Home / Berita / Nasional

Selasa, 7 Mei 2019 - 08:29 WIB

Kementan Dorong Pengawalan Kejayaan Usaha Perkebunan Nasional

Peserta pelatihan petugas Penilai Usaha Perkebunan (PUP), 21 - 27 April 2019 di LPP Jogjakarta (Foto: Dokumen Kementan)

Peserta pelatihan petugas Penilai Usaha Perkebunan (PUP), 21 - 27 April 2019 di LPP Jogjakarta (Foto: Dokumen Kementan)

Mediatani – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan mendorong pengawalan usaha perkebunan nasional lewat pelatihan petugas Penilai Usaha Perkebunan (PUP). Menurut Sekretaris Ditjen Perkebunan Kementan, Antarjo Dikin, petugas PUP berperan strategis dalam mengawal kesuksesan program mengembalikan kejayaan perkebunan nasional. Petugas penilai atau auditor mempunyai peran penting dalam tata kelola kebun yang baik.

“Ini merupakan salah satu peran pemerintah dalam melakukan pengawasan di samping fungsi pembinaan sebagaimana diamanatkan dalam Permentan Nomor 98 tahun 2013 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan,” demikian jelas Antarjo dalam keterangan tertulis, Selasa (7/5/2019).

Menurutnya, hasil penilaian kebun merupakan pre-requisite untuk sertifikasi ISPO. Dengan begitu lembaga sertifikasi ISPO tidak lagi melakukan audit terhadap sub-sistem yang telah dinilai oleh petugas penilai. Namun tetap bisa jadi dilakukan audit sebagian terhadap hal-hal yang perlu klarifikasi atau validasi.

Baca Juga :   IKA Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Sukses Menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Jamur Tiram

Mekanisme di atas, lanjut Antarjo, dapat dilakukan apabila hasil penilaian kelas kebun dipercaya dan dijamin oleh semua pihak dengan dilakukan oleh petugas yang kompeten dan sistem penilaian didasarkan pada standar audit (SNI/ISO 19011: 2018). Ia melanjutkan, prinsip dasar, etika, dokumen yang traceable dan independent merupakan bagian dari petugas penilai, sehingga mampu berperan sebagai auditor ISPO.

“Untuk meningkatkan kompetensi seperti yang diinginkan, diperlukan dukungan lain dari semua pihak dan integritas petugas PUP sangat penting untuk menghasilkan nilai kelas kebun sesuai persyaratan,” terangnya.

Baca Juga :   Ekspor Sektor Pertanian Naik Meroket di Bulan Juni 2020

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Ditjen Pekebunan, Kementan, Dedi Junaedi menambahkan pengelolaan perkebunan harus mematuhi peraturan atau regulasi terkait. Salah satunya perizinan usaha perkebunan yang juga memuat kewajiban perusahaan memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat.

“Praktik audit (on site) di pelatihan kemarin dilakukan di PTPN IX Kebun Getas Semarang dan Kampung kopi Banaran, dengan melakukan penilaian terhadap 8 sub sistem sesuai Permentan Nomor 7 Tahun 2009 tentang Pedoman Penilaian Usaha Perkebunan,” ujarnya.

Untuk diketahui, adapun output dari pelatihan ini antara lain petugas mampu membuat rencana audit, melaksanakan audit dan melakukan evaluasi audit sebagaimana standar acuan sehingga hasil penilaian lebih dipercaya dan dapat dipertanggungjawabkan, dan juga diharapkan nantinya turut mengawal bangkitnya kejayaan perkebunan nasional.

Share :

Baca Juga

Nasional

Nelayan Berunjuk Rasa, Tuntut Kompensasi Dampak Pembangunan Pelabuhan Patimban

Nasional

KPK Sebut Kementan Telah Menyalurkan Pupuk Bersubsidi dengan Akurat dan Efektif

Berita

Minta Penjelasan Soal Beras, Jokowi Panggil Tiga Menteri Ke Istana

Nasional

Sebelum Diserang Tikus, Petani Sragen Menyerang Duluan
Pengurus Bidang Kastrad BPP PISPI

Berita

Impor Beras Lagi, PISPI: Kasihan Petani
jenis padi unggul, jenis padi tahan wereng, jenis padi ciherang, jenis padi lokal, jenis padi hibrida, jenis padi gogo, jenis padi inpari, jenis padi berkualitas, jenis padi dan ciri cirinya, jenis padi yang paling enak,

Berita

BPS : NTP Petani Naik 0,28 Persen Di November 2017

Berita

Realisasi Penyaluran KUR Sektor Perikanan Alami Pertumbuhan

Berita

Harga Pangan Stabil Selama Ramadhan, MAPPAN Apresiasi Kinerja Pemerintah