Home / Nasional

Kamis, 30 Juli 2020 - 14:38 WIB

Panen Pedet, Mentan Dorong Sulsel Jadi Lokomotif Ternak Sapi Kerbau Nasional

Mentan SYL menghadiri Panen Pedet di Kabupaten Sinjai (30/07/2020).

Mentan SYL menghadiri Panen Pedet di Kabupaten Sinjai (30/07/2020).

Mediatani – Guna menjamin ketersediaan sumber penyediaan pangan hewani bagi masyarakat Indonesia, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo terus mendorong produksi sapi dan kerbau dalam negeri memiliki kualitas yang sangat baik.

Dalam kunjungannya menghadiri Panen Pedet di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Kamis, 30 Juli 2020, Mentan mengatakan bahwa saat ini adalah momentum yang tepat untuk menggerakkan seluruh potensi yang ada, untuk pembangunan peternakan nasional menjadi lebih efektif dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.

“Panen pedet ini memberikan sebuah keyakinan pada kita bahwa kepala daerah di bawah pimpinan Gubernur Sulawesi Selatan telah mendorong peternakan yang bagus dan berakselerasi cukup baik,” ujar Syahrul.

Baca Juga :   Jelang Musim Tanam 2, Petani Jabar Kesulitan Mendapatkan Pupuk Bersubsidi

Menurutnya, sejak dulu Sapi di Kabupaten Sinjai dikenal memiliki kualitas yang baik dan tidak kalah dengan sapi dari luar negeri. Karena itu, Mentan meminta kepada Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) untuk membantu pengindustriannya.

Perlu diketahui, selama tiga setengah tahun yang lalu (2017-2020), pemerintah berhasil melakukan perkawinan buatan pada ternak sapi dan kerbau sebanyak 13.868.641 akseptor dan telah menghasilkan anak dari hasil perkawinan IB sebanyak 6.133.896 ekor.

Tercatat sampai dengan 27 Juli 2020 Tahun 2020 secara Nasional, program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan) telah melakukan IB sebanyak 2.318.136 Akseptor, Bunting 1.359.094 ekor dan kelahiran sebanyak 1.394.446 ekor.

Baca Juga :   10 Provinsi Jadi Sentra Produksi Jagung Terbesar di Indonesia

“Dengan keberhasilan tersebut terjadi lompatan populasi sapi/kerbau yang cukup signifikan selama 5 tahun terakhir yaitu sebesar 3,37 juta ekor, sehingga populasi saat ini berjumlah 18,82 juta ekor,” paparnya.

Di samping itu, Kemetan memberikan bantuan untuk mendorong laju pertumbuhan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan di Sulawesi Selatan. Bantuan itu meliputi sapi potong 120 ekor, Kambing/domba 675 ekor, Babi 100 ekor, dan Ayam lokal 4.500 ekor.

“Saya berharap bantuan ini bisa mendorong perkembangan peternakan di Sulawesi Selatan dan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya protein hewani menjadi pendorong semangat bagi kita semua untuk berupaya mewujudkan swasembada protein hewani,” tutupnya.

Share :

Baca Juga

Berita

Penyelundupan Beras Ketan Dan Pupuk Dari Thailand

Berita

Gerbang Tani : Petani Aceh Termiskin Di Sumatera

Berita

300 Ha Sawah Di Bali Rusak Dihantam Abu Vulkanik

Berita

Harga Tembakau Turun, Petani Sumbing Kecewa

Berita

Demi Kedaulatan Petani, Pemerintah Harus Tertibkan Bulog

Nasional

Jaga Produksi Pangan, Kementan Gerak Cepat Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem

Berita

Pandemi dan Harga Daging Sapi ‘Cekik’ Pedagang Bakso

Nasional

Beralih Tanam Timun Jadi Solusi Petani Cirebon Hadapi Kemarau