Macam-macam Penyakit pada Tanaman Kubis dan Fungisida untuk Mengatasinya

  • Bagikan
Tanaman kubis yang layu dan membusuk

Mediatani – Menanam sayuran merupakan salah satu jenis tanaman pangan yang bisa Sobat Mediatani pilih jika ingin bertani di halaman kosong yang ada di rumah. Namun, jika ingin tanaman kubis tersebut bebas dari penyakit dan menghasilkan panen yang maksimal, maka Sobat Mediatani perlu tahu soal fungisida untuk kubis.

Artikel ini akan membahas apa saja jenis penyakit yang umumnya menyerang tanaman kubis beserta dengan cara penangannya. Baca artikelnya sampai akhir ya, supaya nggak ada informasi penting yang ketinggalan.

Macam-Macam Penyakit pada Kubis dan Fungisida yang Digunakan

1. Rebah Semai

Rebah semai atau disebut juga dengan rebah kecambah termasuk salah satu jenis penyakit yang paling umum menyerang tanaman sayur dan buah seperti semangka, kubis, melon, terong, tomat, cabai, dan pare saat tanaman masih berusia sangat muda.

Penyebab dari penyakit ini adalah jamur bernama Rhizoctonia Solani dan Pythium spp. Gejalanya adalah muncul bercak coklat di bagian pangkal yang lama-lama membuat pangkal membusuk. Jenis fungisida terbaik untuk mengatasi penyakit ini adalah yang berbahan aktif propineb, benomil, atau propamocarb.

Baca Juga :   Tips Budidaya Buah Pir di Indonesia, Cepat Panen Berbuah Lebat

2. Bercak Daun

Disebabkan oleh Alternaria Brassicae, penyakit bercak daun ditandai dengan munculnya bercak-bercak coklat tua berbentuk bulat bersama dengan lubang-lubang kecil di bagian daun.

Pengendalian alami untuk penyakit ini adalah rotasi tanaman, sanitasi lahan, menjaga kebersihan lahan, dan juga menjaga jarak tanaman. Sedangkan pengendalian secara kimia bisa dengan memberikan fungisida dengan kandungan aktif hidroklorida.

3. Penyakit Tepung Berbulu

Penyakit yang disebabkan oleh jamur bernama Peronospora Parasitica ini biasanya menyerang bibit kubis / kubis berusia muda dan jamur ini bisa bertahan dalam tanah lho, yang selanjutnya bisa menyerang pada biji atau bibit lain yang ditanam pada bekas bibit sebelumnya.

Disebut tepung berbulu karena penyakit ini membuat daun-daun tanaman berguguran karena kering dan pada bagian bawah daun biasanya ada serbuk putih seperti tepung.

Drainase yang bagus, terapkan pola jarak tanam, dan rotasi tanaman adalah pengendalian alami terbaik untuk penyakit ini. Sedangkan fungisida yang cocok untuk mengendalikannya adalah yang berbahan aktif azoksistrobin, benomyl, mancozeb, atau klorotalonil.

Baca Juga :   Pegawai Terkonfirmasi Positif Covid-19, Kantor Kementan Sempat Disegel Satgas Covid-19

4. Akar Pekuk / Akar Gada

Jamur bernama Plasmodiophora brassicae adalah penyebab utama dari penyakit ini. Jamur akan menginfeksi bagian akar yang bisa membuat akar menjadi bengkak.

Penyebab paling umum dari penyakit ini adalah pH tanah yang nggak tepat dan kelembaban. Sobat Mediatani bisa mengatasi penyakit ini dengan fungisida yang berbahan aktif difenokonazol dan azoksistrobin.

5. Busuk Basah

Busuk Basah pada tanaman kubis disebabkan oleh bakteri bernama Erwinia Carotovora yang bisa hidup lama di dalam tanah dengan memakan sisa-sisa tanaman atau bagian akar tanaman.

Gejala penyakit ini adalah warna hitam pada bagian akar, batang, dan bahkan bisa menjalar ke daung. Tapi kalau Sobat Mediatani rajin menyemprotkan fungisida berbahan aktif  oksitetrasiklin atau asam oksolinik, maka penyakit ini bisa dicegah.

**

Ada banyak macam fungisida untuk kubis dan Sobat Mediatani harus memilih yang paling sesuai dengan jenis penyakit yang menyerang, dan lima penyakit paling umum pada tanaman kubis adalah daftar di atas.

  • Bagikan