5 Tips Beternak Burung Puyuh Hutan, Sederhana, Mudah dan Menguntungkan

  • Bagikan
ilustrasi. Puyuh/IST

Mediatani – Di tengah pandemic covid-19 yang belum selesai, masyarakat kini berbondong-bondong mencari aktivitas baru di rumah mereka.

Karena harus dituntut menjaga jarak, di sisi lain harus juga memenuhi hajat hidup, banyak dari kita kemudian memulai bisnis dari rumah. Misalkan budidaya tanaman, bahkan beternak.

Hal yang kini pula mulai digemari masyarakat ialah beternak. Budidaya Burung Puyuh Hutan mungkin juga pas bagi Anda.

Bahkan bagi anda seorang pemula saja, burung Puyuh Hutan ini sudah cukup dikenal dan familiar bagi masyarakat Indonesia. Burung puyuh merupakan salah satu jenis burung yang sudah dikenal oleh masyarakat luas.

Baik dari sisi telur maupun dagingnya, banyak memberi manfaat bagi manusia sebab keduanya dapat dikonsumsi.

Disadur Selasa (16/2/2021) dari situs ringtimesbanyuwangi.pikiran-rakyat.com berikut cara budidaya burung puyuh hutan.

  1. Persiapan Kandang

Dalam budidaya burung puyuh hutan, tahapan pertama yang harus dilakukan ialah mempersiapkan kandang. Tentu dalam hal ini, kandang harus dibuat jauh-jauh hari sebelum anda memulai budidayanya.

Untuk budidaya burung puyuh hutan sendiri sebaiknya anda mulai dengan jumlah yang besar, agar pemeliharaannya lebih efektif serta juga hasil panennya dapat seusai.

Minimal memulai usaha dengan menternakan 1.000 ekor burung puyuh hutan. Karena produktifitas hariannya dapat mencapai 10-15 kilo dalam sehari panen jikalau kondisi puyuh sedang dalam masa produktifitasnya.

Kandang burung puyuh dapat dibuat dari bahan bambu atau kayu, posisikan bagian dasar kandang berada 1 meter di atas permukaan tanah. Sehingga nantinya bentuk kandang akan seperti bangunan panggung.

Dalam satu bangunan ideal bisa dibuatkan 2 tingkat. Pada bagian depan kandang dibuatkan wadah pakan, sehingga nantinya puyuh akan dapat mengeluarkan kepalanya saat pakan diberikan.

Baca Juga :   Potensi Sapi Krui Jadi Unggulan di Lampung, Pemprov Siap Bantu 90 Ribu Stek Hijauan

Untuk ukuran kandang sendiri idealnya ialah 5×6 meter. Makin luas makin baik agar nantinya puyuh tidak akan berdesak desakan.

Di dalam kandang harus dilengkapi dengan lampu bohlam yang berfungsi sebagai penghangat ruangan. Jika anda melakukan budidaya di daerah dingin maka hal ini harus benar- benar diperhatikan.

Sebaliknya, jika budidaya dilakukan di daerah panas maka anda harus  menyiram kandang menggunakan sprayer untuk menjaga kelembaban udaranya.

Jangan lupa juga meletakkan kardus pada bagian dasar kandang, agar memudahkan anda dalam melakukan pembersihan kotoran.

  1. Pemilihan Anakan Burung Puyuh

Tahapan kedua atau selanjutnya dalam budidaya burung puyuh hutan ialah memilih anakan puyuh yang akan dibesarkan. Dalam hal ini, budidaya diawali sejak anakan, lalu dilakukan pembesaran hingga akhirnya puyuh dapat menghasilkan telur.

Nah, tentunya ini bisa membuat burung puyuh yang produktif dalam menghasilkan telur sehingga anda mendapatkan anakan yang berkualitas. Maka dari itu hasil panen anda akan melimpah serta juga produktifitas hasil panen akan tinggi.

  1. Pemberian Pakan dan Minum

Pakan merupakan hal yang amat penting dan harus senantiasa selalu diperhatikan. Perlu pula menjadi catatan bahwa pakan untuk puyuh hutan berbeda dengan jenis unggas pada umumnya.

Sebab Voer atau pelet dibuat khusus untuk merangsang puyuh hutan untuk dapat cepat bertelur. Jumlah pakan yang diberikan pun harus sesuai dengan bobot dan ukuran tubuh.

Pada tahapan awal budidaya, jumlah pakan yang diberikan berada pada kisaran 3-4 kilo perharinya dan diberikan secara bertahap 3-6 kali salam sehari.

Pada saat burung telah memasuki usia 1-1,5 bulan jumlah dosis pakan yang diberikan sendiri naik menjadi 6-7 kilo perharinya. Hal ini merupakan upaya untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan burung puyuh agar segera lekas bertelur.

Baca Juga :   Upaya Pemerintah dalam Mengurangi Ketergantungan Pakan Ikan Impor

Pakan yang diberikan harus pula diberikan secara bertahap, jangan sampai kemudian puyuh kelaparan. Karena hal itu dapat berbahaya karena membuat burung puyuh menjadi stres dan tidak dapat menghasilkan telur dengan produktif.

Selain pakan, hal yang juga tak bisa diabaikan ialah pemberian air minum. Air minum merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi burung puyuh. Oleh sebabnya, setiap hari anda harus memberi burung puyuh hutan minimal 2 kali dalam sehari.

Jika kondisi cuaca panas maka frekuensi harus ditingkatkan menjadi 3 kali agar burung tidak mengalami kekurangan air atau dehidrasi.

  1. Sanitasi Kandang

Sanitasi kandang sendiri merupakan upaya agar kondisi kandang tetap ideal dan terjaga kebersihannya. Sebab kondisi kandang yang baik akan berpengaruh baik terhadap pertumbuhan burung puyuh itu sendiri.

Sebaliknya, jika kondisi kandang anda buruk, maka akan berdampak pula pada kesejahteraan burung puyuh. Akibatnya akan banyak banyak puyuh hutan anda yang mengalami sakit bahkan hingga kematian. Tentu anda tidak mau anda merugi bukan?.

  1. Panen

Masa panen merupakan tahap akhir dalam budidaya. Hal ini pula menjadi masa yang sangat dinantikan oleh para peternak atau pembudidaya.

Dalam budidaya burung puyuh hutan ini waktu panen dapat diprediksi sekitar 2-3 bulan. Pada tahap awal produksinya tidak akan terlalu banyak, namun saat mencapai masa puncak yang mana semua burung dapat menghasilkan telur dalam sehari dapat mencapai 20-25 kg dalam per harinya.

Produktivitas ini kemudia akan menurun seiring dengan siklus dan pertumbuhan puyuh yang melambat. Maka dari itu, jika sudah demikian, ada baiknya segera jual puyuh anda untuk dijadikan puyuh pedaging, dan ganti dengan yang lebih produktif. (*)

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani