Ingin Menambah Penghasilan dengan Budidaya Jamur Tiram? Begini Caranya

  • Bagikan
Jamur Tiram
Budidaya Jamur Tiram

Mediatani – Jamur tiram termasuk jenis jamur yang banyak dibudidayakan sebab tingginya jumlah permintaan jamur tiram di Indonesia. Hal inilah yang membuat banyak orang yang menekuni budidaya jamur tiram dengan harapan dapat meraih keuntungan yang tinggi.

Namun sayangnya, tidak sedikit yang akhirnya merugi karena belum mengetahui bagaimana cara membudidayakan jamur ini dengan baik.

Lalu, bagaimanakah cara budidaya jamur tiram anti gagal yang cocok untuk pemula? Melansir dari Liputan6, berikut langkah budidaya jamur tiram yang bisa dicoba bagi pemula.

Siapkan Kumbung

Kumbung atau rumah jamur merupakan tempat untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur yang berupa bangunan atau ruangan. Biasanya kumbung diisi dengan rak-rak untuk meletakkan baglog atau media tanam bibit jamur tiram. Ruangan ini sangat berperan dalam menjaga suhu dan kelembapan.

Kumbung dapat terbuat dari bambu atau kayu, dindingnya terbuat dari papan, dan menggunakan genteng. Sebaiknya hindari penggunaan atap asbes atau seng sebab akan mendatangkan panas dan mengurangi kelembapan.

Lantai kumbung dapat menggunakan tanah agar air yang digunakan untuk menyiram jamur dapat meresap dan menjaga kelembapan.

Rak yang digunakan dalam kumbung memiliki tingkatan-tingkatan yang berfungsi untuk menyusun baglog, tingkatan rak biasanya hanya 2-3 tingkat saja. Rangka rak biasanya terbuat dari bambu atau kayu dan diletakkan berjajar dengan jarak untuk memberikan ruang dalam merawat jamur.

Sebaiknya ukuran kumbung tidak kurang dari 40 cm. Lebar rak 40 cm dan panjang setiap ruas rak 1 meter. Ruas rak sebesar ini mampu menyimpan 70-80 baglog. Banyaknya rak ditentukan dengan jumlah baglog yang akan dibudidayakan.

Baca Juga :   Keberpihakan Pemerintah Pada Petani Sawit Patut Dipertanyakan

Namun, sebelum mamasukkan baglog ke kumbung, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan.

Pertama, bersihkanlah kumbung dan rak-rak dari kotoran.

Kedua, lakukan pengapuran dan penyemprotan dengan fungisida di bagian dalam kumbung dan diamkan selama 2 hari sebelum baglog dimasukkan ke kumbung. Hal ini untuk meminimalisir tumbuhnya jamur lain di media yang disiapkan.

Terakhir, saat aroma fungisida sudah hilang, kamu sudah bisa memasukkan baglog yang sudah siap untuk ditumbuhkan yang ditandai dengan seluruh permukaannya sudah tertutupi dengan serabut putih.

Menyiapkan Baglog

Jamur tiram merupakan jamur kayu sehingga bahan utama dari baglog adalah serbuk gergaji. Baglog dibungkus menggunakan plastik berbentuk silender, salah satu ujungnya diberi lubang yang akan menjadi tempat jamur tumbuh dan menyembul keluar.

Kamu dapat membuat baglog sendiri atau membelinya dari pembudidaya jamur.

Cara Merawat Baglog

Kamu dapat menyusun baglog dalam rak dengan 2 cara, yaitu dengan diletakkan secara vertikal dengan lubang baglog menghadap ke atas dan horizontal dengan lubang baglog menghadap ke samping.

Kedua cara ini memiliki kelebihannya masing-masing. Jika disusun secara horizontal menjadi lebih aman dari siraman air karena air tidak akan masuk ke baglog jika penyiraman berlebih, melakukan panen pun lebih mudah. Namun, penyusunan horizontal ini lebih banyak memakan ruang.

Sebelum menyusun baglog, buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog dan diamkan kurang lebih lima hari. Bila lantai terbuat dari tanah, lakukan penyiraman untuk menambah kelembapan.

Baca Juga :   Cara Membuat Sabun Insektisida, Pembasmi Hama Ramah Lingkungan

Kemudian potong ujung baglog untuk memberikan ruang tumbuh lebih lebar, biarkan selama tiga hari. Hindari menyiram baglog secara langsung, cukup siram lantainya saja.

Penyiraman dilakukan dengan sprayer dan sebaiknya membentuk kabut, bukan tetesan-tetesan air. Makin sempurna pengabutan, maka makin baik kelembapannya. Penyiraman dilakukan 2-3 kali sehari, tergantung suhu dan kelembapan kumbung. Kamu tetap perlu menjaga suhu pada kisaran 16-24 derajat celsius.

Memanen Jamur Tiram

Jika permukaannya baglog yang digunakan telah tertutup sempurna dengan miselium (terlihat seperti benang-benang halus), normalnya jamur akan tumbuh dan sudah bisa dipanen dalam waktu 1-2 pekan sejak pembukaan tutup baglog. Baglog jamur bisa dipanen 5-8 kali, jika perawatan dilakukan dengan baik.

Baglog dengan berat sekitar 1 kilogram dapat menghasilkan jamur sebanyak 0,7-0,8 kilogram. Baglog yang telah digunakan bisa dibuang atau dijadikan bahan kompos.

Panen dilakukan jika jamur telah mekar dan membesar, tepatnya jika ujung-ujungnya sudah terlihat meruncing. Namun, tudungnya belum pecah dan warnanya masih putih bersih.

Panen harus dilakukan tepat waktu, sebab jika  panen lewat setengah hari saja, warna jamur menjadi agak kuning kecokelatan dan tudungnya akan pecah. Jika sudah seperti ini, jamur akan cepat layu dan tidak tahan lama. Jarak panen pertama ke panen berikutnya berkisar 2-3 pekan lagi.

Itulah cara budidaya jamur tiram yang bisa dilakukan bahkan oleh pemula sekalipun. Tertarik untuk mencobanya?

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani