Home / Berita / Nasional

Minggu, 5 November 2017 - 13:52 WIB

Jokowi Belum Memperhatikan Nasib Petani Bawang Merah

Sindonews.com

Sindonews.com

Mediatani.co, BIMA — Petani bawang merah di Bima kian hari meradang. Pasalnya harga bawah merah terus mengalami penurunan.

Ini tentu saja berdampak pada nasib para petani. Seperti yang di sampaikan oleh 2 petani desa ngali “erfatin dan manha”. Mereka mengatakan bahwa petani sekarang nasibnya tidak tentu. Dan seolah pemerintah menutup mata atas masalah yang di hadapi petani.

Di temui diwarung kopi pojok desa erfatin menyebutkan harga bawang merah tidak sebanding dengan harga pestisida. “Lebih mahal modal yang kami keluarkan ketimbang harga yang kami terima. Harga bibit yang mahal ditambah harga pestisida juga sangat mahal. Ini sangat mencekik kami”. Ujarnya.

Baca Juga :   Lampu Pengusir Hama Jadi Pesona Wisata Baru di Enrekang

Harga bawang merah yang sangat rendah seolah pemerintah tutup mata. “Pemerintah membiarkan kami para petani meratapi nasib kami sendiri. Pemerintah itu antara ada dan tiada untuk petani. Mereka hanya ada ketika ada maunya”. Lanjut mantan mahasiswa hukum salah satu Univ. di jakarta ini.

Menurutnya, pemerintah harus turun tangan menangi masalah harga bawang merah. Agar harga bisa berpihak kepada kesejahteraan petani. “Ibu bupati dan presiden jokowi harus peduli sama nasib petani. Tanpa petani, negara ini tidak ada. Kedaulatan bangsa di tentukan oleh kedaulatan dan kesejahteraan petani”. Tutup petani asli ngali.

Baca Juga :   Peringati HUT RI ke-75, Ini Cara Para Petani Probolinggo Menggelar Upacara

Sedangkan menurut rejo, dengan rendahnya harga bawang merah maka petani kesulitan dalam mengembalikan modal yang di keluarkan. Baik modal membeli bibit maupun hutang pestisida. “Kalau kami jual bawang kami sekarang, kami rugi total. Kalau kami simpan juga bawang kami, bisa rusak bawang itu dan belum tentu harganya juga bagus. Selain harga yang rendah, pembeli juga jarang yang membeli bawang merah. Tahun ini, tahun yang sulit buat petani”. Ujarnya dengan sorot mata yang tajam penuh harap.

Share :

Baca Juga

Foto bersama tim kampanye SPF dengan guru dan para siswa SD Aisau Kelas Jauh Sawendui

Nasional

SPF dan Bank Mayapada Ajak Siswa SD AISAU Kelas Jauh Sawendui Menjaga Penyu Sejak Dini

Berita

Polemik Distribusi Pupuk di Sragen Semakin Memanas, KTNA Minta Audiensi dengan Produsen, Distributor dan BRI

Nasional

Petani Bandung Barat Banyak Yang Tak Punya Lahan

Berita

Harga Tembakau Turun, Petani Sumbing Kecewa

Nasional

KPA Sebutkan 10 Masalah UU Cipta Kerja Berbasis Agraria

Nasional

Indonesia Kembangkan Solar Nabati, Jokowi: 1 Juta Ton Sawit Akan diserap

Nasional

Jaga Produksi Padi, Kementan Kawal Cepat Pengendalian Hama Tikus Di Musi Banyuasin

Berita

Akademisi Unpad Ajak Nelayan Gunakan Pengawet Ikan Alami