Mediatani – Tim dosen dari Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) menghadirkan solusi teknologi inovatif untuk mengatasi permasalahan standar gudang penyimpanan biji kopi di Kabupaten Gowa. Melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “SmartKopi: Gudang Pintar Berbasis Automatisasi Suhu dan Kelembapan”, tim ini menyasar Kelompok Tani Kopi Orosipoko di Dusun Bilayya, Desa Pallantikang, Kecamatan Pattallassang.
Program yang menyasar petani di kawasan Kampong Kopi Bawakaraeng ini merupakan bagian dari hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia untuk Tahun Pendanaan 2026, melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
Ketua tim pengabdi, Nurhaya Kusmiah S.TP., M.Si., mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut dirancang secara khusus untuk menjawab tantangan mendasar yang dihadapi para petani kopi mitra. Selama ini, pengelolaan gudang penyimpanan biji kopi masih dilakukan secara tradisional dan belum memenuhi standar mutu penyimpanan yang baik.
“Selama ini biji kopi milik petani disimpan dalam gudang tanpa alat pengatur suhu maupun kelembapan. Kondisi ini membuat biji kopi sangat rentan menyerap uap air berlebih, atau penurunan kadar air akibat dari kelembapan yang rendah pada suhu tinggi. Hal ini memicu tumbuhnya jamur ataupun keretakan biji dan menurunkan mutu fisik maupun sensorinya,” jelas Nurhaya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/6/2026).
Hadirkan Teknologi Kontrol Otomatis Berbasis IoT
Sebagai solusi dari permasalahan tersebut, tim dosen Polipangkep merancang alat kontrol otomatis untuk suhu dan kelembapan. Perangkat ini beroperasi menggunakan sensor suhu dan kelembapan yang dipadukan dengan unit mikrokontroler, relay, serta exhaust fan sebagai aktuator. Teknologi ini mampu memantau kondisi lingkungan gudang secara real-time dan akan secara otomatis menyalakan kipas apabila suhu melewati ambang batas yang telah ditentukan.
Sebelum alat dipasang secara permanen, para petani mitra diberikan pelatihan teknis terkait prinsip kerja sensor, cara membaca data pada layar display, hingga prosedur perawatan sederhana perangkat. Petani juga dilibatkan secara langsung dalam simulasi pengoperasian agar tidak hanya menerima materi teoritis, melainkan juga memperoleh pengalaman praktik secara langsung.
Pendampingan Penyusunan SOP Pengelolaan Gudang

Lebih dari sekadar penerapan teknologi, tim pengabdi turut mendampingi Kelompok Tani Kopi Orosipoko dalam menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan gudang secara terstruktur. SOP tersebut mencakup berbagai alur krusial, mulai dari tahap penerimaan, penyimpanan, pemantauan kondisi lingkungan, hingga pengeluaran biji kopi untuk dipasarkan. Penyusunan ini dilakukan bersama mitra agar sesuai dengan kondisi nyata gudang dan kebiasaan kerja kelompok tani sehingga dapat diimplementasikan dalam keseharian.
Rangkaian kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari seluruh anggota kelompok tani mulai dari tahap sosialisasi program, penyediaan lokasi gudang, pelatihan operasional, hingga penyusunan SOP. Pelaksanaan program ini juga dibantu oleh tiga orang mahasiswa pendamping guna mempercepat proses transfer pengetahuan kepada mitra, sekaligus memberikan pengalaman belajar praktik di lapangan bagi mahasiswa.
Ke depannya, tim pengabdi yang diketuai oleh Nurhaya Kusmiah, beserta anggota Aulia Magfhira Ichwan, S.Pi., M.Si., dan Fatimah, S.P., M.Si., akan terus melakukan pendampingan lanjutan. Tujuannya adalah agar kelompok tani dapat mengoperasikan dan merawat alat tersebut secara mandiri, sekaligus membuka peluang bagi replikasi inovasi ‘SmartKopi’ pada kelompok tani lain di Kabupaten Gowa maupun daerah sentra kopi lainnya.





