KKP Pastikan Distribusi Hasil Perikanan Berjalan Lancar di Tengah PPKM Darurat

  • Bagikan
Moda angkutan ditempeli stiket sebagai tanda pengenal kendaraan yang mengangkut atau mendistribusikan hasil kelautan dan perikanan.
Moda angkutan ditempeli stiket sebagai tanda pengenal kendaraan yang mengangkut atau mendistribusikan hasil kelautan dan perikanan.

Mediatani – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan berbagai upaya untuk memastikan masyarakat dapat terus mengonsumsi ikan di tengah pandemi Covid-19.

Untuk itu, salah satu langkah yang dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono agar angka konsumsi ikan tak terganggu dan terus meningkat, yakni dengan meminta kepala daerah yang menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat memberikan izin kepada angkutan logistik perikanan.

Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) melalui surat bernomor 4510/DJPDSPKP/VII/2021, mengajak gubernur dan bupati/walikota di beberapa wilayah Jawa dan Bali yang menjalankan PPKM Darurat dapat memberikan akses kepada angkutan logistik perikanan di pintu keluar-masuk wilayah demi melancarkan pengiriman dan distribusi hasil kelautan dan perikanan.

Direktur Jenderal PDSPKP, Artati Widiarti saat menjelaskan surat untuk kepala daerah di Jakarta, Kamis (8/7/2021), mengatakan bahwa pelaksanaan pengiriman dan distribusi hasil kelautan dan perikanan itu tetap memperhatikan protokol kesehatan dan Standar Operasional Prosedur sebagaimana yang ditetapkan.

Selain itu, Artati juga memastikan pihaknya telah meminta Dinas Kelautan dan Perikanan yang ada di setiap Provinsi, Kabupaten/Kota di wilayah Jawa dan Bali untuk terus melakukan pendampingan kepada pelaku usaha perikanan yang akan melaksanakan pengiriman dan distribusi hasil kelautan dan perikanan.

Baca Juga :   Rektor IPB Sebut Gerakan Makan Ikan Bisa Tingkatkan Kualitas SDM di Indonesia

Hal tersebut merupakan salah satu langkah agar mereka tetap menerapkan protokol kesehatan dan mematuhi ketentuan proses perjalanan sebagaimana aturan perundang-undangan yang berlaku.

Artati berharap, upaya ini dapat menjaga pasokan ikan, baik di pasar tradisional maupun modern. Terlebih saat kondisi #dirumahaja, masyarakat banyak memanfaatkan pasar online atau fitur e-commerce untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ikan sehari-hari.

Dengan begitu, hal ini juga menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku usaha, baik pengolah maupun pemasar hasil kelautan dan perikanan yang telah fokus memanfaatkan fitur e-commerce dalam mempertahankan omsetnya di tengah pandemi.

“Sehingga perlu dijaga benar kemudahan dalam pendistribusian ikan hingga ke tangan konsumen,” ujarnya.

Artati juga memaparkan bahwa ikan memiliki nutrisi yang memang dibutuhkan oleh tubuh. Ikan mengandung protein dengan jumlah yang tinggi, lemak omega 3, asam lemak tak jenuh, vitamin A, D, B6, dan B12, serta mineral yang semuanya berperan untuk daya tahan tubuh.

“Mari kita hentikan penyebaran Covid-19 dengan tetap #dirumahaja dan konsumsi ikan untuk membangun imun tubuh,” ajak Artati.

Sementara itu, Direktur Logistik Ditjen PDSPKP, Innes Rahmania menyampaikan bahwa jajarannya telah menyediakan stiker untuk ditempel pada moda angkutan sebagai tanda pengenal bagi kendaraan yang mengangkut atau mendistribusikan hasil kelautan dan perikanan.

Baca Juga :   Telur Ikan yang Lezat Bukan Hanya Tobiko loh

“Intinya stiker tersebut untuk memudahkan implementasi di lapangan  sebagai tanda pengenal bagi kendaraan yang mengangkut/mendistribusikan hasil kelautan dan perikanan,” terang Innes.

Lebih lanjut Innes menjelaskan bahwa stiker ini diterbitkan sebagai bukti komitmen KKP untuk hadir dan turut memberikan kepastian berjalannya usaha sektor strategis seperti angkutan bahan pangan berbasis perikanan.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan PPKM Darurat terhitung sejak 3 hingga 20 Juli 2021. Selama aturan tersebut diberlakukan, pemerintah menutup sejumlah fasilitas hiburan seperti mall, bioskop dan tempat rekreasi. Pelayanan makan di warung dan restoran pun dilarang dan hanya boleh dibawa pulang.

Salah satu pelaku usaha perikanan yang telah merasakan manfaat penggunaan stiker ini adalah Amrozi dari Kelompok Mina Jaya yang berlokasi di Gunung Kidul, DIY. Amrozi mengatakan bahwa stiker yang ditempel di bagian depan mobil logistiknya telah melancarkan proses pengiriman ikan bekunya ke Jakarta.

“Kami menggunakan stiker ini sejak pembatasan mudik beberapa bulan lalu. Dan kali ini kami gunakan kembali pada saat diterapkan PPKM Darurat. Alhamdulillah saat pengiriman barang ke Jakarta kemarin, stiker ini sangat membantu kelancaran perjalananya, begitu juga saat perjalanan baliknya,” jelas Amrozi.

  • Bagikan