Tekan Biaya Produksi, KKP Distribusikan Bantuan Benih Kakap Putih dan Pakan Ikan

  • Bagikan
Penyerahan Bantuan Benih Kakap Putih dan Pakan Ikan Untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat

Mediatani – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas perikanan terutama pada sektor perikanan budidaya. Salah satu yang dilakukan yaitu mengakselerasikan program bantuan langsung ke masyarakat melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB).

Adapun program bantuan yang dilakukan yaitu bantuan benih kakap putih di Pangandaran dan pakan ikan di Kabupaten Ciamis.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto dalam keterangan resminya di Jakarta, menyampaikan bahwa program bantuan untuk sektor perikanan budidaya terus didistribusikan ke masyarakat meski pandemi masih melanda.

Sebab, menurutnya, sektor perikanan budidaya merupakan salah satu penopang untuk menjaga ketahanan pangan dan peningkatan sumber devisa negara. Selain itu, dengan adanya program bantuan tersebut, ia berharap dapat menguatkan ekonomi pembudidaya ikan dengan menekan biaya produksinya agar usaha budidayanya tetap berjalan.

Kakap putih juga diharapkan dapat menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan untuk komoditas budidaya laut.

“Seperti halnya program bantuan yang sudah kami distribusikan yaitu benih kakap putih dan pakan ikan dari Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung,” imbuhnya.

Menurutnya, program bantuan dilaksanakan di Pangandaran karena daerah tersebut memang memiliki potensi perikanan budidaya laut yang besar dan pemanfaatannya masih di bawah 10%. Sehingga, daerah tersebut akan didukung penuh agar terciptanya usaha budidaya laut secara berkelanjutan.

“Dalam lima tahun mendatang saya pastikan akan fokus dan memprioritaskan pada sub sektor perikanan budidaya termasuk budidaya laut yang hingga kini pemanfaatannya masih di bawah 10%”, ujarnya.

Sebagai bentuk keseriusan dalam memberi dukungan, selain memberi bantuan benih, pihaknya juga terus meningkatkan distribusi bantuan pakan ikan untuk kebutuhan budidaya. Bantuan tersebut merupakan hasil produksi Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya seperti dari BBPBL Lampung.

Slamet pun menuturkan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas pakan yang diberikan. Karena pakan yang didistribusikan tersebut mempunyai kualitas yang bagus, dimana pada proses produksi pembuatannya menggunakan bahan baku yang juga berkualitas serta telah mengacu kepada Standar Nasional Indonesia (SNI).

Program bantuan pakan ikan ini merupakan bagian dari program prioritas KKP yang dapat memberi dampak langsung kepada pelaku usaha perikanan budidaya. Pasalnya, bantuan ini diberikan untuk  menjaga perekonomian pembudidaya dan menjaga stok kebutuhan ikan, khususnya produk perikanan budidaya di daerah.

Sementara itu, Kepala BBPBL Lampung, Ujang Komarudin mengungkapkan bantuan kakap putih yang diberikan pada awal tahun 2021 ini berukuran 3-4 cm sebanyak 50.000 ekor di Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran yang diserahkan kepada Pokdakan Kasembadan dan Do’i Berkah.

Selain itu, BBPBL Lampung juga menyerahkan bantuan pakan ikan nila yang merupakan hasil produksi unit produksi pakan ikan mandiri yang berada di Pangandaran. Jumlah pakan yang didistribusikan sebanyak 10 ton dan diserahkan kepada 5 Pokdakan di 4 Kecamatan di Kabupaten Ciamis. Kelima Pokdakan penerima bantuan tersebut adalah Taruna Karya, Mina TalagaKahuripan, Asang Ringgit Mandiri, Rik Rik Gemi, dan Pokdakan Manis.

“Yang menerima bantuan benih kakap putih tersebut adalah mereka yang beruntung. Tidak semua bisa mendapatkan bantuan. Harapannya bantuan ini bisa menjadi penyemangat mereka dalam budidaya ikan,” ungkap Ujang.

Menurutnya, ada beberapa kelebihan dari daerah Pangandaran, diantarnya karena daerah tersebut terdapat lahan untuk kegiatan budidaya, ada segmen pendederan, bahan pakan ikan yang berupa pakan ikan rucah tersedia lokal dan pemasarannya terbuka cukup luas untuk kakap putih.

Adapun pakan ikan yang didistribusikan dibuat dengan memanfaatkan bahan baku lokal, sehingga pakan ikan mandiri tersebut sebagai tambahan pakan komersil dengan tujuan mengurangi biaya produksi pakan.

“Saya berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga meringankan beban biaya produksi di pembudidaya untuk kelangsungan produksi mereka”, ujar Ujang.

Sebagai informasi, distribusi bantuan yang sudah dilakukan BBPBL Lampung selama tahun 2020 yaitu berupa bantuan benih kakap putih yang berjumlah 2.050.500 ekor, dari target 1.332.840 ekor.

Bantuan benih kakap putih tersebut diserahkan kepada 27 pokdakan yang tersebar di beberapa daerah, yaitu Kabupaten Indramayu, Subang, Brebes, Pangadaran, Pesawaran, Sibolga, Kota Bandar Lampung dan Kota Serang.

Sedangkan bantuan pakan ikan dari BBPBL Lampung selama tahun 2020 sebanyak 257.500 ton dari target 245 ton kepada 128 pokdakan yang  berada di 22 Kabupaten/Kota dan di 5 Provinsi yakni Lampung, Jabar, Sumsel, Bengkulu dan Jawa Tengah.

  • Bagikan