Begini Cara Benar Menanam Jahe, Bisa Panen dalam 4 Bulan

  • Bagikan
Tanaman Jahe dalam Polybag

Mediatani – Jahe termasuk bumbu dapur yang sangat populer untuk berbagai macam hidangan. Bukan hanya itu, jahe juga telah lama digunakan sebagai bahan obat tradisional dengan berbagai nutrisi dan kehangatan yang dihasilkannya.

Jahe berasal dari Asia Pasifik dan tersebar dari India hingga Cina. Itulah sebabnya India dan Cina disebut-sebut sebagai bangsa yang pertama kali memanfaatkan jahe.

Jika kamu sering menggunakan jahe, kamu bisa memilih untuk menghasilkannya sendiri dari kebun rumahmu. Selain memerlukan biaya yang lebih sedikit, kamu juga bisa mengonsumsi jahe dengan aman tanpa khawatir terkena residu bahan kimia.

Dilansir dari Badan Litbang Pertanian Indonesia, menanam jahe memerlukan beberapa tahap:

Pembibitan

Jika ingin memilih bibit jahe, sebaiknya pilihlah bibit yang berkualitas dan memenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik, dan mutu fisik.

Ada beberapa kriteria yang menjadi penentu kualitas bibit jahe, yaitu bibit yang digunakan berasal dari kebun, berasal dari tanaman yang sehat dan tidak cacat, dan berumur antara 9-10 bulan.

Untuk mengurangi resiko bibit berjamur, kamu bisa merendam bibit jahe dengan larutan fungisida alami seperti larutan bawang putih selama beberapa menit.

Jika ingin menanamnya secara bersamaan, bibit yang sudah kamu dapatkan sebaiknya tidak langsung ditanam, namun dikecambahkan terlebih dahulu dalam media semai.

Baca Juga :   Mentan Beri Arahan ke Penyuluh: Jangan Ada Lagi Petani Miskin

Pengolahan Media Tanam

Memperhatikan syarat-syarat tumbuh tanaman jahe harus kamu lakukan jika ingin mendapatkan hasil panen yang optimal. Ada beberapa hal yang menjadi syarat tumbuh tanaman jahe.

Pertama, sesuaikan keasaman tanah untuk menanam dengan keasaman media tanam yang dibutuhkan jahe. Pengolahan media tanam untuk jahe diawali dengan dibajak sedalam sekitar 30 cm dengan tujuan mendapatkan tanah yang gembur dan bersih.

Setelah itu, diamkan tanah hingga 2-4 minggu agar gas-gas beracun menguap dari tanah dan menghilangkan bibit penyakit.

Jika lahan untuk menanam jahe memiliki kondisi air tanah yang jelek, kamu bisa membuat bedengan dengan tinggi 20-30 cm dan lebar 80-100 cm untuk mencegah adanya genangan air yang bisa membuat jahemu membusuk.

Selanjutnya, buatlah lubang-lubang kecil atau alur dengan kedalaman 3-7,5 cm untuk menanam bibit jahe yang tunasnya telah tumbuh. Tanam bibit jahe dengan cara melekatkan bibit rimpang secara rebah ke dalam lubang tanam atau alur yang sudah disiapkan.

Selain menanam pada lahan, kamu juga bisa menanam jahe dalam polybag dengan diameter 40-50 cm.

Baca Juga :   Teknologi Agar Tanaman Dapat Berbuah Setiap Saat

Penanaman jahe sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan, yaitu sekitar bulan September dan Oktober. Hal ini tentunya akan lebih menguntungkan sebab tanaman muda membutuhkan air yang lebih banyak untuk dapat tumbuh dengan optimal.

Ingatlah untuk melakukan pemupukan secara rutin agar rimpang jahe yang dihasilkan dapat berukuran lebih besar. Kamu bisa menggunakan pupuk organik cair maupun pupuk NPK.

Pemupukan pertama dapat kamu lakukan saat jahe sudah memiliki tiga rumpun. Pemupukan selanjutnya dapat dilakukan saat jahe berumur dua, empat, dan enam bulan.

Panen

Pemanenan bisa kamu lakukan sesuai dengan penggunaan jahe tersebut. Jika akan digunakan untuk bumbu, tanaman jahe sudah bisa dipanen di usia 4 bulan.

Namun, jika kamu ingin menjual hasil panen jahe tersebut, sebaiknya panen jahe dilakukan di usia 10-12 bulan.

Cara panen jahe yang paling tepat adalah membongkar tanahnya dengan hati-hati menggunakan garpu atau cangkul.

Setelah itu, bersihkan jahe dari tanah dan kotoran. Kemudian, jemur jahe di atas papan atau daun pisang selama 1 minggu, sebelum disimpan di tempat terbuka.

Penjemuran ini dilakukan agar jahe dapat disimpan lebih lama setelah dipanen dan mengurangi resiko jahe akan berjamur dan membusuk.

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani