Mengabdi di Kampung, Dosen IPB Ajarkan Budidaya Tanaman Obat

  • Bagikan
sumber foto: https://www.republika.co.id/

Mediatani – Dosen IPB yang tergabung di Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop-BRC) memberikan pelatihan tentang tata cara budidaya dan pasca tanaman obat kepada Kelompok ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut, pada Selasa (14/6/2022) pekan lalu.

Mereka di antaranya Prof. Sandra Arifin Aziz (Fakultas Pertanian), Dr. Siti Sadiah (Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis), dan Dr. Auliya Ilmiawati (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam).

Kegiatan ini adalah bagian dari kegiatan Dosen Mengabdi Pulang Kampung yang difasilitasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University.

Melalui kegiatan ini diharapkan para dosen yang sudah banyak melakukan riset dan menghasilkan inovasi dapat membagikannya di kampung halaman.

Inovasi yang disampaikan kepada ibu-ibu PKK adalah penelitian yang berbasis daun mangkokan sebagai penyubur rambut yang telah mendapatkan paten granted. Namun, inovasi ini masih terkendala di bahan baku karena belum ada daerah yang membudidayakan daun mangkokan ini secara luas.

Adapun dosen yang menjadi Inovator penyubur rambut mangkokan ini adalah Dr Siti Sadiah yang kampung halamannya juga berada di Kabupaten Garut.

Baca Juga :   Menko PMK: Petani Rentan Jatuh Miskin karena Pandemi

Ibu-ibu PKK yang berjumlah 50 orang itu terdiri dari ketua-ketua kelompok kerja (pokja) dan perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT) dari 12 desa yang berada di Kecamatan Pasirwangi di bawah koordinasi Siti Salwah sebagai ketua PKK.

Para ibu-ibu begitu antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan mulai dari pagi hingga sore hari. Kegiatan ini juga memperoleh dukungan penuh dari Camat, Saeful Hidayat yang turut hadir membuka dan menutup kegiatan ini.

Pada kesempatan ini, pakar budidaya tanaman obat, Prof Sandra Arifin Aziz memberikan langsung teori teknik budidaya mangkokan (Northopanax scutellarius (Burm.f) Merr) dan dilanjutkan dengan praktik cara menaman bibit mangkokan di pekarangan kantor kecamatan.

Pada kegiatan ini juga dibagikan sebanyak 160 bibit tanaman mangkokan yang sebelumnya diperoleh dari Unit Konservasi dan Budidaya Biofarmaka (UKBB) -Trop BRC untuk ditanam di pekarangan rumah warga di 12 desa.

Selanjutnya, dilakukan praktik pasca panen yaitu cara mengeringkan daun mangkokan menggunakan oven pengering hasil modifikasi UKBB-Trop BRC, pengeringan dilakukan dengan suhu yang terkontrol agar dapat menghasilkan warna simplisia yang lebih cerah dengan waktu yang relatif terukur.

Baca Juga :   Bantah Jadi Pemicu Krisis Pangan dan Energi, Putin: Itu Ulah Politisi Eropa

Adapun naasumber dalam Teknik pasca panen ini adalah Taupik Ridwan sebagai Kepala UKBB-Trop BRC.

“Pengeringan simplisia memang dapat juga dikeringkan di bawah sinar matahari namun kondisi ini sangat dipengaruhi faktor cuaca  terutama di daerah yang tinggi curah hujannya, “ ungkap Taupik, Rabu (15/6/2022).

Pada kegiatan ini juga dilakukan serah terima dua buah oven pengering dari tim dosen yang diwakili ketua peneliti Dr Siti Sadiah kepada ketua Pokja Tanaman Obat, Hartati.

“Diharapkan dengan oven pengering ini ibu-ibu PKK dapat memanfaatkannya untuk menghasilkan simplisia tanaman obat di pekarangan rumah dan mengemasnya sehingga siap digunakan manakala dibutuhkan untuk menjaga kesehatan keluarga,“ ungkap Dr Siti Sadiah.

Materi pelatihan selanjutnya sangat memacu antusiasme peserta adalah inovasi daun mangkokan dan juga jenis-jenis tanaman obat keluarga yang dapat ditanam di pekarangan rumah. Setelah itu, dilanjutkan dengan praktik pembuatan serbuk instan jahe dan cem-cem an daun mangkokan untuk penyubur rambut.

  • Bagikan