Home / Agribisnis / Berita / Nasional

Minggu, 13 Januari 2019 - 09:44 WIB

Petani Minta Disdag dan Bulog Intervensi Harga Cabai

Cabai Merah (dok: istimewa)

Cabai Merah (dok: istimewa)

Mediatani.co – Bogor, 13 Januari 2019. Produksi cabai di daerah sentra saat ini sedang melimpah, sehingga berdampak pada menurunnya harga cabai itu sendiri. Kondisi ini terjadi pada petani cabai di Kabupaten Demak, Jawa Tengah sebagai sentra produksi.

Menyikapi hal ini, salah satu petani champion cabai Kabupaten Demak, Nur Eko menuturkan penurunan harga cabai di Kabupaten Demak akibat produksi yang melimpah. Penurunan harga ini wajar dan hanya sementara, namun saat ini sangat dibutuhkan intervensi Dinas Perdagangan (Disdag) dan Bulog untuk turun menyerap cabai sehingga harga cabai menguntungkan petani.

“Kami mohon agar Dinas Perdagangan dan Bulog bisa bantu intervensi harga. Serap cabai, jangan petani ditinggal sendiri,” ujar Nur Eko di Demak, Minggu (13/1).

Selain itu, sambungnya, agar harga cabai selalu stabil walaupun musim panen, pihaknya akan mengajak petani untuk bergabung dalam kelompok champion. Ke depan pun, perlu dibangun industri pengolahan dan pasar lelang.

“Tapi ini penurunan harga akan segera normal. Ini sifatnya hanya turun sementara karena fenomena harian saja dan daerah lain semuanya harga normal,” ucapnya.

Baca Juga :   BPS : Inflasi Oktober 0,01% Dipengaruhi Harga Cabai Dan Beras

Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia, Tunov Mondro Atmodjo membenarkan saat ini ondisi memang lagi musim panen cabai. Artinya, penurunan harga seperti di Dema merupakan fenomena lazim yang terjadi apalagi sebagai sentra cabai, belum menerapkan pola tanam dan pengendalian tata niaga.

“Jadi di Demak tidak ada petani yang demo karena harga anjlok. Tapi kemarin itu hanya insiden, petani saking kecewanya menyebar 2 kantong cabai setelah itu dipungut kembali kemudian bubar, jadi jangan dibesar-besarkan. Lagian bukan sifat petani membuang-buang pangan di jalan,” tutur Tunov.

“Kejadian itu jangan dibuat heboh atau dibesar-besarkan, apalagi dipolitisir,” pintanya.

Upaya Pemerintah

Kepala Dinas Petanian Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Wibowo mengatakan guna menstabilkan harga cabai, dinas petanian Demak telah menggelar koordinasi dengan petani Dusun Maguan, Desa Jeruk Gulung, Kecamatan Dempet.

Wibowo mengungkapkan dari koordinasi dengan petani tersebut, didapat solusi agar harga cabai terus menguntungkan petani.

“Pertama, disiapkan hilirisasi mesin pengering pengolah. Kedua, membangun kemitraan dengan pabrikan. Ketiga, stabilisasi harga cabai dengan pasar lelang di farmgate,” sebutnya.

Baca Juga :   Kelapa Sawit Asal Indonesia Dilarang Masuk di Swiss, Ini Alasannya

Keempat, lanjut Wibowo, akan membantu petani dalam efisiensi input produksi dengan penggunaan obat-obatan yang murah dan ramah lingkungan. Obat-obatan ini tentunya yang bisa diproduksi petani sendiri dengan pelatihan.

“Kelima, petani sepakat mau melakukan anjuran pola tanam dan gilir tanam yang difasilitasi dinas pertanian,” ucapnya.

Selain Kabupaten Demak, produksi cabai di Kabupaten Kebumen pun sedang mengalami kenaikan. Kepala Dinas Pertanian Kebumen, Pudji Rahayu menyebutkan produksi cabai memang sedang meningkat, tetapi petani mensikapi dengan menlaunching pasar lelang cabai dan petani tetap bersemangat walaupun harga turun.

“Jadi harus disadari bahwa penurunan harga itu karna produksi yang melimpah,” sebut Pudji.

Namun demikian, dengan adanya pasar lelang, produksi tetap terbeli dan peran champion terlihat memfasilitasi para petani sehingga produksi tetap terjual.

“Semoga dg turunnya Champion di daerah maka harga masih bisa di kendalikan. Pemda pun mengapresiasi pasar tani yang kami gelar semoga petani tetap semangat memproduksi kalau bukan kita siapa lagi yg menjadi tempat curhat dan penyelamat mereka,” tutur Pudji.

Share :

Baca Juga

Pupuk organik bagi tanaman

Panduan Budidaya

Keunggulan Pupuk Organik Untuk Tanaman

Nasional

Harga Tiger Fish Sampai Rp. 25 Juta, Bikin Heboh Warga Muba Untuk Berburu
Aksi Serentak Peduli Sampah Nasional oleh Balai Taman Nasional Kayan Mentarang

Berita

Lebih dari Setengah Ton Sampah Terkumpul di Pusat Pemerintahan Kabupaten Malinau

Nasional

Mentan: Butuh Waktu Agar Pedagang Terapkan HET

Nasional

Genjot Produksi Pangan, Mentan SYL Tingkatkan Pengembangan Kedelai, Jagung dan Kelapa di Sulut
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menerima kunjungan Menteri Pertanian Brazil Tereza Cristina di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Senin (20/5).

Berita

Resmi, Kran Ekspor Komoditi Pertanian Ke Brazil Terbuka

Inspiratif

Ekspor Produk Pertanian Meningkat di Saat Komoditas Lain Anjlok

Featured

Peternakan Kecoak Atasi Lonjakan Limbah Sisa Makanan di Cina