Budidaya Ikan di Perairan Umum dengan Keramba Jaring Apung, Begini Cara Buatnya

  • Bagikan
Budidaya ikan di keramba jaring apung

Mediatani – Untuk bisa melakukan budidaya ikan di perairan umum, keramba jaring apung (KJA) adalah sarana pemeliharaan yang tepat untuk digunakan. Dengan menggunakan KJA, ikan yang dipelihara tetap berada di permukaan air dan dapat lebih terkontrol.

Budidaya ikan dengan KJA bisa dilakukan di berbagai jenis perairan, seperti danau, sungai, bahkan laut. Meski demikian, perairan yang akan menjadi lokasi budidaya dengan KJA ini, harus tetap memperhatikan kualitas air yang sesuai untuk organisme yang akan dibudidayakan.

Langkah Konstruksi Keramba Jaring Apung

Sebelum membuat keramba jaring apung, tentu saja perlu memahami konstruksinya terlebih dahulu. Berikut ini langkah konstruksi dari keramba jaring apung:

1. Kerangka

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah membuat kerangkanya terlebih dahulu. Kerangka atau  bingkai dari jaring apung menggunakan bahan bambu, kayu, atau besi. Bahan kerangka harus dilapisi dahulu dengan menggunakan cat besi atau cat anti karat sehingga lebih awet.

Alangkah baiknya, untuk jangka panjang menggunakan bahan besi sehingga tidak mudah lapuk karena air.  Kerangka jaring menggunakan besi bisa awet hingga tahunan, namun untuk bahan kayu atau bambu hanya bertahan sekitar 2 tahun saja.

Jika Sobat Mediatani memilih konstruksi dengan bahan bambu, pilihlah jenis bambu tali yang paling awet. Pilih bambu dengan garis tengah 7 cm. Sementara ukuran kerangkanya ada dua ukuran, yakni 5×5 meter dan 10×10 meter. Satu jaring bisa dibuat hingga 4 petak.

2. Pelampung

Mengapa butuh pelampung? Bahan yang satu ini nantinya yang akan membuat jaring menjadi terapung. Ada beberapa bahan yang bisa digunakan, seperti drum besi untuk 15 bulan, styrofoam untuk 75 bulan, dan fiberglass hingga 80 bulan. Pilihan disesuaikan dengan keadaan kolam.

Untuk pelampung dengan bahan drum, Sobat Mediatani harus menyediakan cat anti karat. Dengan masa pakai yang sebentar dan pengeluaran cat yang mahal, ada baiknya jika memilih styrofoam atau fiberglass karena tidak memerlukan cat ulang.

Kebutuhan pelampung harus disesuaikan berdasarkan konstruksi keramba jaring apung. Jika jaring terapungnya memiliki ukuran 7×7 meter, maka kebutuhan pelampung berupa drum mencapai 35 buah. Sementara styrofoam dan fiberglass akan bergantung dengan ukuran sisi yang tersedia.

Baca Juga :   Begini Cara Menanam Parijoto, Buah yang Aesthetic dan Kaya Manfaat

3. Pengikat

Tali dibutuhkan untuk mengikat pelampung dengan kerangka sehingga kerangkanya bisa mengapung. Tali yang ideal adalah berbahan plastik, namun memiliki linting yang tebal. Pilihan lainnya adalah pengikat kawat dengan ukuran 5 milimeter.

Proses pengikatan antara pelampung dengan kerangka harus dilakukan di luar kolam. Hal ini mencegah Sobat Mediatani harus masuk ke dalam air. Biasanya, satu sisi petak dari kerangka membutuhkan 3-4 drum. Pastikan setiap petak dipasang drum dengan jarak yang rata.

4. Jangkar

Tidak hanya kapal saja yang membutuhkan jangkar, konstruksi keramba jaring apung juga membutuhkannya. Fungsi jangkar sangat penting, terutama di lokasi yang banyak angin. Jangkar akan menahan rakit jaring terapungnya agar tidak hanyut.

Ada banyak pilihan untuk membuat jangkar. Terdapat bahan jangkar yang terbuat dari besi dengan desain mirip seperti jangkar kapal. Bisa juga membuat jangkar semen yang mirip seperti pemberat palang gerbang. Jangkar yang paling mudah adalah sebuah jaring yang diisi banyak batu.

5. Jaring

Bagian yang penting dari konstruksi keramba jaring apung tentu saja bagian jaringnya. Bahan jaring yang umum digunakan terbuat dari polyethylene dengan kode nomor 380 dan 280. Sementara untuk mata jaring harus disesuaikan dengan jenis ikan air tawar yang Sobat Mediatani budidayakan.

Jika ikan yang dibudidayakan adalah ikan laut, maka jaringnya berukuran 8 m2 hingga 125 m2. Sementara untuk ikan air tawar, ukuran jaringnya berkisar antara 9 m2 hingga 80 m2. Kebocoran sangat mungkin terjadi, jadi ada baiknya untuk membuat jaring ganda.

6. Memasang Mata Jaring

Pemilihan mata jaring tidak boleh dilakukan sembarangan. Mata jaring harus disesuaikan dengan jenis ikan yang dibudidayakan. Untuk ikan berukuran 1-2 cm, mata jaringnya adalah 0,5 cm. Ikan berukuran 5-10 cm bermata 1 cm, ikan 20-30 cm bermata 2,5 cm, dan lebih besar bermata 3 cm.

Baca Juga :   Budidaya Ikan di Keramba Apung, Warga di Periuk Raup Omzet Jutaan Rupiah

7. Memotong Jaring

Pemotongan jaring bisa dikatakan sebagai proses yang paling rumit. Selain harus dilakukan dengan hati-hati, jaring juga harus diukur peregangannya terutama saat sudah diletakkan di dalam air. Ada perhitungan tersendiri yang disebut sebagai hang in ratio.

Perhitungannya adalah L = i/(1-S). L adalah panjang jaring sebelum diletakkan ke dalam air, i adalah panjang tali, sementara S adalah hang in rationya. Apabila ingin membuat jaring untuk petak berukuran satu meter maka setidaknya terdapat 56 mata jaring.

Syarat Teknis Pembuatan Keramba Jaring Apung

1. Perhatikan Arus Air

Di dalam masing-masing petak keramba harus memiliki arus air. Arus air akan menjaga ketahanan hidup ikan, terutama jenis ikan air laut yang habitatnya bukan di perairan tenang. Arus air juga akan membuat sisa pakan menjadi hanyut dan membersihkan kotoran ikan secara natural.

2. Lokasi Keramba

Idealnya, lokasi keramba berada di daerah yang rendah hingga sedang. Hal ini menjaga kestabilan oksigen pada malam hari sehingga sirkulasi udara dalam air tetap lancar. Daerah dengan tingkat kesuburan tinggi memiliki oksigen rendah saat malam dan membuat ikan mudah mati.

3. Aman dari Pencemaran

Pencemaran adalah hal yang sulit dihindari, apalagi jika lokasi keramba berada di tengah kota. Pencemaran juga bisa terjadi saat sedang membudidayakan ikan air tawar, tapi airnya terkena intrusi air laut. Pastikan pencemaran tidak mengkontaminasi keramba.

4. Kualitas Air

Meskipun keramba seringkali berada di ruang terbuka, bukan berarti hanya mengandalkan alam untuk membersihkan airnya. Jenis perairan akan sangat berpengaruh terhadap habitat hidup ikan. Tingkat salinitas, pH, hingga oksigen harus sesuai dengan jenis ikan yang sedang dibudidayakan.

 **

Konstruksi keramba jaring apung memerlukan banyak bahan-bahan. Semua bahan harus tersedia untuk membuat keramba agar bisa digunakan dengan layak. Jangan lupa syarat teknis pembuatannya juga harus terpenuhi agar ikan bisa tumbuh dengan optimal di keramba.

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani