Jalan Berliku Di Balik Sukses Walton Family, Keluarga Petani Terkaya Di Dunia

Forbes.com

Mediatani.co — Jika ada pertanyaan, siapakah keluarga paling kaya di muka bumi ini, maka jawabannya adalah Keluarga Waltons. Forbes memperkirakan kekayaan keluarga ini mencapai lebih dari USD150 miliar.

Empat anggota keluarga Walton saat ini berada di posisi 10 besar dalam daftar orang Amerika terkaya di Forbes. Mereka telah menghabiskan sejumlah uang mereka untuk mengumpulkan koleksi seni, real estat, dan mobil mahal yang besar.

Mereka juga menginvestasikan sebagian dari kekayaan mereka ke dalam kegiatan amal, terutama melalui Walton Family Foundation. Namun, kegiatan amal Waltons ini dianggap sebagai pelarian diri dari pajak untuk terus bertambah kaya.

Penulis Bloomberg, Zachary Mider, menduga keluarga Waltons telah menggunakan celah pajak properti untuk mempertahankan kekayaan mereka. Mereka melakukannya dengan membuat apa yang disebut “Jackie O” yakni menyumbangkan uang untuk amal, tetapi juga digunakan untuk memberikan uang bebas pajak kepada ahli waris setelah jangka waktu tertentu.

Secara teoritis, dengan cara ini mereka dapat menghemat begitu banyak uang yang seharusnya dipakai untuk membayar pajak. Sehingga, membuat keluarga tersebut lebih kaya daripada jika tidak memberi sepeser pun untuk amal.

Terlepas dari kontroversi tersebut, keluarga Walton mendapatkan kekyaan mereka berkat Wal-Mart, toko ritel terbesar di dunia. Adalah Sam Walton, yang mendirikan Wal-Mart Stores Inc. perusahaan swasta terbesar di dunia.

Didirikan pada 1962, saat ini perusahaan ini memiliki ribuan toko di seluruh dunia. Sam Walton telah menghabiskan bertahun-tahun menjalankan bisnis manajemen ritel sebelum membuka toko Wal-Mart pertama. Terlahir dalam keluarga petani sederhana pada akhir 1910-an, dia dalam periode Depresi Hebat ketika semua orang berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Semasa muda, dia sudah bekerja untuk menjadi tulang punggung keluarganya, dan ini memberinya semangat kerja keras dan tekad baja sejak usia muda. Lahir dari pasangan Thomas Gibson Walton dan Nancy Lee, Sam Walton yang memiliki nama lengkap Samuel Moore Walton lahir pada 29 Maret 1918, di Kingfisher, Oklahoma, Amerika.

Dia memiliki satu adik laki-laki, James. Keluarganya kemudian pindah saat Sam masih kanak-kanak, lantaran sektor pertanian tidak lagi mampu mencukupi kehidupan keluarganya. Dia merupakan murid yang baik di Shelbina, Missouri.

Keluarganya akhirnya menetap di Columbia, Missouri. Dia tumbuh selama Depresi Besar dan mengambil banyak pekerjaan kecil untuk membantu keluarganya yang sedang berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti menjual majalah dan mengirimkan surat kabar. Dia juga memerah susu sapi di peternakan keluarganya dan menjualnya ke pelanggan.

Sam Kemudian melanjutkan pendidikannya di sekolah David H Hickman High School, di Columbia, di mana dia terpilih sebagai “Most Versatile Boy” pada saat wisuda di 1936. Dia kemudian pergi ke University of Missouri dan lulus pada 1940 dengan gelar sarjana ekonomi.

Beberapa hari setelah lulus, Walton bergabung dengan JC Penney sebagai trainee manajemen di Des Moines, Iowa. Dia mengundurkan diri dari pekerjaan itu pada periode 1942 dan bergabung dalam Perang Dunia II. Sebelum bergabung dengan tentara, dia bekerja di pabrik amunisi DuPont di dekat Tulsa, Oklahoma untuk sementara waktu.

Dia bergabung dengan Korps Intelijen Angkatan Darat AS, dan mengawasi keamanan di pabrik pesawat terbang dan tahanan kamp perang. Dia akhirnya mencapai pangkat Kapten dalam karir tentaranya dan kembali ke kehidupan sipil begitu perang usai.

Setelah keluar dari tentara Sam Walton menikahi Helen Robson pada 14 February 1943. Dia kemudian meminjam sejumlah uang dari mertuanya dan membeli toko roti Ben Franklin di Newport, Arkansas, pada 1945. Toko tersebut kemudian menjadi cikal bakal waralaba rantai toko ritel. Setelah sukses dengan manajemen ritel, pada awal 1960an Walton bersama dengan saudaranya James, membuka 15 waralaba Ben Franklin dan satu toko independen.

Walton kemudian membuka gerai yang lebih besar di daerah pedesaan dengan harga yang lebih murah, guna menarik lebih banyak pelanggan dan mencapai volume penjualan yang lebih tinggi. Namun, para eksekutif Ben Franklin tidak menyukai konsep ini dan menolak rencana tersebut.

Dia dan saudaranya James, akhirnya memutuskan untuk membuka toko pertama mereka, Wal-Mart pada 2 Juli 1962 di Rogers, Arkansas. Saudara-saudara Walton pun bekerja sama dengan Stefan Dasbach untuk mengembangkan bisnis mereka.

Menjaga harga barang lebih murah adalah salah satu pendorong utama di balik kesuksesan toko Wal-Mart. Walton kemudian mencari produk dari produsen Amerika yang bisa memasok barang dagangan ke seluruh rantai Wal-Mart dengan harga sangat rendah guna memenangi persaingan.

Selama beberapa tahun berikutnya beberapa toko Wal-Mart bermunculan di seluruh penjuru negeri, dan pada periode 1967 keluarga Walton memiliki 24 toko, dan mencatatkan penjualan hingga USD12,7 juta. Walton pun secara resmi menggabungkan perusahaannya di bawah Wal-Mart Stores, Inc.

Walton sendiri, mengundurkan diri sebagai CEO pada tahun 1988, namun tetap aktif di perusahaan tersebut sampai kematiannya pada tahun 1992. Bisnis tersebut, kemudian diwariskan kepada anak-anaknya dan terus berkembang hingga saat ini.