Sukses Ternak Kelinci, Anak SMP ini Hasilkan Jutaan Rupiah Tiap Bulannya

  • Bagikan
Genthur Rahmadhani, diusia yang masih 15 tahun sukses ternak kelinci (Foto: Detik.com)
Genthur Rahmadhani, diusia yang masih 15 tahun sukses ternak kelinci (Foto: Detik.com)

Mediatani – Pandemi Covid-19 telah memaksa pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan penerapan proses belajar secara daring dari rumah. Metode pembelajaran tersebut telah diberlakukan sejak Maret 2020 lalu.

Model pembelajaran daring ini ternyata membuat pelajar memiliki banyak waktu luang untuk melakukan berbagai aktivitas bermanfaat lainnya. Seperti halnya salah satu siswa SMP di Gunungkidul, DI Yogyakarta memanfaatkan waktu luang tersebut untuk beternak kelinci.

Hal ini dilakukan oleh Genthur Rahmadhani, di usia yang masih 15 tahun itu, ia telah menggeluti bisnis peternakan kelinci. Ia tertarik membeli sepasang kelinci saat melihat motivasi usaha ternak kelinci lewat youtube.

Ia memulai bisnis tersebut pada awal 2021 dengan membeli sepasang kelinci jenis Rex seharga Rp 600 ribu dari seseorang di Kapanewon Playen. Hingga saat ini, peternakan kelincinya telah berkembang dan bisa menghasilkan jutaan rupiah tiap bulannya.

“Saya terus mencoba memelihara sepasang kelinci untuk mengisi waktu luang, dan lama-lama kok beranak dan ternyata dijual lewat Facebook kok laku,” ujar Genthur dikutip dari laman detik.com, Rabu (22/9/2021).

Baca Juga :   Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Masalah Tahunan

Dia memanfaatkan dan mengalihfungsikan bangunan yang terdapat di belakang rumahnya sebagai lokasi beternak kelinci yang beralamat di Pedukuhan Banaran 9, Kalurahan Banaran, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul.

Siswa kelas 3 SMPN 4 Playen Gunungkidul ini tidak menyangka bahwa beternak kelinci bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Padahal, Genthur hanya mempelajari cara beternak kelinci melalui YouTube.

” Sebab prospek bisnis kelinci yang menjanjikan, sehingga membuat saya terus belajar. Saya belajar lewat YouTube dan belajar sama peternak lain yang sudah berpengalaman dalam mengembangbiakkan kelinci,” ujarnya.

Meski hanya sendiri dalam menjalankan bisnis ternak kelinci itu, namun anak tunggal dari pasangan Sumanto dan Tuwisriyanti terus mendapat dukungan dari kedua orangtuanya.

Menurutnya, beternak kelinci tidaklah sulit dilakukan namun perlu ketelitian dalam memeliharanya. Beternak kelinci memiliki banyak keuntungan, selain menghasilkan daging, urin kelinci sering dicari petani sebagai pupuk tanaman.

Saat ini ia juga tengah mengembangkan jenis kelinci Hayla dan NZ atau New Zealand. Pakan yang diberikan untuk kelinci jenis ini yaitu jenis pelet dan rumput kering.

Baca Juga :   Empat Petani Kertasari Didakwa Bertani Tanpa Izin, Petani: Itu Tanah dari Leluhur Saya

“Biasanya kalau urin kelinci saya jual ke petani, per liter harganya Rp 5 ribu,” ucapnya.

Genthur mengaku hanya memanfaatkan media sosial dalam penjualan dan berhasil meraup omzet yang mencapai belasan juta rupiah. Pasalnya, kelinci hanya membutuhkan waktu 2 hingga 3 bulan untuk bisa beranak.

“Sekali panen kalau pedaging 50 ekor Rp 8 jutaan, betina 50 ekor Rp 12 juta ke atas. Untuk waktu panen kalau betina 2 bulan dan jantan 3 bulan,” ucapnya.

Rata-rata bobot kelinci betina yang dipeliharanya yaitu 1,3 kilogram dan jantan 2 kilogram untuk bisa dijual. Saat ini ia telah memiliki indukan kelinci sebanyak 25 ekor dan anakan kelinci 90 ekor. Kedepannya, dia akan terus mengembangkan peternakan kelincinya hingga memiliki ratusan indukan.

Dibalik kesuksesan dalam beternak kelinci, ia juga kerap menemui kendala seperti serangan penyakit gudig atau kudis dan diare yang menyerang hewan peliharaanya.

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani