Home / Berita / Nasional

Selasa, 7 Mei 2019 - 22:34 WIB

Tak Pandang Bulu, Kementan Konsisten Tegakkan Aturan Wajib Tanam Bagi Importir Bawang Putih

Menteri pertanian, Andi Amran Sulaiman saat mendatangi gudang salah satu importir bawang putih, di Jakarta (5/5/2019).

Menteri pertanian, Andi Amran Sulaiman saat mendatangi gudang salah satu importir bawang putih, di Jakarta (5/5/2019).

Mediatani – Kementerian Pertanian (Kementan) membantah memberikan keistimewaan kepada Perum Bulog bisa mengimpor tanpa harus melaksanakan kewajiban tanam. Pihak kementan menegaskan hingga saat ini masih konsisten menerapkan kebijakan wajib tanam bagi importir bawang putih.

Upaya tersebut merupakan salah satu upaya Kementerian Pertanian mencapai target swasembada bawang putih dan melepaskan ketergantungan akut terhadap impor bawang putih.
Meski demikian, pemerintah masih membuka peluang impor bawang putih konsumsi bagi para importir sampai dengan tahun 2021.

Tentang hal ini, Kepala Sub Direktorat Bawang dan Sayuran Umbi, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementan, Muh Agung Sunusi menegaskan sampai saat ini pihaknya belum menerima pengajuan rekomendasi impor dari Perum Bulog. Pihaknya juga membantah memberi keistimewaan kepada pihak-pihak tertentu.

“Ada pihak yang menuding Kementerian Pertanian seolah memberikan keistimewaan kepada Perum Bulog dibanding importir bawang putih lain. Tudingan tersebut salah besar dan tidak beralasan. Kementan masih dan akan selalu on the right track menegakkan aturan, tak ada itu pengistimewaan-pengistimewaan,” demikian ditegaskan pria yang akran disapa Agung di Jakarta, Selasa (7/5/2019).

Baca Juga :   Jelang Musim Tanam 2, Petani Jabar Kesulitan Mendapatkan Pupuk Bersubsidi

“Lagipula perlu diketahui, sampai sekarang ini belum ada pengajuan RIPH bawang putih dari Bulog. Bagaimana mau dibilang mengistimewakan?,” tambahnya.

Menurut Agung, munculnya anggapan adanya pengistimewaan tersebut dinilainya karena kurang memahami peraturan secara utuh. Dalam Peraturan Menteri Pertanian nomor 38 tahun 2018 jelas diatur persyaratan importir bisa diterbitkan rekomendasi impornya, salah satunya telah melaksanakan wajib tanam di dalam negeri dan menghasilkan produksi produksi sekurang-kurangnya 5% dari volume pengajuan rekomendasi impornya.

“Sementara dalam hal untuk stabilisasi pasokan dan harga, impor bisa dilakukan oleh BUMN, contohnya Perum Bulog setelah mendapatkan penugasan dari Menteri BUMN dan melalui Rakortas,” terangnya.

Dalam Perpres 48 tahun 2016 tentang Penugasan Kepada Perusahaan Umum (Perum) Bulog dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional menyebutkan bahwa untuk impor jenis pangan selain yang ditugaskan kepada Perum BULOG. Pemerintah dapat menugaskan kepada badan usaha milik negara di luar Perum BULOG atau kepada Perum BULOG dengan persetujuan menteri BUMN dan berdasarkan Keputusan Rapat Koordinasi.

Baca Juga :   P2L, Solusi Ibu-ibu di Lembang Ciptakan Sumber Pangan di Lahan Sempit

”Seluruh mekanisme tersebut sudah dipenuhi, sehingga sangat tidak beralasan kalau ada pihak-pihak yang mempersoalkan landasan yuridisnya kenapa Bulog ditugaskan untuk mengimpor bawang putih,” tutur Agung.

Lebih jauh Agung menjelaskan hingga saat ini peraturan terkait importasi hortikultura termasuk bawang putih, memberikan kewenangan kepada Kementerian Pertanian untuk menerbitkan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH). Sementara kewenangan menerbitkan Surat Persetujuan Impor (SPI) berada di Kementerian Perdagangan.

“Aturan kewenangannya sudah jelas, Kementan mengeluarkan rekomendasi, Kemendag di Persetujuan Impornya. Batasan masing-masing sudah jelas, dan tidak bisa dicampur aduk,” jelasnya.

Oleh karena itu, Agung menegaskan tidak ada aturan yang diskriminatif apalagi dianggap menyengsarakan masyarakat. Kementan akan terus evaluasi para importir dalam menjalankan kewajiban tanamnya.

“Tentunya berlaku reward and punishment,” pungkas Agung.

Share :

Baca Juga

Berita

Optimalkan Lahan Rawa, Ditjen Tanaman Pangan Jamin Produksi Meningkat

Nasional

Kembangkan Produksi Kopi, MPR Dukung Berdirinya Sekolah Pertanian di Ngada

Nasional

Pemerintah Kembangkan 48 Kawasan Sentra Agribisnis dan Agroindustri
Pelatihan Pembuatan Pestisida dari Puntung Rokok

Berita

Kader HMI Cabang Bogor Manfaatkan Puntung Rokok Jadi Pestisida

Berita

Ketua DPRD Karanganyar Minta Petani Mengontrol Penggunaan Pupuk Bersubsidi

Nasional

HUT RI Ke 75: Momentum Bangkitkan Korporasi Tanaman Pangan

Berita

Jalan Berliku Di Balik Sukses Walton Family, Keluarga Petani Terkaya Di Dunia

Nasional

Konsumsi Pangan Sehat Meningkat, Kementan Loloskan Pelepasan Calon Varietas Padi Sawah Protein Tinggi