Pemda Situbondo Bantu Peternak Korban Merapi dengan Kirim Batang Sorgum

  • Bagikan
ILUSTRASI. Sorgum/foto: nexles.com/IST

Mediatani – Dilansir Kamis (11/2/2021) dari situs berita memontum.com Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Situbondo telah menyalurkan bantuan pakan ternak silase batang sorgum untuk para peternak yang terdampak bencana alam erupsi Gunung Merapi di Jawa Tengah, Rabu (10/2/2021).

Sebaran Abu vulkanik erupsi Gunung Merapi yang berimbas pada tertutupnya hamparan rerumputan itu menyulitkan peternak untuk mendapatkan rerumputan hijau pakan hewan ternak.

Selain akan membuat nafsu makan ternak berkurang, abu vulkanik iu pula dikhawatirkan masuk ke saluran pencernaan. Sehingga, dapat memicu penyakit dan berujung pada kematian hewan ternak.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Situbondo, drh Muhammad Hasanudin Riwansia, menuturkan bahwa pengiriman pakan ternak sorgum sebanyak 10 ton untuk peternak di daerah Kabupaten Klaten itu merupakan inisiasi pihaknya yang mencoba membantu peternak yang terdampak erupsi Gunung Merapi.

Pakan pakan ternak sorgum itu, sambung Udin sapaannya, akan diberikan langsung kepada masyarakat Desa Tegal Mulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten Jawa Tengah.

“Di wilayah itu, ada sekitar 1.500 ekor ternak yang kesulitan pakan hijau karena rumput-rumput di wilayah itu terdampak abu vulkanik oleh erupsi Gunung Merapi,” jelas dia.

Lebih lanjut Udin menungkapkan  bahwa bantuan pakan ternak silase batang sorghum tersebut disalurakan dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jatim III dan Perkumpulan Paramedik Veteriner dan Inseminator Indonesia Cabang Kabupaten Situbondo.

“Alhamdulillah, bersyukur karena berkat kekompakan Unit Pengelola Pakan di Situbondo, kita dapat mengirimkan bantuan sosial silase batang sorghum kepada peternak di Kabupaten Klaten Jawa Tengah yang terdampak erupsi Gunung Merapi,” kata Udin.

Wabup Situbondo, Ir. H. Yoyok Mulyadi M. Si., mengatakan bahwa pihaknya bersama Bupati Almarhum Dadang Wigiarto yang memanfaatkan tanah marginal ditanami sorghum. Sehingga, sorgum itu pun menjadi alternatif bagi semuanya.  Termasuk hari ini mengirim 10 ton silase pakan ternak sapi.

“Karena ada 150 hektar di Kabupaten Situbondo, sekarang yang sudah dibuat silase untuk pakan ternak,” ujar Yoyok Mulyadi.

Dikatakan Mulyadi, hal ini di luar dugaan dari timnya perihal mengirim silase pakan ternak. Biasanya, sambung dia, pihaknya mengirim beras namun karena di sana kering tidak ada rumput dan tidak ada pakan ternak, tidak ada pula lahan ternak akibat erupsi gunung merapi, inisiatif itu yang diambil.

“Sehingga, untuk memenuhi pakan tersebut, inisiatif dari komunitas sorghum Situbondo mengirim silase pakan ternak dari batang hijauan sorghum. Dan ini murni swadaya dari komunitas sorghum. Pula, ini baru pertama kali kirim pakan ternak,” kata Wabup Yoyok Mulyadi.

Sebelumnya, sebagaimana diberitakan mediatani.co, beberapa warga tercatat mengalami dampak hujan abu erupsi Gunung Merapi di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Mereka kemudian mengeluhkan kesulitan  dalam mencari pakan ternak. Hal ini dikarena tanaman hijauan yang menjadi pakan ternak terkontaminasi abu vulkanik.

“Rata-rata tanaman kena abu. Jadi kita harus beli pakan ternak di bawah,” kata Kepala Dusun 2 Desa Sangup, Pandum (54) ditemui di Kantor Balai Desa Sangup, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (28/1/2021) dikutip di hari yang sama dari situs berita Kompas.com.

Warga di sekitar lokasi itu biasanya membeli pakan ternak di wilayah Klaten, terutama Dukuh Jengglong.

Sedangkan warga yang tidak membeli pakan, mereka akhirnya harus membersihkan dedaunan pakan yang menjadi pakan ternaknya.

“Di sini mayoritas warga itu peternak, petani,” ungkapnya.

Dia menuturkan, hujan abu erupsi Gunung Merapi itu terjadi pada Rabu (27/1/2021), sore kemarin. Hujan abu mengguyur merata di dusun 2 Desa Sangup.

Di Dusun 2 Desa Sangup terdapat tujuh rukun tetangga (RT) dan lima dukuh, yakni RT 011, 012 Dukuh Sanggar, RT 013, 014 Dukuh Karangloh, RT 015 Dukuh Wonokembang, RT 016 Dukuh Ngeluh dan RT 017 Dukuh Sukorejo.

“Semua dukuh kena imbas dari hujan abu vulkanik Merapi,” kata dia.

Sejak Gunung Merapi dinaikkan statusnya dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III) pada 5 November 2020 lalu, hujan abu vulkanik telah beberapa kali mengguyur Desa Sangup. (*)

  • Bagikan