Awalnya Hanya Dua Ekor Domba, Peternak Milenial Purwakarta Ini Kini Punya 60 Ekor

Busrah Ardan - Mediatani.co
  • Bagikan
Gani Mahnida peternak milenial asal Purwakarta tengah membei makan ternaknya/via ayopurwakarta.com/Foto: Dede Nuhasananudin/IST

Mediatani – Tidak mudah menyerah dan selalu bekerja keras adalah menjadi bekal utama seorang bernama Gani Mahnida dalam mengembangkan usahanya. Meski awalnya sempat memiliki keraguan, namun semua itu berhasil ia singkirkan hingga sukses menjadi peternak domba seperti saat ini.

Pria berusia 31 tahun itu saat ini memiliki peternakan domba di Desa Cibogogirang, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta. Kandang peternakan domba milik Gani berada di sejumlah wilayah. Dikarenakan kapasitas kandang yang tak jauh dari rumahnya itu tak mampu menampung seluruh domba miliknya yang berjumlah sebanyak 60 ekor.

“Di kandang dekat rumah 15 ekor, 18 ekor di kandang dekat rumah mertua saya, sementara sisanya berada di kandang sesama peternak. Totalnya sekitar 60 ekor,” ujar dia, Jumat (12/3/2021) yang dikutip mediatani.co dari situs ayobandung.com, Senin (15/3/2021).

Dia bercerita, sebelum memiliki puluhan ekor domba itu, awalnya hanya memiliki dua ekor yang dibeli dari uang hasil dia menabung. Dua ekor domba itu kemudian dititipkan di saudara karena pada waktu itu tak memiliki modal untuk membuat kandang sendiri.

“Sejak memiliki dua ekor itu lalu saya banyak belajar kepada sesama para peternak, bagaimana caranya ternak domba agar cepat berkembang. Kadang juga sering ke pasar peternakan untuk menambah ilmu,” kata Gani.

Setelah itu, lanjutnya, dia pun mengetahui metode menambah ekor domba dengan sistem penggemukan, yang arahannya untuk menyediakan pemenuhan ketersediaan stok di pasar atau perorangan untuk acara keagamaan.

Baca Juga :   Peternak Tanggapi Keinginan Erick Thohir Beli Peternakan di Belgia

“Jadi saya beli kemudian saya jual kembali tiga bulan kemudian setelah penggemukan. Saya terjun ke usaha peternakan sejak 2018,” ujar sarjana pertanian lulusan di salah satu universitas di Bandung itu.

Kini, adapun omzet hasil dari usahanya itu sekitar Rp20 juta perbulan, omzet itu dapat bertambah dua kali lipat menjelang lebaran idul adha. “Sehari-hari juga ada, tapi konsumen tidak sebanyak menjelang idul adha yang bisa meraup untung lebih besar,” ujar Gani.

Untuk merangsang kaum milenial terjun ke dunia ternak, Gani menginisiasi mendirikan kelompok ternak domba yang dinamai Wahana Ternak Jaya. Wahana Ternak Jaya itu didirikannya sebagai wadah untuk saling berbagi ilmu, termasuk saling membantu dalam hal penjualan.

Sebelumnya, mediatani.co juga pernah menayangkan kiah sukses seorang siswa SMK dalam beternak domba. Seorang siswa SMK kelas 2, Bagas Kuncoro berhasil membangun usaha peternakan dombanya sendiri.

Bagas kini memiliki 23 ekor ternak domba yang diternaknya sejak masih duduk di bangku SMP kelas 1. Kini dirinya telah duduk di bangku kelas 2 SMK.

Peternak belia asal Dusun Mergan Sendang Mulyo Minggir Sleman, Jogjakarta ini pun bercita-cita ingin beternak. Bagas berkisah, pada awalnya sejak dia masih SMP kelas 1, dirinya membuka Internet mengenai peluang usaha peternakan.

Baca Juga :   Rektor IPB: Tidak Ada Alasan untuk Impor Beras

Dari situ dirinya pun termotivasi menggeluti ternak domba. Dia memulai dengan beteranak dua betina domba dan satu jantan.

Peternakannya terus berkembang, hingga di tahun ke lima peternakannya sudah mencapai 23 ekor domba yang merupakan hasil breeding (penggemukan) semua.

“Suka dukanya, dulu pada saat belum menanam pakan hijauan saat musim kemarau mengalami kesulitan dalam mencari pakan. Sekarang saya sudah menanam beberapa rumput, seperti pacong, odot, indigofera, pisang dan jambu. Jadi lebih mudah. Saat ini sudah ada 1.000 myang dulu merupakan lahan sawah bekas tanam padi,” kisahnya sebagaimana dikutip mediatani.co dari akun Youtube 78 Farm Yogyakarta, Minggu (28/2/2021).

Sebelum bertanam rumput, Bagas bersepakat dengan bapaknya untuk merubah lahan yang awalnya ditanami padi untuk ditanami rumput pakan. Sikapnya itu awalnya dinilai kontroversi tetangga-tetangga sekitar, namun dia tetap kekeh.

“Iya, sempat dibilang tanam padi kok malah diganti rumput. Memangnya mau makan rumput?,” ujar Bagas sembari tertawa kecil. Kamu bisa baca selengkapnya dengan klik di sini. (*)

  • Bagikan