Home / Inovasi

Kamis, 15 Maret 2018 - 08:11 WIB

Tanah humus, Karakteristik, Manfaat Dan Kekurangannya

Tanah Humus

Tanah Humus

Tanah humus seringkali dijadikan andalan utama oleh para petani yang berfokus pada pertanian organik. Tanah ini memiliki sifat yang subur sehingga juga sering dijadikan sebagai pupuk tambahan kaitannya dengan usaha menyuburkan tanaman.

Tanah jenis ini bisa dengan mudah kita temukan di daerah hutan. Sebaliknya, cukup sulit untuk menemukannya di daerah perkotaan mengingat lahan yang ada sudah dijadikan ‘alas’ bangunan. Keberadaan tanah yang bertekstur gembur ini tidak terlepas dari yang namanya pelapukan dedaunan, ranting serta bagian lain dari tumbuhan.

Selain dari tumbuhan, tanah jenis ini juga bisa terbentuk dari sisa hewan yang telah dirombak oleh organisme di dalam tanah. Proses terbentuknya tanah jenis inilah yang kemudian disebut dengan humifikasi.

Karakteristik Tanah humus

Pada dasarnya tanah ini sangat mudah dikenali, karena tanah ini berada di lapisan atas. Hanya saja, untuk lebih meyakinkan diri, kita perlu memahami karakteristik lain dari tanah jenis ini. Adapun karakteristik tanah yang kaya akan zat hara bagi tanaman ini adalah sebagai berikut:

  1. Warnanya lebih gelap. Jadi, tanah jenis ini memiliki warna antara coklat atau kehitam-hitaman. Selain itu, biasanya tanah ini juga ditandai dengan adanya bintik-bintik yang warnanya putih
  2. Teksturnya gembur dan tidak keras
  3. Sifatnya tidak stabil karena posisinya berada di lapisan tanah yang paling atas. Ketidakstabilan ini akan terjadi terutama jika terjadi perubahan kelembaban, suhu maupun aerasi
  4. Sifatnya juga menyerupai tanah liat, tetapi memiliki daya serapnya lebih tinggi dibandingkan dengan tanah liat
  5. Karena teksturnya gembur, sudah pasti tanah jenis ini sangat subur. Selain itu, tanah ini juga mengandung bahan organik yang berasal dari tumbuhan dan hewan sehingga sangat bagus bagi tanaman
Baca Juga :   May Day: Buruh Tani Butuh Reforma Agraria, Bukan Bagi-Bagi Sertifikat

Manfaat Tanah humus

Apabila kita memiliki lahan pertanian di lokasi yang tepat, sudah pasti kita tidak akan terlalu direpotkan dengan yang namanya pemupukan, karena tanah humus sendiri sudah memiliki berbagai kandungan yang dibutuhkan oleh tanaman. Berikut adalah penjelasan singkat manfaat tanah yang cukup sulit untuk didapatkan di daerah perkotaan ini, antara lain:

  1. Membantu meningkatkan drainase dan aerasi dengan cara membuat tanah menjadi lebih gembur
  2. Sebagai pemasok nutrisi dasar dan juga asam untuk kepentingan tanaman
  3. Mengundang pengembangan organisme tanah untuk muncul seperti cacing
  4. Berperan sebagai agen penyangga, artinya bisa mencegah terjadinya reaksi tanah secara mendadak atau perubahan pH tanah
  5. Mendorong sistem akar tanaman di dalam tanah supaya berkembang lebih baik
  6. Membantu memperbaiki aktifitas biologis yang ada di dalam tanah
  7. Membantu mencegah terjadinya pencucian nutrisi tanaman sehingga nutrisi tersebut tidak hilang
  8. Sebagai penentu tingkat kesuburan tanah
  9. Membuat agregat tanah menjadi lebih baik sehingga tanah juga bisa lebih terperinci
  10. Membantu memperbaiki kondisi fisik tanah
  11. Bisa meningkatkan kapasitas tanah dalam menyerap air
Baca Juga :   Serum No Brand Plant, Pupuk Cair yang Bisa Selamatkan Tanaman yang Hampir Mati

Kekurangan Tanah humus

Kelebihan tanah humus membuatnya banyak dimanfaatkan oleh manusia sebagai pupuk organik secara langsung, terkadang juga digunakan sebagai salah satu komposisi bahan untuk membuat pupuk organik lagi dan dijadikan sebagai media tanam langsung.

Meski tanah ini memiliki berbagai manfaat seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, nyatanya tanah jenis ini juga memiliki beberapa kekurangan yang disebutkan di bawah ini:

  1. Berbau
  2. Sifatnya juga licin sehingga apabila Anda tengah melintas di atasnya, Anda harus berhati-hati
  3. Mudah terbakar jika terkena api

Selain berbagai kekurangan tersebut, perlu diketahui juga bahwasanya kandungan zat yang ada di dalam tanah jenis ini juga bisa menghilang, terutama jika dipergunakan secara terus menerus, dan ditambahkan pupuk kimia secara terus menerus juga.

Maka dari itu, apabila Anda memiliki kebun yang terdapat lapisan tanah ini, sebaiknya Anda menggunakan kebun tersebut untuk melakukan penanaman dengan sistem yang berganti, misalnya, musim ini Anda menanam singkong, maka musim yang selanjutnya Anda bisa menanam kedelai atau yang lainnya.

Selanjutnya untuk pupuk kimia memang tidak begitu dianjurkan pada tanah jenis ini, karena apabila dilakukan secara berulangkali, apalagi jika orang yang bersangkutan kurang tepat dalam menggunakannya bisa berakibat buruk pada tanah ini.

Share :

Baca Juga:

Berita

Peternakan Sapi Perah yang Instagramable & Bernuansa Alam Pegunungan, Cocok untuk Eduwisata

Inovasi

Gak Nyangka, 8 Bahan Alami Ini Bisa Suburkan Tanaman
Pemaparan Rektor IPB (dok. kementan)

Berita

Rektor IPB: Konsep Agromaritim 4.0 Ringankan Mentan Lawan Mafia
Foto moderator, pembicara, rektor IPB, dan ketua PKSPL IPB (foto: panitia)

Berita

Rumuskan pertumbuhan ekonomi nasional, IPB adakan diskusi ilmiah rutin

Inovasi

233 Varietas Jadi Unggulan Kabupaten Bondowoso
Manfaat Kemajuan Teknologi Pertanian untuk Para Petani

Inovasi

Perkembangan Intensifikasi pertanian dan Kegiatan Penting di Dalamnya
Ruellia tuberosa

Inovasi

Ini Dia Obat Herbal Diabetes
penandatanganan MOU antara The Funding Partner International yang diwakilkan oleh Jim Edwards selaku CEO, dengan The Funding Partner Indonesia yang diwakilkan oleh Joni Eko Saputro selaku CEO

Berita

Inovasi Sistem Blockchain Diklaim Sejahterakan Petani Durian