Tingkatkan Ekonomi Warga, Dosen Polipangkep Latih Dasawisma Attangsalo Olah Jeruk Pamelo Jadi Sabun hingga Sirup

Tim Dosen Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) 22 Juli 2026
Tim Dosen Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) 22 Juli 2026

Mediatani.co — Tim Dosen Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Pada 21 dan 22 Juli 2026, tim dosen memberikan pelatihan inovasi teknologi produksi dan diversifikasi olahan modern Jeruk Pamelo kepada Kelompok Dasawisma di Kelurahan Attangsalo, Kecamatan Marang, Kabupaten Pangkep.

Kegiatan pemberdayaan ini didanai oleh hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun pendanaan 2026.

Maksimalkan Potensi Lokal, Beri Nilai Tambah Limbah Kulit Jeruk

Inisiatif program ini didasari oleh realitas bahwa Jeruk Pamelo, yang merupakan produk unggulan dan khas Kecamatan Marang, umumnya hanya dikonsumsi oleh masyarakat sebagai buah segar. Pola konsumsi tersebut kerap menyisakan limbah kulit jeruk yang terbuang percuma tanpa memiliki nilai tambah ekonomi sama sekali.

Berangkat dari permasalahan tersebut, tim PkM Polipangkep yang diketuai oleh Dr. Seniorita, bersama anggota Dr. Rasda dan Halifah Hamzah, hadir membawa solusi inovatif. Mereka menerapkan teknologi pengolahan untuk memaksimalkan potensi komoditas lokal sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat, dengan fokus pada pemberdayaan kelompok perempuan.

“Fokus kami adalah bagaimana Jeruk Pamelo ini tidak hanya habis dikonsumsi segar dan menyisakan limbah yang terbuang percuma, tetapi bisa diolah menjadi produk turunan yang memiliki umur simpan lebih panjang dan nilai jual yang jauh lebih tinggi,” tegas Dr. Seniorita, Ketua Tim PkM Polipangkep. Ia menambahkan bahwa hal tersebut merupakan langkah konkret untuk meningkatkan ekonomi Kelompok Dasawisma.

Dari Selai hingga Inovasi Sabun Cuci Piring Ramah Lingkungan

Contoh Produk yang dihasilkan dalam pelatihan
Contoh Produk yang dihasilkan dalam pelatihan

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi rencana implementasi program kepada para ibu anggota Kelompok Dasawisma di Kelurahan Attangsalo. Setelah pemahaman konsep diberikan, kegiatan langsung dilanjutkan dengan pelatihan praktik teknologi produksi berbagai olahan berbahan dasar Jeruk Pamelo, termasuk pemanfaatan kulit jeruk yang selama ini hanya menjadi limbah.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi saat tim dosen memandu cara mengolah daging buah dan limbah kulit jeruk menjadi tiga produk utama. Produk tersebut meliputi Sirup Jeruk Pamelo yang menyegarkan, Selai Jeruk Pamelo sebagai pendamping makanan, hingga inovasi Sabun Cuci Piring yang memanfaatkan ekstrak dan kulit jeruk.

Pelatihan pembuatan sabun cuci piring ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga. Selain ramah lingkungan, inovasi ini juga dinilai mampu menekan volume limbah organik rumah tangga sekaligus menghemat pengeluaran belanja harian keluarga.

Dukungan Penuh Pemerintah Kelurahan

Kegiatan pelatihan ini turut dihadiri secara langsung oleh Kepala Kelurahan Attangsalo, Nasriani, S.Sos., yang memberikan apresiasi tinggi atas program pemberdayaan tersebut.

“Sebagai perwakilan dari pemerintah kelurahan, kami mengharapkan bahwa kegiatan seperti ini tidak saja akan memberikan peningkatan pengetahuan dasar bagi warga kami untuk mengolah Jeruk Pamelo menjadi aneka produk, tetapi selanjutnya semoga memberikan nilai tambah ekonomi keluarga di Kelurahan Attangsalo,” ungkap Nasriani dalam sambutannya.

Melalui program ini, tim dosen Polipangkep berharap Kelompok Dasawisma yang menjadi mitra kegiatan dapat merintis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) baru yang berbasis pada potensi lokal. Dengan adanya diversifikasi olahan modern, Jeruk Pamelo diharapkan mampu menjadi roda penggerak ekonomi baru yang mengangkat kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pangkep, khususnya di sentra-sentra produksi seperti Kecamatan Marang.