Home / Nasional

Sabtu, 15 Juli 2017 - 05:15 WIB

Kopi Indonesia, Unggul Di Pasar Internasional

Mediatani.co – Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Vietnam. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan industri pengolahan kopi nasional dapat unggul di pasar global. produksi industri pengolahan kopi nasional tercatat sebesar 685.000 ton per tahun atau mencapai 8,9% dari produksi kopi dunia.

Kekayaan rasa kopi di Indonesia tidak kalah menarik dengan negara-negara pengekspor di dunia. “Indonesia juga memiliki berbagai jenis kopi specialty yang dikenal di dunia, termasuk kopi luwak dengan rasa dan aroma khas sesuai indikasi geografis yang menjadi keunggulan,” katanya di Jakarta, Senin (10/7/2017).

Selain itu, kinerja industri pengolahan kopi nasional mengalami peningkatan cukup signifikan. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata 7% per tahun. Kinerja tersebut mendorong pertumbuhan masyarakat kelas menengah dan perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia.

Di kancah global, lanjutnya, ekspor produk kopi olahan nasional pada 2014 mencapai US$322,6 juta atau meningkat 10,6% menjadi US$356,79 juta pada tahun lalu. Ekspor olahan ini didominasi produk kopi instan, ekstrak, esens dan konsentrat kopi yang tersebar ke negara tujuan ekspor seperti Mesir, Taiwan, Thailand, Malaysia, Filipina dan Singapura.

Baca Juga :   Tengkulak Kesulitan Dapat Garam Dari Petani

Sementara itu, untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri pengolahan kopi di dalam negeri, termasuk pada sektor industri kecil dan menengah (IKM), Kementerian Perindustrian memfasilitasi pemberian peralatan produksi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Salah satunya dengan memberikan alat peralatan pengolahan kopi buatan dalam negeri kepada sentra IKM pengolahan kopi yang dilakukan secara simbolis kepada Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Perindustrian Kabupaten Tanggamus Lampung Herry Heryadi. Peralatan tersebut, antara lain mesin roaster, thermo digital, mesin giling biji kopi, timbangan digital, coffee drip, coffee filter dan kettle drip.

Dirjen IKM Gati Wibawaningsih menuturkan potensi IKM olahan kopi di dalam negeri didukung dengan 13 sentra produksi kopi yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, yaitu di Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Papua dengan total sebanyak 476 unit usaha.

Baca Juga :   Perkuat Ketahanan Pangan, Gubernur Jawa Barat Berikan Bantuan Puluhan Ribu Bibit Ternak

“Saat ini sudah ada 16 kopi Indonesia yang telah mempunyai indikasi geografis sebagai keunggulannya,” ujarnya.

Dia menyebut industri kopi merupakan salah satu sektor prioritas yang ditetapkan oleh Kemenperin sesuai Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) pada 2015-2035, dan merupakan fokus komoditi pembinaan Kemenperin khususnya Direktorat Jenderal IKM.

Untuk itu, tahun ini Kemenperin akan melaksanakan beragam program pengembangan SDM industri kopi dan fasilitasi alat pengolahan kopi di berbagai sentra penghasil kopi khas dan IKM pengolahan kopi potensial. Program pengembangan SDM tersebut dimulai dari kegiatan pengolahan green beanroasting, hingga produk kopi murni dan diversifikasi produk kopi.

 

Share :

Baca Juga

Nasional

Kesejahteraan Petani Grobogan Meningkat Berkat Pengembangan Korporasi Kedelai

Berita

Analis Pasar Modal: Sektor Perunggasan Prospektif karena Permintaan Masih Tinggi

Berita

Dirjen Hortikultura Rangkul Wageningen University Research Rancang Proyek Sayuran

Berita

Mentan Harapkan Petani Tetap Waspada Saat Panen di Masa Covid-19

Nasional

Antisipasi Hama Wereng, Kementan Segera Gelar Bimtek dan Gerdal

Nasional

Harga Terus Anjlok, Bara JP Lampung Minta Kementerian PUPR Serap Karet Petani
Petani minapadi menerbarkan bibit ikan (ilustrasi). [Foto: FAO Indonesia]

Berita

Minapadi Tarik Minat Pemuda ke Sektor Pertanian

Nasional

Taklukkan Tanah Bintan, Petani Milenial Ini Raup Rp 100 Juta dari Panen Tomat