Mangga dan Proses Masuknya ke Indonesia

  • Bagikan
Sumber foto: sehatq.com

Mediatani – Komoditi yang satu ini sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Mangga, adalah salah satu tanaman yang dapat tumbuh diberbagai macam daratan, baik dataran tinggi maupun dataran rendah. Tanaman mangga ini adalah tanaman yang berasal dari India yang persebarannya sudah hampir menjangkau seluruh negara di dunia. Di Indonesia itu sendiri, penyebarannya menjangkau seluruh wilayah, bahkan ditiap – tiap daerah memiliki istilah penyebutannya masing – masing, seperti palem (Jawa Tengah dan Jawa Timur), Pao (Makassar dan Madura), mamplam (Aceh), mangga (Jawa Barat/Sunda), ampelm (Bali) dan masih banyak lagi yang lainnya.

Mangga termasuk dalam marga Mangifera. Marga Mangifera ini didalamnya terdapat sekitar 35-40 anggota dan suku Anacardiaceae. Buah mangga sangat erat kaitannya dengan perkembangan peradaban India, dalam sebuah cerita yang masyhur, buah mangga diyakini sebagai penjelmaan dari Dewa Prajapati.

Tepatnya pada tahun 327 SM, Alexander Agung diduga menemukan kebun buah mangga pertama kali yang terletak di Lembah Indus. Sedangkan Huien T’sang adalah penulis yang pertama kali menulis keberadaan buah ini di India pada tahun 632-45 SM. Kata Mangga sendiri berasal dari bahasa tamil yaitu man-kay atau man-gas yang hampir sama dalam penyebutan “mangga” di Indonesia. Sedangkan dalam istilah botani, mangga disebut Mangifera indica L, yang berarti tanaman mangga yang berasal dari India.

Rumphius, seorang ahli botani pada tahun 1741 menyimpulkan bahwa buah mangga berasal dari wilayah perbatasan India – Birma, dan diduga pertama kali ditanam sekitar empat ribu bahkan enam ribu tahun yang lalu, oleh karena itu Rumphius berkesimpulan bahwa buah mangga berasal dari perbatasan India – Birma.

Sejarah Mangga di Indonesia

Penyebaran mangga ke Indonesia diduga melalui semenanjung Malaysia oleh para pedagang Indonesia yang sekaligus menyebarkan agama Hindu – Budha, mereka berkelana ke timur pada abad ke 4 – 5 SM. Pada tahun 1400 dan 1450 tanaman mangga mulai ditanam di kepulauan Sulu dan Mindanau di Filipina, sedangkan di pulau Luzon sekitar tahun 1600 dan di Indonesia sendiri mangga pertama kali ditanam pada tahun 1665 di Kepulauan Maluku.

Pada mulanya, budidaya tanaman mangga hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. Selama rentang waktu 1984 – 1986 populasi mangga di Indonesia rata – rata terdapat 6.298.144 pohon, dengan hasil produksi mencapai 424.576 ton/tahun. Diantaranya sekitar 4 juta pohon terdapat di pulau Jawa, satu juta pohon di Sulawesi, sedangkan sisanya tersebar di Sumatera, Bali, Kalimantan, Nusa Tenggara hingga Papua. Pada perkembangan selanjutnya, pohon mangga kini terdapat diberbagai wilayah di Indonesia.

Menurut Terra (1932) jumlah pohon mangga di pulau Jawa kira – kira mencapai lima juta pohon dengan berbagai macam varietas. Namun saat ini jumlahnya menyusut hingga 30 – 40% saja, hal ini disebabkan oleh menyempitnya lahan karena adanya alih fungsi lahan. Terlebih pohon mangga yang telah tua dan mati membutuhkan waktu yang cukup lama untuk meremajakannya kembali.

Di Indonesia, Peluang usaha budidaya mangga merupakan salah satu peluang yang cukup menjanjikan. Karena hasil produksi mangga di Indonesia sejauh ini belum mampu memenuhi permintaan pasar, baik dalam negeri maupun luar negeri. Buah mangga merupakan komoditi yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, sehingga memiliki prospek yang cerah untuk dikembangkan. Tanaman mangga mampu menghasilkan buah dengan jumlah yang banyak setiap musimnya, selain itu perawatannya pun relatif mudah.

Dari budidaya mangga ini, telah menciptakan banyak pengusaha yang sukses dan mampu meraih keuntungan yang besar. dengan semua kelebihan budidaya mangga tersebut, maka tidaklah heran bila banyak pelaku usaha baru yang berminat untuk memulai bisnis budidaya mangga.

 

  • Bagikan