Home / Berita / Nasional

Selasa, 4 Juni 2019 - 14:27 WIB

Kementan: Ketimpangan di Desa Menurun, Kesejahteraan Petani Meningkat

Menteri pertanian bercengkrama dengan petani di pedesaan (dok: Kementan 2019)

Menteri pertanian bercengkrama dengan petani di pedesaan (dok: Kementan 2019)

Mediatani – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengembangkan dan memberi perhatian khusus pada program pembangunan pertanian khususnya di pedesaan. Hal ini dilakukan guna mewujudkan peningkatan kesejahteraan dan menurunkan ketimpangan ekonomi antara kota dengan desa.

Dengan kata lain, parameter tersebut bisa dilihat melalui dua indikator; yakni turunya jumlah penduduk miskin dan meningkatnya pendapatan masyarakat.

“Nah, kalau kita memperhatikan kedua indikator itu, maka tidak berlebihan rasanya jika pemerintahan saat ini dinilai berhasil memperbaiki kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian, Ketut Kariyasa, Selasa di Jakarta (4/6).

Kariyasa memastikan pembangunan yang dilakukan saat ini berhasil membuat perekonomian penduduk desa meningkat drastis, bahkan jauh diatas angka rata-rata. Hal ini juga terlihat jelas dari Gini Ratio desa yang lebih rendah dari Gini Ratio kota.

Baca Juga :   Eko Enzim Solusi Baru Pemanfaatan Limbah pada Sektor Pertanian

Mengacu pada data bulan Maret 2013, Gini Ratio Kota awalnya hanya sebesar 0,431 dan Gini Ratio di desa sebesar 0,320. Kemudian pada Maret 2018 turun masing-masing menjadi 0,401 dan 0,324. Selanjutnya pada September 2018, penurunan kembali terjadi secara signifikan, yakni masing-masing 0,391 di perkotaan dan 0,319 di perdesaan.

“Terjadinya penurunan ini merupakan bukti nyata bahwa program-program pembangunan pertanian sudah tepat, yaitu tidak hanya berorietasi pada peningkatan produksi, tetapi mampu meningkatkan pemerataan dan menurunkan kemiskinan,” tegasnya.

Disisi lain, jumlah penduduk miskin secara nasional juga mengalami penurunan hingga menembus angka satu digit, yakni 9,82 persen. Jumlah itu terus turun menjadi 9,66 yang tercatat pada September 2018. Demikian juga dengan jumlah penduduk miskin di desa yang mencapai 14,32 persen untuk tahun 2013 dan 13,20 untuk tahun 2018.

Baca Juga :   Kelompok Peternak Sleman Kelola Ternak Domba dengan Sistem Gotong Royong

Jumlah ini kembali turun menjadi 13,20 persen, yang selanjutnya berubah lagi menjadi 13,10. Penurunan ini juga terjadi pada jumlah penduduk miskin di perkotaan yang tadinya 8,39 persen, kemudian 7,02 persen dan selanjutnya menjadi 6,89 persen.

“Penurunan jumlah penduduk miskin ini juga diikuti oleh semakin meratanya atau menurunnya ketimpangan pendapatan masyarakat, yang ditandai oleh menurunnya Gini Ratio,” katanya.

Kariyasa menambahkan, pada Maret 2013, Gini Ratio secara nasional mencapai sebesar 0,424. Tapi pada Maret 2018, jumlah tersebut turun menjadi 0,389, disusul bulan berikutnya 0,384.

“Angka-angka diatas secara jelas bahwa ketimpangan pendapatan masyarakat baik di perkotaan maupun di perdesaan terus menurun,” tutupnya.

Share :

Baca Juga:

Berita

Bupati Jember Terpilih Gandeng Universitas Jember Benahi Sektor Pertanian

Berita

Gubernur Sulsel Kirim 4 Pemuda ke Ehime Jepang untuk Belajar Budidaya Ikan

Nasional

Peduli Kesuburan Tanah, Perempuan Ini Lebih Untung Bertani Organik

Berita

DPR : Pembiayaan KUR Petani Harus Tepat Waktu

Berita

Damiri Koi Farm Cianjur Miliki Kembaran Ikan Koi Seharga Rp 27 Miliar

Nasional

Ashanty Tercengang Lihat Aquarium Inul Daratista yang Harganya Bisa Setengah Milyar

Nasional

Nasib Malang Pak Hartoyo, Tertipu Orderan 150 Tandan Pisang

Berita

Pelni Optimis Muatan Ternak Naik 21 Persen di 2021