Home / Nasional

Minggu, 3 September 2017 - 05:33 WIB

Pedagang Beras Cipinang Keluhkan Harga Eceran Tertinggi

Pembeli memilih berbagai jenis beras yang dijual di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur.

Pembeli memilih berbagai jenis beras yang dijual di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur.

Mediatani.co – Kementerian Perdagangan resmi memasang Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk komoditi beras. Harga tersebut, diberlakukan mulai 1 September. Namun demikian, pedagang masih ada yang menjual beras di atas HET yang ditetapkan.

Salah seorang penjual beras di Pasar Induk Cipinang Alex mengaku kesulitan jika peraturan tersebut dijalankan secara berkelanjutan dalam waktu yang lama. Pasalnya, pemerintah juga perlu melihat kondisi musim panen padi yang bisa membuat kelangkaan beras dan berakibat melonjaknya harga beras.

Baca Juga :   Kacaunya Adminduk, Pendataan Kartu Tani Terhambat

“Pemerintah belum siap kalau ini (HET) ditetapkan selamanya karena kalau musim kemarau itu kan sulit panen yang berakibat pasokan terbatas dan itu kan bisa buat harga beras melonjak,” ujarnya di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, sebagaimana dilansir Okezone, Sabtu (2/9/2017).

Selain itu lanjut Alex, para petani juga banyak yang mengeluhkan terkait subsidi pupuk yang dijanjikan pemerintah. Karena hingga saat ini masih banyak pupuk subsidi yang belum mereka terima.

Baca Juga :   Daripada Ternak Mati, Warga Kalasey Minahasa Pilih Lepas Ternak Saat Banjir

“Pupuk juga kan mahal katanya mau disubsidi , tapi masih banyak petani yang belum menikmati pupuk subsidi ini,” jelasnya. Sementara di tempat berbeda Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku siap mendukung aturan yang ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan melalui penyediaan pasokan. Menurutnya pasokan beras saat ini sudah sangat lebih dari cukup.

“Pasokan kita melimpah kok,” ujarnya.

Share :

Baca Juga

Nasional

Panen Jagung di Jeneponto, Mentan Dorong Petani Manfaatkan Dana KUR

Agribisnis

Buah Naga Petani Milenial Tembus Pasar Malaysia

Nasional

Harga Tiger Fish Sampai Rp. 25 Juta, Bikin Heboh Warga Muba Untuk Berburu

Nasional

Pemprov Jateng Gencar Ajak Pemuda Berkiprah Di Pertanian Modern

Nasional

Atasi Pengangguran, Kementan Ajak Masyarakat Bercocok Tanam di Rumah

Agribisnis

PB HMI : Stop Kampanye Hitam Produk Unggulan Pertanian Indonesia

Berita

Pasar Hewan Purbalingga Lemah Prokes, Bupati Larang Pedagang Luar Jualan

Nasional

Inspiratif, Petani Muda Lulusan SD Ini Dapat Penghargaan dari FAO