Daun Kunyit, Khasiatnya Mampu Atasi Penyakit Kandidiasis

  • Bagikan
bagian tanaman kunyit
Rimpang tanaman kunyit (Curcuma domestica val)

Mediatani – Penyakit kandidiasis seringkali mengganggu aktivitas sehari-hari? Ingin mencoba mengatasinya dengan bahan alami yang efektif? Maka, tidak heran jika Sobat Mediatani memutuskan untuk mengunjungi artikel yang membahas daun kunyit ini.

Baca Juga :   Manfaat Kacang Kedelai untuk Kesehatan
ilustrasi infeksi jamur Candida albicans
ilustrasi infeksi jamur Candida albicans yang menyebabkan penyakit Candidiasis atau kandidiasis

Pada artikel ini, kita akan membahas mulai dari karakteristik fisik, kandungan, manfaat, hingga cara menanam daun kunyit. Mulai tidak sabar, bukan? Mari kita bahas mulai dari karakteristik fisik terlebih dahulu, ya.

Karakteristik Fisik Daun Kunyit

Karakter fisik daun kunyit penting untuk dikenali agar tidak salah mengira atau tertukar dengan tanaman lain (famili Zingiberaceae) yang mirip. Panjang helai daun kunyit berkisar antara 31-84 cm, sedangkan lebar daun antara 10-18 cm.

daun kunyit
Tanaman kunyit berumur sekitar satu bulan

Bentuk daunnya menyerupai bulat telur (oval), dimana tekstur permukaan daunnya sedikit kasar. Warna permukaan daun adalah hijau muda, dan terlihat lebih muda dibandingkan tanaman yang mirip. Penyusun daun terdiri dari pelepah daun, helai daun, dan gagang daun.

Kandungan dan Manfaat Daun Kunyit

Bagi Sobat Mediatani yang belum tahu, Candida albicans adalah jamur uniseluler yang merupakan flora normal yang ada di usus besar, vagina, dan rongga mulut. Pada kondisi tertentu, jamur ini dapat menyebabkan keputihan dan infeksi di beberapa organ tubuh.

Daun kunyit dapat dikatakan sebagai tanaman obat herbal karena mengandung metabolit sekunder seperti steroid, kurkumin, tanin, minyak atsiri, dan flavonoid. Kandungan metabolit sekunder itulah yang mampu menghambat jamur Candida albicans, penyebab penyakit kandidiasis.

Seperti yang sudah disebutkan, daun kunyit mengandung saponin, yakni zat yang bersifat surfaktan dan berbentuk polar. Saponin memiliki kemampuan sebagai antijamur dengan cara menurunkan tegangan permukaan membran sterol dinding jamur Candida albicans.

Turunnya tegangan permukaan membran sterol menyebabkan permeabilitasnya meningkat. Akibatnya, cairan intraseluler pada jamur yang lebih pekat tertarik keluar sel, sehingga sel Candida albicans mengalami kematian karena sel mengalami pembengkakan dan pecah.

Semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol yang terdapat dalam daun kunyit, maka semakin tinggi pula daya hambat pertumbuhan Candida albicans yang dihasilkan oleh ekstrak daun tersebut.

Konsentrasi ekstrak etanol terbaik dalam menghambat pertumbuhan jamur tersebut terletak pada angka 60%.

Manfaat lain dari daun ini yaitu dapat digunakan sebagai zat antiseptik karena zat kurkumin yang terkandung didalamnya, merupakan komponen bioaktif yang bersifat anti inflamasi, antibakteri, dan antivirus yang mampu meningkatkan penyembuhan.

Cara Menanam Kunyit

Untuk mendapatkan daun kunyit, Sobat Mediatani tentunya memerlukan tanaman kunyit, bukan? Walaupun terdapat opsi membelinya langsung, tetapi opsi menanam sendiri lebih menguntungkan, lho. Berikut langkah-langkah menanam kunyit:

1. Menyiapkan Lahan atau Pot

Hal pertama yang harus dilakukan dalam menanam kunyit yaitu menyiapkan lahan atau pot. Jika Sobat Mediatani memutuskan untuk menggunakan pot, pastikan ukuran pot yang dipilih memiliki kedalaman minimal 12 inci dan lebar antara 12-18 inci.

Hal tersebut supaya mendukung pertumbuhan tanaman secara maksimal. Sedangkan untuk lahan, tanam kunyit di tanah yang lempung dan ringan yang kaya akan bahan organik.

2. Memecah Rimpang

Selanjutnya, pecah rimpang menjadi potongan-potongan kecil. Pada setiap potongannya, setidaknya memiliki dua sampai tiga tunas.

3. Mengisi Media Tanam

Langkah yang ketiga ini hanya dilakukan untuk menanam kunyit yang menggunakan pot saja. Isi pot dengan tanah organik sebanyak ¾ bagian pot.

4. Meletakkan Rimpang

Letakkan rimpang yang sudah dipecah tadi pada kedalaman ±5 cm di bawah permukaan tanah dengan kuncup yang menghadap ke atas. Setelah step ini, Sobat Mediatani boleh menambahkan pupuk secukupnya untuk menunjang pertumbuhan tanaman kunyit.

5. Menyiram

Setelah keempat langkah di atas selesai dilakukan, siram pot atau lahan secara menyeluruh agar tanaman mendapatkan asupan air yang cukup. Selama pertumbuhan, tanaman kunyit tidak memerlukan pemangkasan, cukup buang daun kering yang ada secara teratur.

Nah, dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa daun kunyit mengandung zat-zat yang mampu menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Selain itu, cara mendapatkan daun ini juga cukup mudah yaitu dengan cara menanam sendiri di rumah.

  • Bagikan