribisnis Agrokompleks, Inovasi Baru dari Kabupaten Sidrap

Sementara itu kejadian banjir akibat curah hujan sangat tinggi di wilayah pegunungan seputaran Kecamatan Pekutatan, Jembrana Bali menyebabkan air sungai Yeh Satang Desa Medewi meluap.

Akibatnya sungai yang meluap itu menyebabkan banjir bandang, rumah-rumah warga banyak yang terendam banjir, bahkan di antaranya terbawa arus banjir. Tidak hanya rumah, hewan ternak pun ikut terbawa arus banjir.

Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa menuturkan pihaknya pun telah menerjunkan tim tanggap bencana Polres Jembrana untuk menyelamatkan masyarakat dari bencana banjir bandang.

“Kita langsung terjunkan tim tanggap bencana untuk menyelamatkan warga, untuk menghindari adanya korban jiwa,” ujar dia di Jembrana, Bali, Jumat (15/1/2021), dikutip dari situs berita liputan6.com, Minggu, (17/1/2021).

Akibat banjir bandang itu juga akses antara desa banjar Loloan Kampung Lebah, Desa Medewi dan Jalan utama Desa Medewi terputus.

“Akses jalan sepanjang 300 meter amblas tergerus banjir sepanjang. Banjir juga membawa sampah kayu kering dari pegunungan,” ujarnya.

Kerugian yang diakibatkan banjir itu hingga ratusan juta rupiah, banyak hewan ternak milik warga juga terbawa banjir bandang yang mana masyarakat belum sempat menyelamatkan hewan ternaknya.

“Kerugian atas kerusakan rumah, dapur, 2 doser diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Sementara jalan desa yang menghubungkan jalan utama menuju desa Medewi putus akibat banjir sepanjang 300 meter,” tuturnya.

Baca Juga :   PPN/Bappenas Rangkul Perguruan Tinggi dan Swasta Dukung Ketahanan Pangan di Sulut

Beruntung dalam kejadian itu tidak menelan korban jiwa.

Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf Hasrifuddin Haruna turut melihat langsung kondisi kerusakan rumah warga.

Pihaknya pun langsung memberikan bantuan sembako kepada korban banjir.

“Mudah-mudahan musibah ini merupakan yang terakhir yang menimpa masyarakat di wilayah Kabupaten Jembrana,” ujarnya.

Keterangan lainnya dari Kapolsek Pekutatan Kompol Gusti Agung Komang Sukasana menjelaskan, bencana itu menyebabkan satu rumah hilang diterjang banjir dan satu rumah rusak bagian pondasi.

Tidak sampai di situ, 7 ekor sapi dan 4 kambing milik warga yang ditambatkan di pinggir sungai pun hanyut.

Warga dan petugas pun telah menemukan tiga sapi milik warga yang ditemukan dalam kondisi mati.

“Enggak ada korban jiwa, satu rumah hilang terbawa air, dan satunya fondasi hancur, kemudian jalan desa putus,” kata Agung, saat dihubungi, Jumat (15/1/202), dikutip dari Kompas.com, Minggu, (17/1/2021).

Saat ini, ujar dia, lalu lintas di sana pun sudah lancar setelah petugas membersihkannya. Para petugas dan warga setempat juga masih terus membersihkan areal rumah yang terdampak. Kerugian yang tercatat akibat banjir bandang ini diperkirakan sekitar Rp 50 juta. (*)

Share :

Baca Juga:

Nasional

Peringati HUT RI ke-75, Ini Cara Para Petani Probolinggo Menggelar Upacara

Berita

Tembus Pasar Jepang, Jengkol Sumbar Menambah Rentetan Komoditas Ekspor Indonesia

Berita

DPD RI : Kebijakan Pangan Belum Terintegrasi

Berita

Pakar UGM Bantah Jambu Kristal Putih Sebagai Penangkal Covid-19

Berita

Kehadiran Anjing Liar Dingo Berdampak pada Lahan Pertanian di Australia
Aksi Tolak Reklamasi

Nasional

Massa Tolak Reklamasi Lempari Kantor Anies Baswedan Dengan Ikan Busuk

Berita

Pastikan Ketersediaan Pangan, Kulon Progo Kembangkan Sentra Produksi Ikan

Berita

Indonesia Bakal Punya Shrimp Estate Seluas 10.000 Ha