Home / Nasional

Kamis, 6 Agustus 2020 - 18:33 WIB

Kemenkeu Sebut Sektor Pertanian Berkontribusi Besar Pada PDB Nasional

Mediatani – Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengatakan bahwa sektor pertanian adalah sektor yang memberi kontribusi besar bagi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Menurut dia, sektor pertanian rata-rata berkontribusi 13,3 persen setelah industri pengolahan dan perdagangan. Subsektor itu termasuk pertanian, peternakan, perkebunan, dan jasa pertanian lainnya.

Febrio menilai, kontributor terbesar produk pertanian didominasi oleh kelompok padi, kelapa sawit, ikan, unggas, dan karet. Meski demikian ada juga kontribusi dari subsektor lainya seperti peternakan dan sayur-sayuran.

“Untuk padi menyumbang 2,7 persen, kemudian kelapa sawit 1,6 persen, lalu ada ikan yang menyumbang 1,5 persen, unggas dan karet masing-masing menyumbang 0,9 persen,” ujar Febrio di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2020.

Febrio menyampaikan, untuk memudahkan kinerja para petani, pemerintah telah menurunkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) untuk produk pertanian tertentu dari 10 persen menjadi 1 persen.

Baca Juga :   Anggota DPR: Pemerintah Perlu Perkuat Infrastruktur Peternakan di Kawasan Produksi Sapi

Produk pertanian yang memperoleh fasilitas tersebut diantaranya adalah barang hasil perkebunan, tanaman pangan, tanaman hias dan obat, hasil hutan kayu, serta hasil hutan bukan kayu.

“Penggunaan mekanisme nilai PPN 1 persen dan penunjukan badan usaha industri sebagai pemungut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 89/PMK.010/2020 tentang Nilai Lain Sebagai Dasar Pengenaan Pajak Atas Barang Hasil Pertanian Tertentu,” katanya.

Mengenai hal ini, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Kementerian Pertanian Dedi Junaidi menyambut baik atas diterbitkannya PMK No. 89/2020. Menurut dia, momen ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani khususnya pekebun.

“Tentu kita bersyukur dengan terbitnya PMK No. 89/2020 ini. Saya rasa momentumnya sangat pas di tengah pandemi covid-19,” katanya.

Oleh karena itu, Dedi berharap dengan adanya insepsi tersebut para petani bisa semakin semangat dalam melakukan kegiatan produksi. Dia mengharapkan langkah ini mampu menimbulkan daya saing dan peningkatan kualitas.

Baca Juga :   Pupuk Palsu Beredar di Tulungagung, Tanaman Petani dibuat Menguning

“Dengan kebijakan yg tepat saya kira ini akan menolong perekonomian Indonesia dan tentu ini perlu disosialisasikan bahwa pemerintah sangat peduli atas keinginan masyarkat khususnya para pekebun,” tutupnya.

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian (Kememtan) terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menjaga ketersediaan dan distribusi pangan, khususnya pada kebutuhan 11 komoditas bahan pokok.

Mengenai hal ini, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo telah memerintahkan seluruh perangkat kerjanya untuk mempercepat masa tanam dan pemberian insentif bagi petani sebagai strategi penguatan sektor pertanian pada kuartal II tahun 2020. Langkah ini dilakukan untuk menjaga tren positif agar petani nyaman dalam usaha pertanian.

“Sektor pertanian tidak akan berhenti, karena setiap hari kita masih butuh pangan, demand nya terbuka. Dan petani masih terus produksi,” tutupnya.

Share :

Baca Juga:

Nasional

Atasi Pengangguran, Kementan Ajak Masyarakat Bercocok Tanam di Rumah

Nasional

Panen Jagung di Jeneponto, Mentan Dorong Petani Manfaatkan Dana KUR
Varietas padi gogo (ilustrasi)

Berita

Upsus Pajale Kementan Perluas Tanam Padi di Sragen Jawa Tengah

Berita

Lahan Tambang Disulap Petani Menjadi Lahan Produktif

Berita

Kekurangan Air, Petani Manokwari Tunda Tanam Padi

Nasional

Embun Es Menyelimuti Dieng, Petani Kentang Tidak Khawatir

Berita

Ganjar Pranowo : Pemuda Keren Itu Ya Petani Modern

Agribisnis

Petani Kentang Sukses Umbi Besar dan Melimpah Untung Berlipat