Home / Nasional

Selasa, 4 Agustus 2020 - 20:53 WIB

Meski Pandemi, Ekspor Manggis Sumbar Naik Dua Kali Lipat

Ilustrasi: Buah manggis yang siap diekspor ke China

Ilustrasi: Buah manggis yang siap diekspor ke China

Mediatani – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Padang melaporkan bahwa ekspor Buah Manggis asal Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dalam kurun waktu antara 2019-2020 mengalami peningkatan ekspor hingga dua kali lipat dibandingkan sepanjang dua tahun belakangan.

Kepala Karantina Pertanian Padang, Eka Darnida merilis data dari sistem perkarantinaan, IQFAST periode Januari hingga Juli 2020 tercatat sebanyak 143 kali pengiriman. Ia menyebut, totalnya sebanyak 475,5 ton serta nilai ekonomi mencapai Rp 21,4 miliar. Sedangkan pada periode Januari hingga Juli 2019 hanya sebanyak 240,9 ton senilai Rp 10,8 miliar saja.

“Kita patut bersyukur dimasa yang serba terbatas akibat pandemi, petani manggis Sumbar bisa menggenjot kinerja ekspornya hampir dua kali lipat. Hal ini tentunya menjadi pengungkit kinerja ekspor sektor pertanian secara keseluruhan,” kata Eka Darnida melalui keterangan tertulisnya, Senin (3/8/2020).

Eka Darnila mengatakan bahwa berdasar catatan Karantina Pertanian Padang, hanya China satu-satunya negara tujuan ekspor, padahal dibanding tahun sebelumnya ada tiga negara yang menjadi pasar produk pertanian asal sub sektor hortikultura di wilayah kerjanya ini.

Baca Juga :   DPR Dukung Target dan Program Kementan, Kuatkan Peran Penyuluh

“Selain China, tahun lalu ada Malaysia dan Singapura. Semoga dengan dibukanya pembatasan secara bertahap maka moda transportasi tersedia kembali sehingga pengiriman manggis ke negara lainnya terlayani,” jelasnya.

Adapun pelayanan yang disiapkan oleh Karantina Pertanian Padang yaitu layanan online inspection atau pemeriksaan dan tindakan karantina yang dilakukan di gudang pemilik. Sejauh ini terhitung ada lima perusahaan eksportir manggis, yakni PT BA, PT AFA, PT BAS, PT SHB dan PT EBS.

Fokus Ekspor Pertanian

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi mencatat, Sumbar telah menyiapkan perluasan lahan untuk kebun Manggis. Luas lahannya mulai dari 8.000 hektar (Ha) ditambah hingga 10.000 Ha untuk mencapai target produksi minimal 80.000-100.000 ton per tahun.

Selain itu, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jendral Hortikultura juga memberikan bibit unggul sebanyak 100.000 batang untuk lahan seluas 1.000 ha.

Baca Juga :   Pengamat Nilai Kebijakan Pangan Mentan Amran Tepat Ke Akar Masalah

Pemprov Sumbar juga menyebut ada 3 wilayah sentra Manggis, yakni Kabupaten Lima Puluh Kota, Pesisir Selatan dan Padang Pariaman.

Eksportir dari PT EBS, Emli Wazir mengatakan, peningkatan ekspor tersebut bisa terjadi karena adanya sinergisitas yang dibangun antara instansi terkait, eksportir dan petani yang menjadikan produktivitas, mutu dan harga manggis dapat terjaga dengan baik.

Terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil mengapresiasi peningkatan ekspor Buah Manggis asal Sumbar. Menurutnya, hal itu sejalan dengan semangat yang digelorakan Menteri Pertanian RI (Syahrul Yasin Limpo) melalui Gerakan Tigakali Lipat Ekspor (Gratieks) Produk Pertanian.

Jamil pun berharap agar kedepannya buah Manggis tidak saja diekspor dalam bentuk segar, namun juga dalam bentuk jadi atau minimal setengah jadi.

“Bisa dalam bentuk ekstrak atau apa yang disukai pasar ekspor agar nilai tambah juga kita dapat,” ujar Jamil.

Share :

Baca Juga:

Berita

Panen Raya Food Estate Kalteng, Hanya Penurunan Produksi dan Bukan Gagal Panen

Nasional

Mengenal Indira Chunda Thita, Putri Mentan yang Jadi Komisaris Petrokimia Gresik

Berita

300 Ha Sawah Di Bali Rusak Dihantam Abu Vulkanik

Nasional

Bau Ternak Ayam Resahkan Warga Bone, Pemerintah Setempat Saling Lempar Tanggung Jawab

Berita

TNI AL Amankan 92 Ekor Sapi Ilegal dari Flores di Pelabuhan Bima
susipudjiastuti berbagi kapal

Nasional

Dua Nelayan Penangkap Lobster Dapat Hadiah Kapal dari Susi Pudjiastuti

Nasional

KPA Sebutkan 10 Masalah UU Cipta Kerja Berbasis Agraria

Berita

Indonesia Negara dengan Pertanian Terbaik Dunia. Benarkah?