Home / Nasional

Senin, 6 Juli 2020 - 15:15 WIB

Kementan Akhirnya Tunjukkan Hasil Riset Eucalyptus

Kepala Balitbang, Fadjry Jufry dalam konferensi pers yang di gelar pada Senin (6/7)

Kepala Balitbang, Fadjry Jufry dalam konferensi pers yang di gelar pada Senin (6/7)

Mediatani – Negara-negara di seluruh dunia sedang berlomba-lomba mencari solusi untuk menangani penyebaran wabah virus corona. Begitu pun dengan Indonesia, melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan), Indonesia berhasil menciptakan inovasi produk aromaterapi berbahan dasar tanaman eucalyptus.

Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (6/7), mengajak seluruh komponen bangsa untuk bekerjasama dan saling bersinergi. Ia menilai, semua Kementerian dan Lembaga memiliki kompetensi untuk berkonstribusi memerangi pandemi. 

“Kalau kita tidak mulai lalu kapan lagi. Kita punya potensi tanaman herbal yang sangat berlimpah dan dari beberapa telusur ilmiah ini bisa dimanfaatkan,” katanya.

Menurut Fadjry, riset yang dilakukan oleh Balitbangtan sudah sesuai dengan arahan Menteri Pertaniain Syahrul Yasin Limpo yang meminta menggali potensi besar obat dan penawar untuk manfaat bangsa dan negara.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai produk dalam negeri sendiri. Semua ikhtiar yang dilakukan untuk berkontribusi kepada negara menghasilkan sesuatu yang bisa dimanfaatkan oleh masyarkat,” tegas Fadjry.

Baca Juga :   Kalbar Galakkan Gerakan Pengendalian Hama Ramah Lingkungan

Fadry menjelaskan, penelitian eucalyptus diawali dengan studi literatur dan juga pengalaman empiris tanaman potensial antivirus dan penambah daya tahan tubuh.  Selanjutnya terpilih sekitar 50 tanaman potensial. Kemudian dilakukan ekstraksi maupun destilasi untuk mendapatkan bahan aktifnya. Bahan aktif yang diperoleh lalu diuji karakteristik dan kemampuan anti virusnya dengan pengujian in vitro pada telur berembrio.

Hasilnya, beberapa bahan aktif menunjukkan bahwa eucalyptus mampu membunuh 80-100 persen virus influenza maupun corona. Tahapan selanjutnya adalah mengembangkan minyak eucalyptus tersebut menjadi beberapa varian produk diantaranya roll on, inhaler, balsam, diffuser dan kalung aromaterapi.

“Produk ini masuk dalam kategori jamu, dan registrasinya memang tidak harus uji klinis. Namun Kementan melanjutkan riset ini dan akan uji klinis. Balitbangtan tidak punya wewenang dan kompetensi melakukan uji klinis.  Namun saat ini tawaran untuk uji klinis sudah datang dari UNHAS dan Universitas Indonesia (UI),” katanya.

Baca Juga :   Petani Pepaya Sukses Buah Lebih Manis Omzet Menggiurkan

Di samping itu, dukungan terhadap pengembangan eucalyptus terus mengalir. Salah satunya diberikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran UI Prof Ari Fahrial. Menurut Ari, dalam melakukan uji invitro produk ini cukup efektif bekerja untuk menetralisir virus.

“Tentunya kami mengapresiasi apa yang telah diupayakan dari Balitbangtan dan Balitvet yang melakukan riset berbahan alami yang sudah digunakan sejak zaman nenek moyang kita,” katanya.

Untuk dukungan pengembangan riset tersebut, Ari siap bekerjasama untuk melakukan riset lebih jauh baik ditingkat biomedical, identifikasi virus, dan riset-riset lainnya.

“Kami berharap dapat menjawab harapan dari pemerintah dan masyarakat yang begitu besar terhadap inovasi produk ini,” tutupnya.

Share :

Baca Juga

Nasional

Gara-gara Pandemi, Kolam Renang Ini Alih Fungsi Jadi Kolam Lele

Berita

Pupuk Palsu Dan Penurunan Produktivitas Pertanian

Nasional

4 Kali WTP, Kementan Komitmen Jaga Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Keuangan

Nasional

DPR Kritik Ketahanan Pangan, Sri Mulyani Pamer Insentif Petani

Nasional

Kementrian Pertanian Siapkan Teknologi Pertanian Lewat Investor

Nasional

40 Hari Berjalan Kaki dari Sumut, Kini Rombongan Petani Tiba di Istana

Berita

Raih WTP Tiga Tahun Berturut-turut, BPK Apresiasi Kinerja Kementan
Menteri Pertanian Indonesia, Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Presiden Argentina Gabriela Michetti di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta pada Rabu (8/12)

Berita

Indonesia Buka Akses Pasar Buah Tropis dan Rempah ke Argentina