Mediatani – Kelompok Petani Milenial dan mandiri asal Cibodas, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat kembali membuat gebrakan. Demi menangkap peluang pasar dan mengurangi kebutuhan tomat impor berjenis Tomat Beef, kelompok tani ini berinovasi menanam varitas tomat berkualitas impor.

Tanaman Tomat Besar atau Tomat Beef berhasil ditanam dan dibudidayakan oleh Kelompok tani yang diprakarsai Kelompok Tani Macakal.

“Inovasi kami ini untuk mengurangi ketergantungan impor Tomat Beef dari luar untuk kebutuhan resto siap saji, dengan kami mampu menyediakan kebutuhan tomat impor bagi mereka, kini kita tak lagi impor Tomat Beef,” Ketua Kelompok Tani Macakal, Triana Atri, dalam keterangan tertulis di Bandung, Minggu (26/7/2020)

Eksperimennya dengan menanam Tomat Beef menjadi peluang yang ditangkap para petani Cibodas. Sebab, pasar Tomat Beef cukup bagus karena selama ini Tomat Beef banyak diimpor untuk kebutuhan restoran siap saji.

Menurut Antri, untuk mewujudkan tanaman Tomat asal Belanda tersebut para petani mendatangkan benihnya langsung dari negeri kincir angin. 

“Benihnya langsung kami impor dari Belanda agar kami mendapatkan tanaman yang asli dari sana,” kata petani muda ini.

Menariknya, para petani muda ini juga mempelajari dan mengadopsi pola menanam yang dilakukan petani disana hingga bisa menghasilkan Tomat Beef tak ada bedanya dari Tomat Beef impor asal negara luar.

Triana Atri mengaku kelompok tani nya telah menaman Tomat beef ini sudah sejak 3 tahun lalu. Masa tanam tomat sendiri, 75 hari dengan sistim tumpang sari.

“Tomat beef kualitas import kami tanam untuk memenuhi kebutuhan tomat, yang selama ini masih kita impor,” kata Triana Atri.

Sebelumnya, baby bunchis hasil budidaya Triana Antri juga sukses diekspornya ke Singapura. Ia pun optimistis suatu saat tomat beef lokal dapat menekan dan mengurangi impor tomat.

Tomat Beef ini merupakan tomat pelapis untuk burger dan biasa disajikan di restoran cepat saji terkenal di sejumlah kota besar di Tanah Air. Harga jual Tomat Beef senilai Rp14.000 per kilogram dengan kualitas premium dan eksklusif.

“Kita coba dengan sayuran-sayuran eksklusif dengan standar harga jual kualitas terbaik,” kata Antri yang biasa dipanggil ke berbagai daerah untuk memotivasi petani modern.

Namun, wabah COVID-19 diakuinya memberi dampak kepada petani Tomat Beef Lembang terutama, terkait harga jual namun petani Lembang masih bisa bertahan.

“Tidak terlalu terpukul meski ada dampaknya,” kata Triana Antri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here