Ibu Lasmini di pekarangan rumahnya

Mediatani – Akibat adanya pandemi Covid-19,Sebagian masyarakat mulai menggeluti beberapa aktifitas yang bisa dilakukan di rumah , salah satunya adalah berkebun. Seperti yang dilakukan oleh ibu bernama Lasmini (40) yang berasal dari Desa Geni Langit Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Aktivitas yang dibatasi karena pandemi membuat dirinya bingung. Ia pun menanam sayuran di dalam polybag untuk mengisi kegiatan bersama puluhan warga lain. Lasmini mulai menanam sayur sejak pandemi Covid-19, sekitar tiga bulan lalu.

“Mulainya sejak virus corona itu, karena kemarin banyak desa yang lockdown sehinga tidak bisa kemana mana,” kata dia.

Sayuran yang ditanam antara lain sawi, tomat, daun bawang, cabai, bunga kol, kubis, ditanam dalam ratusan polybag di sekitar rumahnya.

Hampir setiap minggu warga Lasmini memanen sayuran tersebut. Ia pun menjual hasil kebunnya kepada warga sekitar. Lasmini pun bisa memperoleh pendapatan dari kegiatan ini.

“Yang paling mahal itu daun bawang karena satu kilogram bisa Rp 8.000. Kalau sayur yang paling cepat dipanen selada karena 20 hari sudah dipetik,” kata Lasmini.

Raup belasan juta rupiah

Lasmini menanam sayuran itu bersama 35 ibu rumah tangga di lingkungannya. Awalnya, sayuran itu hanya untuk konsumsi pribadi. Namun sejak adanya dukungan dari pemerintah, akhirnya sayuran mereka dapat dibeli oleh pedagang dan wisatawan.

Baca Juga  Media Tanaman Hidroponik - Jenis dan Macamnya

Sebanyak 36 ibu-ibu yang menanam sayuran dalam polybag di Geni Langit mampu meraup uang sebesar Rp 18 juta dalam tiga bulan terakhir.

“Rata rata setiap ibu di sini punya 100-an polybag. Kalau dikumpulkan saya dapat Rp 500 ribu selama ini,” kata Lasmini.

Petugas Penyuluh Lapangan PPL Kecamatan Plaosan, Sulis mengatakan, cuaca di Desa Geni Langit memang cocok untuk menanam sayuran. Menurutnya, ibu-ibu di Geni Langit telah terbiasa menanam sayuran di sawah dan ladang, sehingga mereka telaten merawat tanaman di polybag.

“Ibu di sini sudah terbiasa merawat tanaman sayur, tapi pekarangan rumah jarang dimanfaatkan. Di masa Covid-19 ini kita berdayakan dan hasilnya cukup bagus,” kata Sulis.

Pemkab Magetan juga membuatkan tempat untuk memamerkan hasil kebun ibu-ibu tersebut. Sehingga, hasil kebun ibu-ibu di Geni Langit tak hanya dibeli pedagang, namun juga bisa dibeli wisatawan.

“Untuk pemasaran sayur, di sini sudah ada yang nampung. Selain oleh pengepul sayur banyak juga wisatawan ke sini yang membeli sayur hidup dalam polybag,” kata Sulis.

Kedepannya, ibu-ibu di Desa Geni Langit akan mengembangkan budi daya sayur di pekarangan rumah. Mereka berencana membuat desa itu menjadi destinasi wisata perkebunan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here