Cara Ternak Lele untuk Pemula, Mudah dan Bisa Untung Banyak!

  • Bagikan
Ikan lele (Clarias gariepinus).

Mediatani – Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang banyak diternakkan masyarakat. Bukan hanya di kolam tanah, Sobat Mediatani bisa melakukan budidaya lele secara sederhana menggunakan terpal. Cara ternak lele pemula ini terbilang sangat mudah dan bisa menghasilkan keuntungan yang berlimpah.

Keunggulan Budidaya Ikan Lele

Sebagai ikan air tawar, harga jual ikan lele terbilang sangat terjangkau. Selain itu, ikan lele juga mengandung banyak gizi, seperti 240 kkal, 8.5 gram karbohidrat, 14.5 gram lemak, dan 17.5 gram protein.

Dibandingkan dengan jenis ikan air tawar lainnya, ikan lele jauh lebih disukai karena memiliki keunggulan sebagai berikut:

  1. Target pasar ikan lele cukup luas karena kini hampir seluruh warung makan sederhana hingga restoran mewah menyediakan menu ini
  2. Perawatannya terbilang sangat mudah
  3. Lele sangat tahan terhadap penyakit karena sudah ada lendir yang melindungi tubuhnya
  4. Lebih cepat panen, hanya sekitar 3 bulan saja
  5. Perputaran uang terbilang cepat
  6. Benih berkualitas mudah didapat

Cara Ternak Lele untuk Pemula

Sobat Mediatani ternyata bisa melakukan budidaya lele dengan mudah hanya menggunakan terpal. Berikut langkah-langkah yang bisa diikuti.

Baca Juga :   Tips dari Pakar UGM untuk Sukses Beternak Ayam Kampung

1. Siapkan Kolam Terpal

Hal terpenting yang harus dilakukan sebelum beternak ikan lele adalah menyiapkan kolam terpal. Pastikan terpal sudah dibersihkan. Kemudian, bentangkan terpal sampai membentuk kolam.

Sobat Mediatani perlu mengisi air setinggi 20 sampai 30 cm. Kemudian diamkan air selama beberapa hari untuk membentuk fitoplankton dan lumut.

2. Pilih Bibit Unggul

Selanjutnya, pilih bibit ikan lele yang unggul. Pastikan bibit besar dan sehat. Biasanya, bibit unggul bergerak dengan lebih gesit dan memiliki warna yang terang.

3. Pisahkan Lele Berdasarkan Ukuran

Selanjutnya, Sobat Mediatani harus memperhatikan proses penebaran bibit. Pisahkan lele berdasarkan ukurannya untuk mencegah ikan lele memakan sesamanya. Kemudian, jangan menebar bibit dalam waktu bersamaan karena ikan bisa stress hingga mati.

4. Pemeliharaan Ikan Lele

Setelah bibit ditebar, tentu saja Sobat Mediatani harus memeliharanya dengan baik. Ketika lele sudah berumur 20 hari, lakukan penyortiran dengan memisahkan lele yang kecil dan yang besar.

Baca Juga :   Kreatif, Warga Koja Manfaatkan Saluran Air Untuk Budidaya Ikan

Selain itu, pastikan kualitas air kolam bagus dan biasanya berwarna hijau. Warna jni menandakan bahwa ada lumpur yang mampu menunjang hidup ikan lele.

Pada bulan pertama, tinggi kolam ikan lele adalah 20 cm. Di bulan kedua, naikkan tingginya menjadi 40 cm. Lalu, pada bulan ketiga, tingginya menjadi 80 cm.

Jangan lupa untuk memberi pakan lele tiga kali sehari. Sobat Mediatani bisa memberi pakan jenis sentrat 781-1.

5. Masa Panen

Setelah menjalani berbagai perawatan dan air kolam sudah berwarna merah, Sobat Mediatani bisa langsung melakukan panen. Pastikan Sobat Mediatani mengambil lele menggunakan sarung tangan. Selain itu, bisa juga memakai serokan atau jaring besar.

**

Wah, ternyata cara ternak lele pemula sangat mudah, ya. Bukan hanya menghemat waktu dan tenaga, Sobat Mediatani juga bisa menjadikan ternak lele sebagai sumber pendapatan yang menjanjikan. Ingat, tetap konsisten dan telaten dalam merawat ikan lele peliharaan Anda.

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani