Doyan Makan Kacang Mete? Waspadai Efek Sampingnya

  • Bagikan

Mediatani – Kacang mete merupakan salah satu camilan yang banyak digemari karena rasanya yang begitu krispi dan nikmat. Apalagi, ketika Lebaran tiba banyak orang yang memilih menyuguhkan makanan ini karena praktis untuk dihidangkan.

Namun dibalik rasanya yang disukai banyak orang itu, ternyata ada efek samping yang tidak main-main dan bisa saja kamu rasakan.

Dilansir dari Live Strong, kacang mete mengandung lemak dan kalori yang tinggi sehingga dapat menyebabkan penambahan berat badan.

Ketika dikonsumsi dalam jumlah sedang, kacang mete dapat menjadi cemilan bergizi saat diet. Seperti kacang-kacangan pada umumnya, kacang mete merupakan sumber lemak sehat, serat, protein, vitamin, mineral, dan fitokimia antioksidan yang baik.

Namun seperti kacang pada umumnya pula, kacang mete tinggi lemak yang membuatnya tinggi kalori. Lemak merupakan sumber kalori yang lebih terkonsentrasi daripada karbohidrat atau protein.

Sehingga, kamu hanya bisa memakan sedikit kacang mete dalam satu waktu. Satu porsi kacang adalah 1 ons atau sekepal tangan.

Satu ons kacang mete (sekitar 18 kacang sedang, menurut Cleveland Clinic) mengandung 157 kalori. Itu bukan jumlah yang besar (sekitar 8 persen dari total kalori harian untuk diet 2.000 kalori pada umumnya). Namun realitanya, sangat mudah untuk memakan lebih dari 18 kacang mete dalam sekali makan tanpa menyadarinya.

Baca Juga :   Perdalam Ilmu Pertanian, DKM Al-Hidayah Berkunjung ke Pesantren Al-Ittifaq

Hal inilah yang dapat meningkatkan kalori dengan cepat dan membuat porsi yang lebih besar dari kalori harian.

Misalnya, jika kamu mengonsumsi 3 ons atau 5 ons kacang mete sekaligus, itu akan menjadi 471 atau 785 kalori (23,5 atau 39 persen dari diet 2.000 kalori pada umumnya).

Jika kamu mengonsumsi dalam jumlah yang banyak, itu artinya kamu akan melebihi kebutuhan kalorimu untuk hari itu. Apalagi jika kamu mengonsumsi makanan lain tanpa memperhitungkan jumlah kalorinya.

Melakukan hal itu dapat menyebabkan penambahan berat badan. Semakin banyak kalori yang kamu konsumsi melebihi kebutuhan harian tubuhmu, maka semakin memungkinkan berat badanmu akan bertambah.

Jika dibandingkan dengan kacang yang lain, kacang mete memiliki protein sedikit lebih kecil daripada almond dan kenari, dan sedikit lebih banyak karbohidrat dalam bentuk gula alami.

Almond memiliki lebih banyak kalori, dengan 162 per ons, namun kacang ini juga memiliki lebih banyak serat – 3,5 gram per ons dibandingkan dengan kurang dari 1 gram per ons kacang mete.

Serat makanan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, mulai dari membantu mengontrol berat badan hingga menurunkan kolesterol.

Baca Juga :   Arahkan THL Ikut Tes PPPK Penyuluh Pertanian, Cara Kementan Sejahterakan THL

Dengan meningkatkan asupan serat, kamu dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, sembelit, dan kanker usus besar.

Kandungan lemaknya pun juga berbeda tergantung jenis kacangnya. Kacang mete memiliki lebih banyak lemak jenuh daripada almond dan kenari, yang keduanya lebih tinggi lemak tak jenuh.

Lemak jenuh memang sering dipandang negatif, namun yang menjadi perhatiannya yaitu sebagian besar lemak jenuh adalah lemak hewani yang memiliki rantai atom karbon yang lebih panjang.

Faktanya, kacang mete memiliki banyak manfaat yang baik untuk kesehatan. Mulai dari mencegah kanker, memelihara kesehatan jantung, menurunkan berat badan, mencegah hipertensi, hingga menjaga kekuatan rambut.

Banyaknya manfaat kacang mete tersebut bisa kamu dapatkan jika mengonsumsi kacang mete dengan benar.

Jika kamu sering mengonsumsi kacang mete dengan cara digoreng dan ditambahi taburan garam, sebaiknya mulai sekarang biasakanlah untuk mengonsumsi kacang mete dengan cara dipanggang tanpa tambahan taburan garam.

Mengonsumsi kacang mete dengan cara tersebut dapat meminimalisir efek samping yang bisa saja kamu dapatkan dalam mengonsumsi kacang mete dan malah membantumu mendapatkan manfaatnya. Namun ingatlah untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar.

  • Bagikan