Home / Berita / Nasional

Sabtu, 16 Desember 2017 - 00:59 WIB

Petani Di Lembang Belum Tahu Soal Kartu Tani

Ilustrasi

Ilustrasi

Mediatani.co — ¬†Sejumlah petani sayuran di Lembang, Kabupaten Bandung Barat mengaku tidak pernah mengetahui soal kartu tani yang dibagikan oleh pemerintah.

Dadan Kartiwa (37) Salah seorang Petani asal Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, mengatakan selama 15 tahun berkecimpung di dunia pertanian tidak pernah mengetahui tentang program kartu tani bagi para petani. Bahkan, ia tidak pernah mendapatkan barang tersebut ataupun sosialisasi.

“Kami belum pernah melihat fisiknya apalagi memegang kartunya,” ujarnya, Jumat (15/12). Katanya, seharusnya program tersebut tersosialisasikan dengan baik kepada seluruh petani sehingga mereka bisa mendapatkan kartu tani dan bisa mengakses pupuk bersubsidi.

Baca Juga :   Risiko Beternak Tinggi, Peternak di Mojokerto Diajak Asuransikan Hewan Ternak

Penggunaan Kartu Tani ini dilakukan pemerintah untuk meminimalkan penyelewengan penggunaan pupuk. Selain itu, lewat kartu, penyerapan dan distribusi pupuk bisa lebih terpantau.

Sebelumnya, pemerintah telah memastikan implementasi kartu tani dapat dirampungkan tahun ini kepada 8,8 juta petani se-Indonesia. Saat ini, kartu tani telah diaplikasikan secara nasional.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, menjelaskan, dari total 8,8 juta petani yang berhak mendapatkan subsidi, baru sekitar 5,9 juta yang terverifikasi datanya.

Ayi (38) salah seorang petani lainnya pun ikut mengkritik tentang model sosialisasi penyaluran kartu tani yang dilakukan pemerintah. Menurutnya, masih banyak petani yang justru berhak mendapatkan malah tidak pernah memegang kartu tersebut. Ia menganggap pemerintah lebih memperhatikan petani yang sudah eksis.

Baca Juga :   Petani Harap Kartu Tani Diuji Kembali

“Mereka yang mendapat bantuan hanya kelompok-kelompok tertentu saja yang dekat dengan pemerintah,” ungkapnya. Dirinya menantang pemerintah daerah untuk mendata kelompok tani di Lembang untuk memastikan apakah benar ada atau tidak.

“Nasib petani di ujung tanduk. Pupuk juga langka di Lembang,” katanya. Ia meminta pemerintah daerah agar lebih merata dalam menyalurkan bantuan pertanian kepada para petani.

Share :

Baca Juga

Nasional

ASN di Kota Tangerang Dilatih Menjadi Influencer Program Ketahanan Pangan

Nasional

Pemerintah Tidak Gubris Unjuk Rasa di Depan Istana Negara Jakarta
Peserta pelatihan petugas Penilai Usaha Perkebunan (PUP), 21 - 27 April 2019 di LPP Jogjakarta (Foto: Dokumen Kementan)

Berita

Kementan Dorong Pengawalan Kejayaan Usaha Perkebunan Nasional

Berita

Akademisi UI Harap Pemerintah Fokus Tingkatkan Ekspor Pertanian

Berita

Bibit Padi Dari Pemerintah Tidak Tumbuh, Petani Pidie Kecewa

Nasional

Sektor Pertanian RI Peroleh Apresiasi dari Filipina

Nasional

Bintan Layak jadi Sentra Bawang Merah

Berita

KKP Tegaskan Akan Kerja Keras Kembangkan Budidaya Lobster Dalam Negeri