Panen Perdana Telur Ayam BUMG Usaha Bersama, Bupati Aceh Selatan Harap Kecamatan Lain Meniru

  • Bagikan
Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran didampingi Ketua TP-PKK Aceh Selatan, Khailida SPdI melaksanakan panen perdana telur ayam di BUMG Usaha Bersama, Gampong Krueng Kalee, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, Jumat (26/02/2021)/Via Serambinews.com/IST

Mediatani – Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran didampingi Ketua TP-PKK Aceh Selatan, Khailida telah melaksanakan panen perdana telur ayam milik BUMG Usaha Bersama, Gampong Krueng Kalee, Kecamatan Pasie Raja, Jumat (26/02/2021), lalu.

Dikutip Senin (1/3/2021) dari situs berita serambinews.com, sebagaimana disampaikan oleh Keuchik Krueng Kalee, BUMG Usaha Bersama telah berdiri sejak 2015, dimulai dengan usaha teratak.

Lalu, pada tahun 2019 atas kesepakatan bersama, BUMG ini kemudian memperkaya lagi usahanya pada bidang ayam petelur dengan alokasi anggaran pertama sebesar Rp 130 juta dan pada tahun 2020, dialokasikan lagi sebesar Rp 120 juta.

Dengan jumlah total anggaran Rp 250 juta itu, kini telah terbangun kandang ayam dan perlengkapan lainnya dengan total kapasitas 2.000 ekor ayam, walau saat ini baru tersedia 1.000 ekor. Hal itu dikarenakan terbatasnya kemampuan anggaran.

Dengan upaya dan kerja sama dari seluruh pihak, serta pembinaan dari DPMG Aceh Selatan, pada awal tahun 2021 ini, BUMG Usaha Bersama telah berhasil melaksanakan panen perdana telur ayam, yang dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Selatan.

Tgk Amran dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap Keuchik, Ketua dan Pengurus BUMG Usaha Bersama, para Pendamping Desa, serta seluruh pihak yang terus membimbing BUMG Gampong Krueng Kalee dalam menjalankan upaya peningkatan ekonomi masyarakat. Apalagi salah satunya dalam usaha ayam petelur yang kini telah menunjukkan hasil.

Baca Juga :   Indonesia Buka Akses Pasar Buah Tropis dan Rempah ke Argentina

Tgk Amran pun menjanjikan bahwa bakal terus mendukung agar BUMG ini dapat berjalan secara optimal. Ditambah lagi, menurut dia, setiap upaya yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang harus diberikan apresiasi dan dukungan.

“Kiranya bisa menjadi contoh, tak hanya bagi gampong lainnya di Kecamatan Pasie Raja, namun juga di kecamatan lainnya,” harap Tgk Amran.

Sementara itu, perihal apa saja kendala dan hambatan dan beternak ayam petelur, kamu perlu mengetahui pengalaman peternak ayam petelur di sini.

Sebagaimana para peternak itu  harus memastikan hasil produksi telurnya baik pula harga yang dijual pun sesuai. Jadi sebelum memutuskan beternak ayam petelur/layer pastikan anda tahu dan paham perihal tantangan berikut, yang mana diulas oleh seorang yang berpengalaman di bidangnya.

“Di dunia peternakan ini, udara, air, sama pakan, adalah tiga hal yang harus diperhatikan dalam beternak ayam. Sebab, efeknya akan ke (kuantitas) produksi telur,” ujar Peternak Ayam Layer Kurniawan Unggul Pambudi kepada detikcom beberapa waktu lalu dikutip mediatani.co, Selasa (23/2/2021).

Baca Juga :   Hadiri Panen Raya di Merauke, Mentan SYL Salurkan Bantuan Senilai Rp 19,43 Miliar

Kurniawan sendiri merupakan salah satu peternak milenial generasi kedua asal Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Pria yang kini berusia 30 tahun ini setiap harinya mengurusi manajemen kandang termasuk juga perihal pakan ayam untuk 13.000 ekor ayam layer yang diternaknya.

“Belum lagi ada tambahan nutrisi untuk ayam, terus vaksin agar (ke 13.000 ekor ayam ini) bisa terus produksi telur dan terhindar dari penyakit. Sementara, pakan saja dalam satu bulan untuk perseribu ekor ayam bisa habis Rp 300 juta,” jelas dia.

Di samping itu, dalam tiap produksi telur ayam ini, gejolak harga pakan seperti jagung di pasaran kerap kali menghantui usahanya, terlebih ketika tahun 2017-2019 lalu, yang mana membuat dirinya tergabung dalam kelompok Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (Putera) Blitar. Tujuannya, untuk mendapatkan subsidi demi kestabilan harga pakan.

“Saya daftar ke koperasi karena dibenturkan dengan harga jagung yang terus melambung tinggi sekitar Rp 6.000-an/kg dan harus adanya wadah atau organisasi membeli jagung subsidi pemerintah. Sebab, subsidi itu semuanya wajib untuk peternak dengan harga Rp 4.000 kala itu,” ungkapnya. Baca selengkapnya di sini. (*)

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani