Home / Berita / Nasional

Senin, 6 November 2017 - 17:18 WIB

Penyelundupan Beras Ketan Dan Pupuk Dari Thailand

Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV dan Lanal Batam menjaga kapal kayu KM Mulia Abadi yang bermuatan beras dan gula pasir ilegal di Dermaga Lanal Batam, Kepulauan Riau, Senin (19/9). Tim WFQR berhasil mengamankan KM Mulia Abadi yang memuat sebanyak 90 ton beras dan puluhan ton gula pasir ilegal yang berasal dari Jurong Port, Singapura saat kapal tersebut kandas di Perairan Sungai Belian, Batam. ANTARA FOTO/M N Kanwa/pd/16.

Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV dan Lanal Batam menjaga kapal kayu KM Mulia Abadi yang bermuatan beras dan gula pasir ilegal di Dermaga Lanal Batam, Kepulauan Riau, Senin (19/9). Tim WFQR berhasil mengamankan KM Mulia Abadi yang memuat sebanyak 90 ton beras dan puluhan ton gula pasir ilegal yang berasal dari Jurong Port, Singapura saat kapal tersebut kandas di Perairan Sungai Belian, Batam. ANTARA FOTO/M N Kanwa/pd/16.

Mediatani.co — Tim Western Fleet Quick Response I Komando Armada RI Kawasan Barat (WFQR I Koarmabar) bersama tim Intelijen berhasil menggagalkan penyelundupan 60 ton beras ketan asal Thailand dan empat karung pupuk digagalkan di perairan muara sungai Air Masin, desa Airmasin, kecamatan Seruwai, Aceh Tamiang, Aceh. Barang ilegal itu berasal dari Thailand.

Kepala Dinas Penerangan Pangkalan Utama TNI AL I Belawan, Mayor Marinir Jayusman  mengatakan 60 ton beras ketan asal Thailand itu dipasok melalui kapal kargo kayu dengan nomor 275/QQD bernama KM Bintang Timur GT 60.

“KM Bintang Timur diamankan petugas WFQR Koarmabar di perairan Air Masin, Aceh. Sebelumnya, tim mendapat kabar jika ada kapal bermuatan barang ilegal akan melakukan aktivitas di kawasan Idie Rayuek dan Peurlak, Aceh,” kata Jayusman, Senin (6/11/2017).

Baca Juga :   Manfaat Air Cucian Beras Untuk Menyuburkan Tanaman

Jelang tengah malam, tim 3 yang berada di sekitar perairan Air Masin melihat kapal kargo kayu sedang berlayar. Dengan dibantu Kapal Angkatan Laut (KAL) Pulau Siba II-1-65, tim WFQR I melaksanakan pengejaran terhadap kapal tersebut.

Saat pengejaran ini, kapal kargo itu melakukan manuver yang membahayakan sehingga petugas memberikan tembakan peringatan. Beruntung, tak berselang lama, kapal yang diketahui bernama KM Bintang Timur itu mematikan mesin kapal. Petugas pun melakukan pemeriksaan.

Di atas kapal ada 7 anak buah kapal (ABK) masing-masing Suhendri (34), Slamet (45), Edy Syahputra (34), Abdul K (44), Mislan (43), Anuar (34), dan Abdul Halim (21).

Baca Juga :   Jimmy Hantu: Tanah Indonesia Rusak Karena Genosida Ecology

Sementara nakhoda kapal berinisial N berhasil melarikan diri dengan cara menceburkan diri ke laut setelah melihat kedatangan petugas.

“Setelah diamankan, kapal kayu pembawa beras ketan ilegal itu dikawal KAL Pulau Siba II-1-65 hingga ke Lantamal,” ungkap Jayusman.

Saat ini, KM Bintang Timur telah dibawa ke dermaga Mako Lantamal I di Belawan, Medan untuk diproses lebih lanjut. Selain kapal bermuatan beras ketan dan pupuk itu, petugas juga mengamankan kapal KM Usaha Nelayan GT 5 No 2013 PHB S7.

Kapal bermuatan 50 ballpress pakaian bekas itu ditangkap di perairan Tanjung Balai, Sumut pada hari yang sama, Ahad (5/11).

Share :

Baca Juga

Nasional

Nilai Dollar Naik, Harga Alsintan Ikut Mencekik

Nasional

Taklukkan Tanah Bintan, Petani Milenial Ini Raup Rp 100 Juta dari Panen Tomat

Berita

Perjanjian Perdagangan Bebas Rugikan Petani Indonesia

Nasional

Ini Dia Perbedaan Beras Premium dan Beras Medium

Berita

Musim Vaksinasi, Hewan-hewan Ini juga Ternyata Divaksin Rutin

Nasional

Kementan Dorong Pengembangan Ubikayu Untuk Substitusi Pangan Karbohidrat Non Beras

Berita

Indonesia Negara dengan Pertanian Terbaik Dunia. Benarkah?

Nasional

Dompet Dhuafa: Cukup dari Rumah Tetap bisa Qurban Hemat, Sesuai Syariat dan Mudah