Home / Nasional

Minggu, 3 September 2017 - 09:34 WIB

PSP3 IPB Menggagas Jalan Baru Kedaulatan Pangan Bersama Jimmy Hantu

Mediatani.co – Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB Dr. Sofyan Sjaf menyelenggarakan diskusi dan silaturahmi terbatas dengan para civitas akadamika IPB di rumahnya Pakuan Regency Kabupaten bogor, Jawa Barat  pada malam Sabtu, 02 September 2017 . Acara tersebut dihadiri para mahasiswa IPB mulai dari jenjang S1, S2, S3, dan berbagai elemen masyarakat yang peduli terhadap kondisi pangan Indonesia.

Kepala PSP3 Dr. Sofyan Sjaf mengutarakan diskusi malam ini dalam rangka berbagai pengetahuan untuk menggagas kedaulatan pangan bersama  inovator pertanian dengan melibatkan  pemuda desa yang berasal dari kampus-kampus mulai dari s1, s2, dan s3 atau dikenal sebagai petani berdasi.

Baca Juga :   Prof Asep Saefuddin: Berharap IPB ciptakan "The Earth University"

Acara diskusi dan silahtruhmi juga dihadiri seorang inovator pertanian, Jimmy Hantu yang menggagas 500 inovasi pada Pangan, Pupuk, dan Pakan untuk mengatasi krisis pangan yang melanda Indonesia.

Jimmy Hantu dikenal sebagai Penemu hormon hantu untuk pertanian dan perkebunan. Ia mengutarakan bahwa krisis pangan yang melanda Indonesia karena ketakmampuan anak-anak muda melakukan inovasi serta kurangnya sokongan pemerintah untuk mengakomodasi potensi yang dimiliki anak muda Indonesia.

Oleh Karena itu, menurut dia perlu adanya gerakan sosial peningkatan produktivitas lokal yang berbasis Agri trasenden. Agri trasenden memberdayakan dan memanfaatkan tumbuhan tanpa harus menggunakan bahan kimia mulai dari pangan, pakan, dan pupuk “dari tanaman untuk tanaman”

Baca Juga :   Konsumsi Pangan Sehat Meningkat, Kementan Loloskan Pelepasan Calon Varietas Padi Sawah Protein Tinggi

Sementara, Menurut peserta Sahrain Bumolo Mahasiswa Pascasarjana Sosiologi Pedesaan menyatakan bahwa Point penting dari diskusi adalah ironi negara agraris, dimana terjadi kegagalan pemahaman terkait kebijakan pangan nasional, yang berimbas pada adanya krisis pangan di negera agraris sprti Indonesia ini. Kondisi tersebut dibuktikan dengan hampir semua kebutuhan Bangsa ini diimpor dari luar.

Di samping itu, ada hal yang menarik dari hasil diskusi tersebut, yakni akan adanya gerakan sosial dalam mendorong kedaulatan pangan Nasional, dan pemberdayaan masyarakat desa melalui inovasi-inovasi dalam semua sektor. Gerakan sosial yang murni untuk keadilan sosial bagi seluruh Rakjat Indonesia.

Share :

Baca Juga

Berita

Benih Terbatas, Petani Aceh Terancam Gagal Tanam

Berita

Pemkab Bondowoso Uji Coba Pembukaan Pasar Hewan Terpadu untuk Pulihkan Ekonomi

Berita

Kenaikan Harga Pokok Dorong Inflasi

Berita

Akibat Serangan Burung Pipit, Petani Tanjungsari Merugi

Berita

Pertanian Organik Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Serba Salah, Petani Jagung Gorontalo Bingung Atasi Hama Satwa dilindungi

Nasional

Mentan Perkuat Akselerasi Hulu Hingga Hilir Pertanian Sukabumi

Nasional

Petani Temanggung Tetap Bisa Panen Meski La Nina Melanda