Terapkan Pertanian Organik, Yeni: Cuma Modal 300 Ribu Bisa Berkembang Pesat

  • Bagikan
Ilustrasi: Kepala Badan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi (Kanan) saat berada di lokasi usaha Nouris Hidroponik Mandai Maros milik Petani Milenial Yenni Fiqhiani Hamty (kiri).

Mediatani – Yeni Fiqhiani Hamty atau yang akrab disapa Yeni, merupakan salah satu petani sayur organik sekaligus penerima hibah kompetitif dari program Youth Enterpreneurship And Employment Support Services (YESS).

Progam YESS sendiri merupakan program kerjasama antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) yang dilaksanakan di sejumlah daerah, salah satunya di Kabupaten Maros.

Yeni mengungkapkan, sampai saat ini dia tetap dapat berproduksi dengan baik berkat penerapan pola pertanian organik dengan hidroponik.

Ia mengaku sempat sedikit kewalahan karena terbukanya pasar dan banyaknya permintaan. Oleh karena itu, dia membangun mitra dengan petani organik lainnya agar dapat memenuhi pasokan dan permintaan yang diterimanya.

Usaha yang ia mulai dengan hanya bermodalkan 300 ribu kini telah berkembang pesat, ia juga menerima bantuan hibah kompetitif program Yess Kementerian Pertanian.

Menurutnya, bantuan hibah yang ia terima sangat membantu untuk menjaga ketersediaan sayur yang ia produksi sendiri maupun pasokan yang ia tampung dari mitra petani hidroponik lainnya yang ada di maros.

“Pada tahun 2021 saya mendapat bantuan hibah kompetitif melalui program yess Kementan, dan saya gunakan untuk membeli showcase pendingin agar dapat menampung sayur yang ia produksi lebih lama,” ungkap Yeni.

Baca Juga :   Terdampak Tumpahan Minyak di Laut, Begini Nasib Nelayan dan Petambak Karawang

Meski demikian, Yeni mengaku menghadapi beberapa kendala selama menggeluti profesinya, salah satunya adalah persoalan hama dan penyakit. Tanaman yang ia tanam rawan terhadap serangan hama dan penyakit.

”Untuk hama kami mencoba  mengatasinya dengan pestisida nabati. Namun untuk penyakit ia masih merasa cukup sulit. Biasanya bakteri busuk akar menyerang di usia tanaman tiga minggu”, ungkapnya.

Kepala Badan Penyuluhan Pembangunan Sumberdaya Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi berkesempatan mengunjungi lokasi usaha sayuran organik yang dikelola oleh Yeni pada Jumat, (17/06/2022).

Kunjungan tersebut dilakukannya di sela-sela rapat persiapan kegiatan pra penas di Kantor Bupati Maros Sulawesi Selatan.

Dedi mengapresiasi Yeni yang telah mengembangkan pertanian organik dengan pendekatan hidroponik dan tidak menggunakan pestisida kimia, melainkan menggunakan pestisida nabati.

“Dengan pestisida nabati Ini sangat baik karena aman untuk dikonsumsi, untuk mengkonsumsinya cukup dibersihkan bisa langsung dikonsumsi,” ungkapnya.

Baca Juga :   Makna Sumpah Pemuda Bagi Petani Milenial

Dedi berpesan kepada para petani milenial untuk selalu semangat seperti halnya Yeni yang membangun pertanian organik dari modal kecil hingga dapat berkembang pesat seperti sekarang ini.

“Meskipun tadi ia menyebutkan ada permasalahan hama dan penyakit yang dihadapi, tapi berusaha menyelesaikannya dengan komunikasi dan komunitas yang memiliki”, ujar Dedi.

Dia juga meminta kepada intansi-instansi pertanian agar membantu para petani milenial dalam menghadapi permasalahan mereka di lapangan.

“Saya meminta kepada teman-teman disini seperti dari Polbangtan Gowa, BBPP Batangkaluku maupun Balitserealia yang ada di Maros untuk membantu jika terdapat permasalahan yang dialami oleh para petani milenial di lapangan jangan dibiarkan mereka berjuang sendiri”, pesan  Dedi.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Polbangtan Gowa, Syaifuddin yang juga ikut dalam kunjungan tersebut mengatakan siap untuk membantu apabila terdapat kendala teknis yang seperti dialami oleh Yeni.

“Kami di polbangtan terdapat banyak Dosen yang ahli dalam bidang hama maupun penyakit tanaman, nanti bisa dikonsultasikan, minimal konsultasi via telepon dan bila perlu kami datangkan Dosen ke lapangan” jawab Syaifuddi

  • Bagikan