Inovasi di Tengah Pandemi, Bripka Dirhamsyah Beternak Ayam Petelur dan Madu Kelulut

  • Bagikan
Upaya polri dalam memutus mata rantai covid 19 dan membina masyarakat/Via Tribun Pontianak/IST

Mediatani – Polri tentunya berperan dalam membina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas). Selain itu, juga berupaya memutus mata rantai Covid-19 melalui edukasi dna sebagainya.

Namun tenyata tidak berhenti di situ, Polri juga mengantisipasi dampak pandemi Covid-19 dan upaya mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan. Maka dari itu, realisasinya Polri pun melakukan inovasi–inovasi.

Hal itu dilakukan dengan cara melakukan mengembangkan usaha beternak ayam petelur dan ternak madu kelulut.

Usaha ini dikembangkan oleh Bripka Dirhamsyah Personil Polres Melawi yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Polsek Nanga Pinoh di Desa Kelakik Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi.

Melansir, Sabtu (27/3/2021) dari laman pontianak.tribunnews.com, ia mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan merupakan suatu bentuk partisipasi polri dalam rangka memelihara ketahanan pangan, sehingga dengan hal itu dapat memenuhi kebutuhan telur ayam di Kecamatan Nanga Pinoh.

“Ini merupakan salah satu bukti kerja nyata yang dilakukan anggota Polri untuk memenuhi kebutuhan telur di tengah-tengah masyarakat. Lahan yang ada harus dimanfaatkan untuk dikembangkan. Karena ini sangat bermanfaat dan ini bisa memberikan dampak nilai ekonomis” Ucap Dirhamsyah saat ditemui di Kediamanya, Kamis 25 Maret 2021, lalu.

Menurutnya, motivasi beternak ayam petelur dan madu kelulut ini adalah untuk menginspirasi masyarakat supaya bisa menambah pemasukan keuangan dengan memanfaatkan lahan yang kecil.

Baca Juga :   Atasi Krisis Pangan, Masyarakat Korut Ternak Angsa Hitam Hingga Kelinci

“Awalnya saya hanya coba-coba untuk menginspirasi masyarakat di masa pandemi Covid 19 ini. Untuk memmanfaatkan lahan pekarangan rumah supaya bisa menghasilkan dan untuk menambah pemasukan keuangan”

“Hingga saat ini saya memelihara seratus lima puluh ekor ayam petelur dan hasilnya cukup untuk menambah gaji bulanan. Dari seratus lima puluh ekor yang saya ternak bisa menghasilkan keuntungan seratus sampai seratus lima puluh ribu perhari” jelas dia.

“Untuk Madu kelulut, saya baru mulai ternak. Ada tujuh sarang yang saya ternak dan sudah ada dua sarang yang menghasilkan madu. Sementara untuk hasilnya masih untuk konsumsi sendiri” katanya lagi.

Sementara, untuk desa binaannya di Dusun Sebaju Desa Kebebu sudah ada yang menghasilkan madu kelulut untuk diperjual belikan. Juga saat ini, sarang kelulut yang sudah ada di Dusun Sebaju ada 300 lebih sarang” sebutnya.

Kapolres Melawi AKBP Sigit Elianto Nurharjanto, melalui Paur Humas Polres Melawi Bripka Arbain menuturkan bahwa Bhabinkamtibmas harus bisa menjadi contoh dan tauladan untuk masyaraklat di desa binaannya juga  harus bisa melakukan inovasi demi kemajuan Desa Binaannya.

“Anggota Bhabinkamtibmas melakukan inovasi untuk memberikan contoh kepada warga binaannya. Kami berharap inovasi yang dilakukan Bripka Dirhamsyah bisa menjadi inspirasi bagi personil lainnya untuk terus berbuat, berinovasi membangun ketahanan pangan di masing-masing desa binaanya. Sehingga bisa lebih bermanfaat bagi dirinya sendiri dan masyarakat,” harapnya.

Baca Juga :   Permintaan Pakan Ternak Diprediksi Naik 20 Persen saat Ramadhan dan Lebaran

Selain Bripka Dirhamsyah, ada juga Brigadir Antonius. Sosok anggota polisi dari Polres Bangka Tengah ini tampak telaten mengambil satu persatu telur puyuh hasil ternak unggas peliharaannya dengan bantuan satu tangkai kayu.

Kandang persegi panjang yang berada di samping halaman rumahnya itu dibuat secara bertingkat menjadi tempat untuk menampung sekitar 300 burung puyuh di dalamnya.

Setiap harinya, di sela-sela kesibukannya sebagai bhabinkamtibmas di Kelurahan Koba, ia selalu menyempatkan waktu untuk memberi makan dan merawat ternak peliharaannya.

Diakui Antonius, menekuni bisnis unggas ini bermula saat dirinya iseng dan mulai tertarik untuk mencoba bisnis ternak sembari menyalurkan hobinya merawat binatang, khusus jenis unggas yang sudah disukainya sejak kecil.

“Awalnya saya memang suka unggas dan kebetulan ada teman yang juga jalani bisnis ternak ini, terus karena saya suka unggas akhirnya saya coba-coba karena saya lihat peluang dan keuntungannya juga lumayan,” ungkap Antonius kepada Bangkapos.com, Rabu (17/3/2021), melansir, Kamis (18/3/2021) dari situs bangkapos.com. Baca selengkapnya dengan klik di sini. (*)

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani