Program Kartini Peternak Indonesia, Upaya Frisian Flag Sejahterakan Peternak Perempuan

  • Bagikan
Frisian Flag Indonesia menghadirkan program Kartini Peternak Indonesia (Foto: investor.id)
Frisian Flag Indonesia menghadirkan program Kartini Peternak Indonesia (Foto: investor.id)

Mediatani – Peternakan adalah inti dari jalannya kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Protein hewani yang dihasilkan adalah sumber zat gizi yang dibutuhkan tubuh yang dapat ditemui dari berbagai jenis sumber pangan hewani, salah satunya susu yang dihasilkan oleh sapi perah.

Namun, salah satu masalah yang dihadapi peternak adalah minimnya ketersediaan lahan serta pakan hijauan ataupun pakan komersil khususnya mereka yang tinggal di daerah perkotaan.

Selain itu, untuk menghasilkan susu segar dengan kualitas yang baik, diperlukan peternak yang handal dalam pekerjaannya, tak terkecuali peternak perempuan.

Dengan niat menghadirkan lahan peternakan yang aman dan nyaman bagi para peternak perempuan, Frisian Flag Indonesia menghadirkan program Kartini Peternak Indonesia. Program ini untuk menunjukkan bahwa para peternak perempuan dapat menjadi pahlawan peternakan Indonesia.

Dalam program tersebut, Frisian Flag Indonesia akan melatih dan memantau kerja para peternak susu perah perempuan, sehingga dapat menghasilkan susu segar dengan kualitas yang baik bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Sebab, beternak bukan hanya bisa dilakukan oleh para laki-laki, namun juga untuk perempuan. Oleh karena itu, kehadiran perempuan dalam peternakan sapi perah tidak hanya menciptakan kesetaraan gender, tapi juga ikut berperan penting dalam peternakan sapi perah.

Seperti yang dilansir pada laman investor.id, Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia Andrew F Saputro mengatakan, peternak perempuan Indonesia punya potensi yang sangat besar.

Perempuan Indonesia adalah sosok yang tangguh, para sosok Ibu yang pantang menyerah serta pekerja yang kuat, kreatif, pandai menciptakan peluang dan mendatangkan beragam masukan dan menghasilkan inovasi.

Keterlibatan perempuan, dapat meningkatkan kualitas susu yang dihasilkan, dengan ikut andil mendorong pemenuhan produksi susu segar lokal di Indonesia. Mengingat pemenuhan susu sapi segar lokal dalam kebutuhan susu di Indonesia hanya sebesar 20%, artinya masih belum terpenuhi seutuhnya.

“Keterlibatan peternak perempuan dapat menjadi mitra peternak laki-laki, kontribusinya dapat meningkatkan produksi dan kualitas susu segar,” ungkap Andrew.

Menurutnya, Selama 150 tahun FrieslandCampina telah melakukan pengelolaan peternakan sapi perah yang banyak melibatkan perempuan. Kunci utama keberhasilan program tersebut adalah butuh konsisten serta kolaborasi yang kuat pada semua pihak.

Dengan memanfaatkan keahlian Peternak Belanda dalam mengelola peternakan sapi perah yang berkelanjutan, semua pihak termasuk perempuan yang terus meningkatkan produktivitas susu segar dalam negeri dan memberikan manfaat kebaikan susu dalam rangka membangun keluarga Indonesia yang sehat, sejahtera dan selaras.

Hadirnya Program Kartini Peternak Indonesia adalah bagian dari inisiatif Dairy Development Program (DDP) yakni kemitraan FFI dengan koperasi, yang berlangsung sejak tahun 1996.

“Fokus dari DDP adalah meningkatkan produktivitas dan kualitas susu segar di peternakan sapi perah di sejumlah daerah yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Berharap akan menjangkau 1500 peternak yang ada di Jawa Barat dan Jawa Timur yang akan dilakukan oleh Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV),” jelasnya.

Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Ekonomi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Eni Widiyanti SE MPP MSE juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada FrieslandCampina melalui PT Frisian Flag Indonesia, yang telah menginisiasi program Kartini Peternak Indonesia.

Program Kartini Peternak Indonesia sangat ‘responsif terhadap gender’, dengan memberikan akses partisipasi kontrol dan membuka kesempatan bagi peternak perempuan untuk mendapatkan kesempatan yang sama seperti peternak laki-laki.

Meningkatnya jumlah peternak perempuan, secara tidak langsung berkontribusi pada peningkatan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan. Dengan pendapatan perempuan yang meningkat akan memperkecil kesenjangan kualitas hidup.

“Kualitas susu juga akan berkontribusi kepada peningkatan gizi bagi ibu hamil, bayi, dan menekan angka kematian ibu, kematian bayi dan prevalensi stunting,” tutup Eni.

  • Bagikan