Home / Nasional

Jumat, 10 Juli 2020 - 14:33 WIB

Ini Langkah Kementan Dalam Menghadapi Dampak Pandemi

Mentan, Syahrul Yasin Limpo berbicara dalam kegiatan Focus Grou Discussion (FGD) bersama Komisi IV DPR

Mentan, Syahrul Yasin Limpo berbicara dalam kegiatan Focus Grou Discussion (FGD) bersama Komisi IV DPR

Mediatani – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengaku sudah menyusun langkah-langkah antisipasi dampak wabah pandemi Covid 19 selama dua tahun kedepan. Hal ini disampaikan Mentan saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2020.

“Mengurusi pertanian bukan hanya menghadapi cuaca saja, tetapi banyak persoalan-persoalan yang muncul. Untuk itu program kita sudah harus siap,” katanya

Menurut Mentan, program-program Kementan sudah sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo yang sangat konsistensi melihat permasalahan yang ada di tanah air.

Baca Juga :   Aktivis Sebut Meikarta Skenario China Hancurkan Sektor Pertanian di Indonesia

Meski demikian, memberi makan pada 267 juta rakyat Indonesia tidaklah mudah. Karena itu, Mentan mengaku pihaknya tidak bisa berjalan sendiri.

Yang pasti, harus ada dukungan dari semua pihak dan para pemangku kepentingan pembangunan pertanian untu merealisasikan semua target dan program lima tahun ke depan.

“Tugas Saya adalah membantu kepentingan rakyat kecil. Jangan sampai rakyat kecil semkain menderita,” katanya.

Walau begitu, Mentan menyampaikan bahwa cadangan pangan nasional, khususnya untuk beras masih memiliki stok hingga dua tahun ke depan. Dalam menjaga stok beras, Syahrul mengaku sudah memiliki gudang-gudang penyimpanan yang memadai di seluruh Indonesia.

Baca Juga :   DPR RI Minta Kemenkes – Kementan Secepatnya Garap Produk Eukalyptus

Sebagai informasi, ada lima fokus kerja Kementan dalam mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial pasca pandemi covid-19.

Program tersebut antara lain, program ketersediaan akses dan konsumsi pangan berkualitas (program spesifik), program nilai tambah untuk daya saing industri (program lintas K/L), program riset dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi (program lintas K/L), program pendidikan dan pelatihan vokasi, dan program dukungan manajemen.

Share :

Baca Juga

Area tambang pt freeport indonesia

Berita

Menyoal Divestasi Saham PT Freeport, PB HMI Meminta Pemerintah Tinjau Kembali

Berita

Pertanian Organik Wujudkan Swasembada Pangan
Pembicara media gathering IFADS 2019

Berita

Cara Memenuhi Kebutuhan Pangan 300 Juta Penduduk Indonesia di Tahun 2030

Agribisnis

Petani di Ciamis Gembira Terima Bibit Durian Langsung Sampai dari Presiden Jokowi

Nasional

Bupati Siak Alfredi : Saya Puas, Hasil Panen Perdana Padi Tahun ini Jauh Lebih Baik

Nasional

Hari Tani, Kelompok Massa Gelar Aksi Serentak di Berbagai Daerah

Nasional

Fasilitas Dermaga Kurang, Peternak Lempar Sapi ke Laut

Berita

Kampanyekan Diversifikasi Pangan, Mentan Ajak Masyarakat Konsumsi Non Beras