Home / Nasional / Perkebunan

Jumat, 8 Januari 2021 - 22:04 WIB

Wisata Kebun Raya Balikpapan, Mulai dari Rumah Anggrek hingga Konservasi Tumbuhan Kayu Indonesia

Mediatani – Liburan natal dan tahun baru 2021 memang berbeda dari biasanya, banyak warga Indonesia yang terpaksa menunda rencana liburannya karena pandemi covid-19 belum usai. Selain itu banyak destinasi waisata yang memilih tutup hingga membuat warga Indonesia harus berpuas diri untuk mengisi liburan mereka di rumah.

Namun, beberapa wisata tetap beroperasi kembali setelah masa liburan usai dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan ketat, salah satunya Kebun Raya Balikpapan.

Kebun Raya Balikpapan didirikan dengan tujuan sebagai objek wisata, konservasi alam, tempat pendidikan dan penelitian konservasi, dan pelestarian flora asli Kalimantan yang hampir punah mengingat saat ini kondisi hutan Kalimantan yang memprihatinkan.

Walaupun Kebun Raya Balikpapan belum se-keren Kebun Raya Bogor, namun destinasi ini tetap bisa menjadi tempat yang membuatmu kembali fresh dari aktivitas yang menjenuhkan. Berikut ini beberapa keunggulan yang bisa dijumpai di Kebun Raya Balikpapan:

1. Lokasinya tidak jauh dari tengah kota Balikpapan

Kebun raya ini adalah yang pertama di pulau Kalimantan. Diresmikan 20 Agustus 2014, dengan luas area sekitar kurang lebih 309 Ha. Pengelola Kebun Raya Balikpapan adalah LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).

Menuju ke Kebun Raya Balikpapan dari tengah kota jaraknya kurang lebih 20 km, dan hanya perlu waktu sekitar 30 menit. Lokasinya ada di Jl. Soekarno-Hatta, KM 15, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan. Tiket masuk ke sini gratis, pengunjung hanya mengisi buku tamu saja di pintu masuk kebun.

2. Konservasi Tumbuhan Kayu Indonesia

Tema Kebun Raya Balikpapan ini adalah “Konservasi Tumbuhan Kayu Indonesia”, karena Pulau Kalimantan memang terkenal sebagai penghasil kayu-kayuan hutan tropis.

Baca Juga :   Harga Masih Tergolong Mahal, Durian Wonosalam Sudah Mulai Digemari

Sejak tahun 2007, telah ditanam 1200 spesies tanaman antara lain dari genus dipterocarpaceae, seperti: ulin, gaharu, meranti, kapur, dan keruing. Selain itu juga ada koleksi tanaman obat, tempat pembibitan, koleksi herbarium, dan aneka koleksi tanaman lainnya.

3. Embung untuk menampung air dan bikin kebun raya makin cantik

Kebun raya diresmikan 20 Agustus 2014 oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. Kebun raya juga dilengkapi dengan Embung Wain yang bermanfaat untuk menampung air hujan, mencegah banjir, menjaga kualitas air tanah, pengairan, menambah keindahan, dan untuk sarana rekreasi di sini.

4. Ada rumah anggrek di kebun raya ini

Menuju ke rumah anggrek ini pengunjung mesti melewati jogging track yang masih alami banget dengan jalan menanjak. Lumayan untuk bakar kalori. Ada sekitar 200 jenis, dan 1000 spesimen tanaman anggrek yang asli diambil dari hutan Kalimantan, termasuk yang langka seperti: anggrek bulan, anggrek tebu, dan aneka jenis anggrek lainnya.

Di kawasan kebun raya, tepatnya di Hutan Lindung Sungai Wain juga masih bisa ditemukan berbagai jenis binatang liar, seperti: beruang madu, orangutan, rusa, dan burung-burung asli kalimantan.

5. Sering jadi tempat pertemuan dan outbond

Kebun raya ini dibangun dengan biaya Rp 30 miliar dan punya banyak fasilitas, seperti: pendopo, restoran, gazebo, guest house, dan taman bermain. Kebun ini sering menjadi tempat perusahaan, organisasi, atau kelompok masyarakat berkumpul dan beraktivitas bersama. Di tempat ini juga sering diadakan outbond, kegiatan konservasi, pelatihan, dan pendidikan. Bahkan ada juga rumah adat Dayak yang menjadi daya tarik tersendiri di kebun raya ini.

Baca Juga :   HET Beras Dinilai Tidak Realistis, Begini Penjelasannya

Untuk wisatawan yang ingin datang di tengah pandemi, ada beberapa hal yang dilakukan untuk mendukung diterapkannya protokol kesehatan di tempat wisata bagi pengunjung Kebun Raya Balikpapan yaitu membatasi jam kunjungan dari pukul 08.00 WITA sampai dengan 14.00 WITA, membatasi jumlah pengunjung sebnayak 300 wisatawan per hari, dan menyediakan tempat cuci tangan di beberapa titik.

Demi menekan penularan penyebaran Covid-19 maka pengunjung diharapkan mengikuti protokol kesehatan 3M (Menggunakan Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak) dan protokol kesehatan yang di atur dalam KMK Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang protokol kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum dalam rangka pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sebagai berikut :

  1. Memastikan diri dalam kondisi sehat sebelum melakukan kunjungan ke lokasi daya tarik wisata.
  2. Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan/atau sesak nafas tetap di rumah dan periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila berlanjut.
  3. Selalu menggunakan masker selama berada di lokasi daya tarik wisata.
  4. Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, atau menggunakan hand sanitizer.
  5. Hindari menyentuh area wajah seperti mata, hidung, dan mulut.
  6. Tetap memperhatikan jaga jarak minimal 1 meter.
  7. Saat tiba di rumah, segera mandi dan berganti pakaian sebelum kontak dengan anggota keluarga di rumah.
  8. Bersihkan handphone, kacamata, tas, dan barang lainnya dengan cairan disinfektan.

Bagaimana? Tertarik untuk mengunjungi Kebun Raya Balikpapan?

Share :

Baca Juga

Nasional

Mentan SYL Optimis Sektor Pertanian Jadi Penyelamat Krisis

Nasional

Waspada La Nina, Petani diimbau Tidak Gegabah

Nasional

Bupati Siak Alfredi : Saya Puas, Hasil Panen Perdana Padi Tahun ini Jauh Lebih Baik

Nasional

Kebutuhan Pangan Tercukupi, Kementan: Kerja Keras Pahlawan Pangan

Berita

Antisipasi Kerugian, Petani Yogya Disarankan Ikut Asuransi
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (foto: Humas kementan)

Berita

Panen Raya Padi di Kabupaten Parigi Moutong Sulteng, Mentan: Kabupaten Ini Bisa Jadi Lumbung Pangan Sulteng

Nasional

Fakta dari Kejadian Kebun Melon Milik Warga yang Digilas Kendaraan TNI di Kebumen

Inspiratif

Harga Bawang Merah Di Petani Hanya 8000 Perkilo